IIGCE 2026: Saat Panas Bumi Diproyeksikan Jadi Tulang Punggung Energi Indonesia

Vania Rossa | Suara.com

Rabu, 08 April 2026 | 17:30 WIB
IIGCE 2026: Saat Panas Bumi Diproyeksikan Jadi Tulang Punggung Energi Indonesia
IIGCE 2026. (dok. ist)
  • Asosiasi Panas Bumi Indonesia akan menyelenggarakan IIGCE 2026 pada 19–21 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center.
  • Forum ini bertujuan memperkuat kolaborasi global dalam memanfaatkan energi panas bumi sebagai sumber listrik stabil bagi Indonesia.
  • Pemerintah mendorong transisi energi bersih dan keterlibatan swasta untuk meningkatkan ketahanan serta kemandirian energi nasional ke depannya.

Suara.com - Di tengah perubahan iklim, ketidakpastian geopolitik, hingga fluktuasi pasokan global, isu energi kini bukan lagi sekadar urusan teknis pemerintah atau industri. Ia mulai menjadi bagian dari percakapan publik, bahkan perlahan masuk ke gaya hidup dan cara negara memikirkan masa depan.

Indonesia sendiri sedang bergerak menuju arah yang sama. Salah satu momentum pentingnya akan hadir melalui The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026, yang akan digelar pada 19–21 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).

Forum internasional yang diselenggarakan oleh Asosiasi Panas Bumi Indonesia (INAGA) ini akan mempertemukan ratusan pembicara dan ribuan profesional dari berbagai negara untuk membahas masa depan energi bersih, dengan fokus pada panas bumi sebagai sumber listrik utama yang stabil (baseload) bagi Indonesia.

Panas Bumi, Energi yang Selalu Ada

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan potensi panas bumi terbesar di dunia. Namun, pemanfaatannya masih jauh dari maksimal.

Ketua Umum INAGA, Julfi Hadi, menilai panas bumi memiliki posisi strategis karena mampu menyediakan listrik secara stabil, berbeda dengan energi terbarukan lain yang bergantung pada cuaca.

“Panas bumi memiliki peran krusial sebagai baseload dalam transisi energi dan menjamin ketahanan energi nasional. Melalui IIGCE 2026, kami ingin memperkuat kolaborasi global untuk mengatasi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang pengembangannya,” ujar Julfi.

Mengusung tema Energy Self-Sufficiency for a Stronger Indonesia: Geothermal as The Baseload Driving Energy Transition and Security, forum ini akan membahas berbagai isu strategis mulai dari teknologi eksplorasi, pembiayaan proyek energi bersih, hingga kebijakan untuk mempercepat investasi.

Ketahanan Energi Jadi Isu Serius

Pemerintah memandang transisi menuju energi bersih tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga soal ketahanan nasional.

Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional, Dadan Kusdiana, mengatakan Indonesia sedang mendorong dua hal sekaligus: memastikan pasokan energi tetap kuat, sekaligus membuatnya semakin bersih.

“Pemerintah ingin dua-duanya tercapai: energi yang tahan sekaligus energi yang makin bersih,” ujar Dadan.

Salah satu langkahnya adalah mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang selama ini banyak digunakan di daerah terpencil.

Menurut Dadan, PLTD memiliki tantangan logistik karena membutuhkan pasokan bahan bakar yang harus diangkut ke wilayah-wilayah jauh.

“PLTD ini biasanya berada di daerah remote. Mengirim BBM ke sana tidak mudah dan biayanya mahal. Karena itu pendekatannya digeser, memanfaatkan energi yang ada di daerah tersebut, misalnya panas bumi atau tenaga surya,” jelasnya.

Pendekatan ini juga menjadi bagian dari program pemerintah untuk mempercepat transisi energi nasional.

Membuka Ruang Kolaborasi dengan Swasta

Selain pengembangan energi bersih, pemerintah juga sedang memperkuat cadangan penyangga energi nasional (CPE).

Cadangan ini penting untuk menghadapi potensi gangguan pasokan global, terutama dalam situasi geopolitik yang tidak menentu.

Saat ini, regulasi yang ada masih membatasi pembangunan cadangan energi hanya melalui anggaran negara. Karena itu pemerintah tengah menyiapkan revisi aturan agar sektor swasta dapat ikut berpartisipasi.

“Selama ini cadangan energi dilakukan pemerintah melalui APBN sehingga tidak fleksibel. Ke depan, kita ingin membuka peluang bagi pihak di luar pemerintah, termasuk swasta,” kata Dadan.

Meski demikian, pengelolaan cadangan tetap berada di tangan pemerintah, sementara sektor swasta dapat berperan dalam pembangunan fasilitas maupun penyediaan stok.

Secara prinsip, pemerintah menargetkan cadangan energi nasional minimal setara 30 hari volume impor, mencakup minyak mentah, BBM, hingga LPG.

Forum Global untuk Masa Depan Energi

Selama tiga hari penyelenggaraan, IIGCE 2026 akan menghadirkan berbagai kegiatan seperti konferensi tingkat tinggi, diskusi panel, pameran teknologi energi terbaru, hingga sesi business matching antara investor dan pengembang proyek.

Ketua Panitia IIGCE 2026, Aditya Rakit, mengatakan forum ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga tempat lahirnya kerja sama nyata di sektor energi.

“IIGCE 2026 bukan sekadar forum berbagi pengetahuan, tetapi juga tempat lahirnya kemitraan strategis, kesepakatan investasi, dan solusi inovatif bagi tantangan pengembangan panas bumi,” ujarnya.

INAGA juga menggandeng On Us Asia sebagai mitra penyelenggara untuk memastikan forum ini berlangsung dengan standar internasional.

Energi Bersih sebagai Masa Depan

Dengan potensi panas bumi yang besar dan meningkatnya perhatian global terhadap energi bersih, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi pusat pengembangan energi terbarukan di kawasan Asia Pasifik.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan investor, forum seperti IIGCE diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek energi bersih sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Di tengah dunia yang terus berubah, cara negara mengelola energi tidak lagi sekadar soal listrik menyala, tetapi juga tentang bagaimana memastikan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi generasi berikutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Klaim Kondisi RI Jauh Lebih Baik dari Negara Lain di Tengah Lonjakan Harga Energi Dunia

Prabowo Klaim Kondisi RI Jauh Lebih Baik dari Negara Lain di Tengah Lonjakan Harga Energi Dunia

News | Rabu, 08 April 2026 | 16:07 WIB

Komitmen Energi Berkelanjutan, Pertamina Borong 14 Proper Emas & 108 Hijau dari KLH

Komitmen Energi Berkelanjutan, Pertamina Borong 14 Proper Emas & 108 Hijau dari KLH

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 15:34 WIB

IIGCE 2026 Segera Digelar, Fokus ke Percepatan Panas Bumi di Indonesia

IIGCE 2026 Segera Digelar, Fokus ke Percepatan Panas Bumi di Indonesia

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 15:32 WIB

Terkini

Intip Pesona 5 Pantai Eksotis di Australia Barat, Ada Spa Alami di Tengah Karang

Intip Pesona 5 Pantai Eksotis di Australia Barat, Ada Spa Alami di Tengah Karang

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 17:48 WIB

Sempat Rusak Diterjang Banjir, Wisata Denda Seruni Lombok Timur Dibuka dengan Wajah Baru!

Sempat Rusak Diterjang Banjir, Wisata Denda Seruni Lombok Timur Dibuka dengan Wajah Baru!

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 17:31 WIB

9 Promo Skincare dan Makeup Viva April 2026: Beli Banyak Makin Hemat

9 Promo Skincare dan Makeup Viva April 2026: Beli Banyak Makin Hemat

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 17:25 WIB

Gimana Cara Mengatasi Jerawat ketika Haid? 5 Skincare Salicylic Acid Ini Patut Dicoba

Gimana Cara Mengatasi Jerawat ketika Haid? 5 Skincare Salicylic Acid Ini Patut Dicoba

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 17:03 WIB

5 Bedak Tabur Lokal yang Bikin Wajah Tampak Lebih Muda dan Segar  di Usia Matang

5 Bedak Tabur Lokal yang Bikin Wajah Tampak Lebih Muda dan Segar di Usia Matang

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 16:50 WIB

Mengapa Spesies Invasif Jadi Ancaman Serius bagi Alam Indonesia: Bagaimana Menanganinya?

Mengapa Spesies Invasif Jadi Ancaman Serius bagi Alam Indonesia: Bagaimana Menanganinya?

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 16:35 WIB

Kenapa Transisi Energi Kini Jadi Isu Penting bagi Masa Depan Indonesia

Kenapa Transisi Energi Kini Jadi Isu Penting bagi Masa Depan Indonesia

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 15:25 WIB

7 Sunscreen dengan Kandungan Salicylic Acid dan Niacinamide, Cocok Buat Si Acne Prone

7 Sunscreen dengan Kandungan Salicylic Acid dan Niacinamide, Cocok Buat Si Acne Prone

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 15:15 WIB

Kebiasaan Beli Makanan Matang Tiap Hari Bikin Gaji Numpang Lewat, Benarkah?

Kebiasaan Beli Makanan Matang Tiap Hari Bikin Gaji Numpang Lewat, Benarkah?

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 15:05 WIB

Moisturizer atau Day Cream Dulu? Ini Urutan Skincare Pagi yang Benar

Moisturizer atau Day Cream Dulu? Ini Urutan Skincare Pagi yang Benar

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 15:05 WIB