Kekayaan Hery Susanto versi LHKPN, Ketua Ombudsman yang Jadi Tersangka Korupsi

Ruth Meliana

Jum'at, 17 April 2026 | 10:38 WIB
Kekayaan Hery Susanto versi LHKPN, Ketua Ombudsman yang Jadi Tersangka Korupsi
Hery Susanto (ombudsman.go.id)

Suara.com - Kejaksaan Agung menetapkan Ketua Ombudsman RI periode 2026-2031, Hery Susanto sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan kegiatan tata kelola usaha pertambangan Nikel di Sulawesi Tenggara periode 2013-2025.

Penetapan Hery Susanto sebagai tersangka tidak terlepas dari perannya dalam menerima pesanan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) PT Toshida Indonesia, yang mana tujuan utamanya supaya bisa bebas dari kewajiban membayar PNBP atau Penerimaan Negara Bukan Pajak.

Hal ini diutarakan oleh Direktur Penyidikan Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi saat konferensi pers di kantornya pada Kamis, 16 April 2026.

“Penetapan tersangka tersebut dilakukan setelah tim penyidik menemukan bukti yang cukup,” tutur Syarief Sulaeman Nahdi.

Sementara itu, total kekayaan Ketua Ombudsman RI Hery Susanto yang kini jadi tersangka tersebut sangat besar senilai miliaran rupiah.

Lantas, bagaimana kronologi Ketua Ombudsman RI tersebut bisa menjadi tersangka? Seperti apa rincian kekayaan yang dimilikinya? Artikel ini akan memaparkan secara singkat.

Kronologi Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka

Kasus korupsi yang menyeret petinggi Ombudsman RI periode 2026-2031 ini bermula dari permasalahan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dihadapi PT TSHI.

Perusahaan tersebut diketahui mempermasalahkan perhitungan PNBP yang ditetapkan oleh Kementerian Ketuhanan, hingga LD selaku pemilik PT TSHI berusaha keras mencari solusi supaya bisa menolak pembayaran senilai nominal tertentu.

Sampai pada satu titik, LD bertemu dengan Hery. Saat itu statusnya masih menjadi anggota Ombudsman RI periode 2021-2026.

Selanjutnya, Hery Susanto membantu dengan cara memulai pemeriksaan Kemenhut memakai skenario tertentu yakni seolah-olah berasal dari laporan, aduan atau keluhan masyarakat.

Saat proses pemeriksaan berlangsung, Hery diduga mengatur kajian sedemikian rupa supaya kebijakan Kemenhut yang berkaitan dengan kewajiban pembayaran denda oleh PT TSHI dianggap keliru.

“Surat atau kebijakan yang dilakukan oleh Kemenhut itu dikoreksi oleh Ombudsman dengan perintah agar PT TSHI melakukan penghitungan sendiri terkait beban yang harus dibayar,” ungkap Syarief.

Pertemuan terus berlanjut antara Hery dan LO (perantara) yang terjadi pada bulan April 2025. Aktivitas tersebut diduga berlangsung di dua tempat berbeda yaitu Gedung Ombudsman RI dan Hotel Borobudur, Jakarta.

Pertemuan khusus itu sampai bisa terjadi karena LKM sebagai direktur PT TSHI bersama dengan LO sudah memahami peran penting Ombudsman untuk menangani kebijakan pemerintah termasuk kebijakan Kemenhut terkait pembayaran PNBP.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Tersangka, Harta Rp 4,1 Miliar Ketua Ombudsman Terungkap di Tengah Penyelidikan Kejagung

Jadi Tersangka, Harta Rp 4,1 Miliar Ketua Ombudsman Terungkap di Tengah Penyelidikan Kejagung

News | Jum'at, 17 April 2026 | 09:30 WIB

Terkini

Kenduri Kurban di Pidie Jaya, Tradisi yang Sembuhkan Duka Penyintas Banjir

Kenduri Kurban di Pidie Jaya, Tradisi yang Sembuhkan Duka Penyintas Banjir

Lifestyle | Senin, 01 Juni 2026 | 23:38 WIB

Cushion Korea Apa Saja yang Bagus? Ini 4 Pilihan dengan Review Nyaris Sempurna di Shopee

Cushion Korea Apa Saja yang Bagus? Ini 4 Pilihan dengan Review Nyaris Sempurna di Shopee

Lifestyle | Senin, 01 Juni 2026 | 19:45 WIB

Lipstik Apa yang Bagus dan Tahan Lama? Ini 3 Pilihan yang Melembabkan Bibir Awet Seharian

Lipstik Apa yang Bagus dan Tahan Lama? Ini 3 Pilihan yang Melembabkan Bibir Awet Seharian

Lifestyle | Senin, 01 Juni 2026 | 18:54 WIB

Indonesia Open 2026 Jadi Pesta Rakyat Bulu Tangkis, Bisa Nikmati Sportainment hingga Test Drive EV

Indonesia Open 2026 Jadi Pesta Rakyat Bulu Tangkis, Bisa Nikmati Sportainment hingga Test Drive EV

Lifestyle | Senin, 01 Juni 2026 | 18:50 WIB

4 Sepatu Wanita Casual dari Brand Lokal, Nyaman di Kaki dan Enak Dipandang

4 Sepatu Wanita Casual dari Brand Lokal, Nyaman di Kaki dan Enak Dipandang

Lifestyle | Senin, 01 Juni 2026 | 18:40 WIB

4 Sunscreen untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat Paling Populer di Indonesia

4 Sunscreen untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat Paling Populer di Indonesia

Lifestyle | Senin, 01 Juni 2026 | 17:45 WIB

Belajar Langsung di Hutan Mangrove, Cara KLH Kenalkan Keanekaragaman Hayati ke Generasi Muda

Belajar Langsung di Hutan Mangrove, Cara KLH Kenalkan Keanekaragaman Hayati ke Generasi Muda

Lifestyle | Senin, 01 Juni 2026 | 17:28 WIB

Profil Bupati Pandeglang: Lantik Tersangka Pidana Tabrakan Maut Jadi Staf Ahli Hukum

Profil Bupati Pandeglang: Lantik Tersangka Pidana Tabrakan Maut Jadi Staf Ahli Hukum

Lifestyle | Senin, 01 Juni 2026 | 16:40 WIB

4 Lipstik di Minimarket Terdekat yang Mudah Ditemukan, Harga Mulai Rp15 Ribuan

4 Lipstik di Minimarket Terdekat yang Mudah Ditemukan, Harga Mulai Rp15 Ribuan

Lifestyle | Senin, 01 Juni 2026 | 16:15 WIB

Menjaga Tradisi Sangjit, Sangjit by Sinar Wijaya Hadir dengan Layanan Terintegrasi

Menjaga Tradisi Sangjit, Sangjit by Sinar Wijaya Hadir dengan Layanan Terintegrasi

Lifestyle | Senin, 01 Juni 2026 | 16:05 WIB