Sejauh ini, beberapa upaya damai telah dilakukan oleh berbagai pihak. Namun demikian gencatan senjata yang tercipta masih dinilai rapuh. Secara faktual, Iran masih memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz, dan mampu menutupnya kapan saja.
Penutupan selat ini akan membatasi lalu lintas laut yang terjadi, sehingga banyak negara akan terdampak. Strategi ini dipertahankan oleh Iran sebagai kartu As menghadapi tindakan dari AS dan Israel yang dinilai sama sekali tidak mencerminkan negara besar yang bertanggung jawab menjaga perdamaian dunia.
5. Berbagi ‘Kuasa’ dengan Oman
Disampaikan oleh Sanjeet Ruhal, seorang profesor hukum keamanan maritim internasional di International Maritime Law Institute, Malta, Iran dan Oman mempertahankan kedaulatan atas laut teritorial masing-masing, namun kedaulatan tersebut dibatasi oleh hak lintas transit di selat yang digunakan untuk navigasi internasional. Pernyataan ini diunggah dalam situs resmi trtindonesia.com.
Melalui akun resmi X @IraninSA, juga disampaikan, ‘ONLY Iran dan Oman will decide the future of the Strait of Hormuz. You are in safe hands, no worries’.
Hal ini sekaligus jadi pernyataan tegas bahwa kuasa atas selat istimewa ini tidak akan diberikan pada siapapun, dan tidak akan tunduk pada siapapun kecuali dua negara tersebut.
Itu tadi sedikit penjelasan mengapa Iran bisa mengendalikan Selat Hormuz, semoga bermanfaat!
Kontributor : I Made Rendika Ardian