Versi pertama menampilkan dinamika romansa yang segar dan energik antara Dilan dengan Ancika. Sosok Ancika di sini tampil secara khas dengan potongan rambut pendeknya.
Versi kedua menyajikan momen reuni yang lebih matang dan sarat emosi antara Dilan dan Milea. Momen ini seolah merangkum memori kuat dari perjalanan panjang kedua karakter tersebut.
4. Ajak Penonton Nostalgia Suasana Kampus Tahun 90-an
Secara visual, Dilan ITB 1997 membawa penonton bernostalgia ke atmosfer kampus tahun 90-an yang hangat dan estetis. Kali ini, Dilan digambarkan sebagai seorang mahasiswa jurusan Seni Rupa di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Alur ceritanya akan menyoroti dilema besar yang dihadapi Dilan. Kemunculan Milea membuat Dilan harus memilih antara kenangan masa lalu yang sangat berkesan, atau melangkah maju bersama hubungan barunya dengan Ancika yang penuh harapan.
5. Ariel Noah Menjadi Wajah Baru Dilan di Tahun 1997
Pemilihan aktor untuk film ini sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial. Ariel Noah didapuk untuk memerankan karakter Dilan versi dewasa.
Keputusan ini diambil setelah melalui proses diskusi panjang bersama penulis novel aslinya, Pidi Baiq.
Raline Shah akan beradu akting dengan Ariel untuk menghidupkan kembali karakter Milea. Niken Anjani dipercaya untuk memerankan karakter Ancika.
6. Daftar Pemain Sempat Dikritik
Alih-alih mendapatkan sambutan hangat penuh nostalgia, film yang memasangkan Ariel NOAH dan Raline Shah ini justru dibanjiri kritik tajam netizen.
Kritik paling vokal datang dari ketidaksesuaian usia nyata aktor dengan usia karakter dalam naskah. Secara kronologis, Dilan ITB 1997 berlatar hanya sekitar enam tahun setelah kisah SMA-nya.
Namun, pemilihan Ariel NOAH sebagai Dilan versi mahasiswa dianggap terlalu "matang".
Banyak warganet berseloroh di media sosial bahwa penampilan Ariel lebih mirip mahasiswa program pascasarjana S2 atau S3 ketimbang mahasiswa S1 angkatan '97.
7. Jadwal Tayang di Bioskop