Suara.com - Film Dilan ITB 1997 ternyata tidak hanya melanjutkan kisah Dilan, tapi juga menghadirkan cerita baru dari kehidupannya saat berkuliah di ITB.
Film ini juga menampilkan sisi baru Dilan yang berbeda dari sebelumnya. Mulai dari pergaulan sosialnya sampai hubungan asmara yang lebih kompleks.
Di Dilan ITB 1997, Dilan tidak lagi jadi anak SMA. Ia mulai menjalani kehidupan sebagai mahasiswa dengan cara pandang yang lebih matang dan dewasa.
Perubahan ini juga terlihat dari sikapnya. Dilan mulai dihadapkan pada masalah yang lebih kompleks dibanding sebelumnya.
Berikut beberapa fakta film Dilan ITB 1997 yang harus kamu ketahui!
1. Diangkat dari Novel Dilan ITB 1997
Setelah lama menjadi ikon kisah cinta remaja lewat novel Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990, Pidi Baiq akhirnya menghadirkan kelanjutan cerita tokoh ikonis ini dalam buku berjudul Dilan ITB 1997.
Novel ini membawa pembaca ke fase kehidupan Dilan yang lebih dewasa, jauh dari seragam SMA dan surat cinta sederhana.
Novel inilah yang menjadi dasar film Dilan ITB 1997 yang melibatkan sejumlah aktor dan aktris ternama Tanah Air.
2. Berlatar Era Reformasi 1997
Film ini mengambil latar di masa reformasi yang penuh gejolak. Situasi sosial dan politik saat itu ikut memengaruhi suasana cerita.
Hal ini membuat konflik yang dihadapi para karakter terasa lebih serius. tidak hanya soal personal, tapi juga dipengaruhi kondisi zaman yang sedang berubah.
Berlatar Bandung tahun 1997, kisah ini menjadi ruang refleksi tentang tumbuh dewasa, pilihan hidup, dan konsekuensi dari setiap keputusan.
3. Rilis Dua Teaser Sekaligus
Falcon Pictures merilis teaser perdana yang berdurasi 32 detik pada 15 dan 16 Maret 2026. Menariknya, Falcon Pictures menghadirkan dua versi teaser yang menyoroti fokus emosional berbeda.
Versi pertama menampilkan dinamika romansa yang segar dan energik antara Dilan dengan Ancika. Sosok Ancika di sini tampil secara khas dengan potongan rambut pendeknya.
Versi kedua menyajikan momen reuni yang lebih matang dan sarat emosi antara Dilan dan Milea. Momen ini seolah merangkum memori kuat dari perjalanan panjang kedua karakter tersebut.
4. Ajak Penonton Nostalgia Suasana Kampus Tahun 90-an
Secara visual, Dilan ITB 1997 membawa penonton bernostalgia ke atmosfer kampus tahun 90-an yang hangat dan estetis. Kali ini, Dilan digambarkan sebagai seorang mahasiswa jurusan Seni Rupa di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Alur ceritanya akan menyoroti dilema besar yang dihadapi Dilan. Kemunculan Milea membuat Dilan harus memilih antara kenangan masa lalu yang sangat berkesan, atau melangkah maju bersama hubungan barunya dengan Ancika yang penuh harapan.
5. Ariel Noah Menjadi Wajah Baru Dilan di Tahun 1997
Pemilihan aktor untuk film ini sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial. Ariel Noah didapuk untuk memerankan karakter Dilan versi dewasa.
Keputusan ini diambil setelah melalui proses diskusi panjang bersama penulis novel aslinya, Pidi Baiq.
Raline Shah akan beradu akting dengan Ariel untuk menghidupkan kembali karakter Milea. Niken Anjani dipercaya untuk memerankan karakter Ancika.
6. Daftar Pemain Sempat Dikritik
Alih-alih mendapatkan sambutan hangat penuh nostalgia, film yang memasangkan Ariel NOAH dan Raline Shah ini justru dibanjiri kritik tajam netizen.
Kritik paling vokal datang dari ketidaksesuaian usia nyata aktor dengan usia karakter dalam naskah. Secara kronologis, Dilan ITB 1997 berlatar hanya sekitar enam tahun setelah kisah SMA-nya.
Namun, pemilihan Ariel NOAH sebagai Dilan versi mahasiswa dianggap terlalu "matang".
Banyak warganet berseloroh di media sosial bahwa penampilan Ariel lebih mirip mahasiswa program pascasarjana S2 atau S3 ketimbang mahasiswa S1 angkatan '97.
7. Jadwal Tayang di Bioskop
Film yang telah melangsungkan proses syuting sejak November 2025 ini dipastikan siap menyapa penonton dalam waktu dekat.
Dilan ITB 1997 dijadwalkan tayang secara serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai tanggal 30 April 2026.
Kontributor : Rizky Melinda