- Cushion sebaiknya diganti setiap 3 hingga 6 bulan demi kesehatan kulit.
- Perubahan aroma dan warna oksidasi menjadi tanda produk sudah tidak layak.
- Gunakan teknik tap-tap agar hasil riasan wajah terlihat natural dan tidak geser.
Suara.com - Cushion memang jadi produk makeup andalan buat Anda yang suka sat-set, tapi ingin hasil yang flawless.
Namun, cushion memiliki spons dan puff yang sering bersentuhan langsung dengan kulit ketika diaplikasikan, sehingga produk ini jadi lebih rentan terhadap bakteri.
Karena itu, memakai cushion sampai benar-benar habis atau kering tanpa memperhatikan sudah berapa lama produk tersebut dibuka sangat berisiko.
Sebab, pemakaian cushion yang sudah tak layak pakai bisa bikin wajah bruntusan sampai jerawatan, meskipun masa kadaluwarsa masih lama.
Biar kulit tetap sehat, yuk simak panduan kapan harus mengganti cushion dan kesalahan apa saja yang harus dihindari.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Ganti Cushion?
Berbeda dengan foundation botolan yang bisa awet 12-18 bulan, cushion punya umur simpan yang lebih pendek setelah dibuka.

1. Aturan 3-6 Bulan
Idealnya, cushion sebaiknya diganti setiap 3 hingga 6 bulan sekali.
Karena setiap kali Anda menekan puff ke spons, bakteri dari wajah atau udara bisa berpindah dan berkembang biak di dalamnya.
2. Oksidasi Warna
Jika cushion warnanya terlihat jauh lebih gelap, kusam, atau berubah jadi oranye dibanding saat pertama beli, itu tandanya sudah terjadi oksidasi.
Memaksakan memakainya terus hanya akan bikin wajahmu terlihat dekil.
3. Aroma dan Tekstur Berubah
Jika muncul aroma apek atau aneh, serta teksturnya mulai mengering dan tidak rata saat dioleskan, segera buang dan ganti dengan refill baru.
4. Spons Sudah Benar-Benar Kering