Apa Itu Greenwashing: Mengapa Ini Marak dan Menyesatkan?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 17 April 2026 | 15:05 WIB
Apa Itu Greenwashing: Mengapa Ini Marak dan Menyesatkan?
Ilustrasi Greenwashing (freepik/freepik)

Suara.com - Bayangkan kamu berdiri di lorong supermarket dan menemukan sebotol sabun cair berlabel “organik”, “tanpa bahan kimia”, dan “eco-friendly”. Sekilas, membeli produk tersebut terasa seperti langkah kecil untuk menjaga lingkungan. Tapi, benarkah semua klaim itu bisa dipercaya?

Di balik tren produk ramah lingkungan, ada praktik yang dikenal sebagai greenwashing—strategi pemasaran yang membuat produk terlihat lebih “hijau” dari kenyataannya.

Apa itu Greenwashing ? 

Di balik berbagai klaim ramah lingkungan pada kemasan produk,  terdapat praktik yang dikenal sebagai greenwashing. Praktik ini merujuk pada strategi pemasaran yang membuat suatu produk tampak lebih eco-friendly atau lebih hijau, sebagaimana dilaporkan oleh greennetwork.id (15/4/2026). 

Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan, banyak perusahaan memanfaatkan tren ini untuk menarik konsumen. Data menunjukkan bahwa minat terhadap produk ramah lingkungan terus meningkat, sehingga label eco-friendly sering dijadikan alat pemasaran utama. 

Namun, praktik ini berpotensi menyesatkan. Konsumen merasa telah membuat pilihan yang tepat, padahal produk tersebut belum tentu benar-benar ramah lingkungan. Meskipun laporan dari Rep Risk di tahun 2024 menunjukkan adanya penurunan praktik greenwashing, risikonya tetap tinggi untuk kembali meningkat. 

Lalu, apa alasan dari tingginya praktik greenwashing

Dilema Ekonomi VS Etika Konsumen 

Salah satu faktor pendorong greenwashing adalah harga produk ramah lingkungan yang relatif lebih mahal. Sebagian konsumen ingin beralih ke produk ramah lingkungan, tetapi terhalang oleh biaya. Kondisi ini dimanfaatkan oleh perusahaan dengan menghadirkan produk berlabel “eco-friendly” tanpa bukti yang jelas. Akibatnya, konsumen mudah terpengaruh oleh klaim tersebut tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

baca juga

Oleh karena itu, konsumen perlu lebih kritis dalam memilih produk, termasuk dengan mencari informasi tambahan dari berbagai informasi sebelum membeli. Dengan adanya media sosial tentunya memudahkan kita dalam melakukan riset produk yang akan kita beli. 

Perlu Dukungan Pemerintah

Upaya mengatasi greenwashing tidak bisa hanya dibebankan pada konsumen. Pemerintah memiliki peran penting dalam mengatur dan mengawasi klaim produk di pasar. Meskipun Indonesia sudah memiliki Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Namun, belum ada regulasi spesifik yang mengatur praktik greenwashing.

Dengan adanya kebijakan yang disertai penagwasan, para pelaku usaha akan lebih hati-hati dan segan untuk melakukan praktik greenwashing. Ke depannya, diperlukan kebijakan yang lebih tegas untuk mengatur klaim ramah lingkungan, mendukung konsumen dari informasi menyesatkan, dan mendukung produsen yang benar-benar menerapkan praktik eco-friendly dalam proses pembuatan produknya. 

Pada akhirnya, kesadaran konsumen saja tidak cukup untuk melawan praktik greenwashing. Diperlukan kerja sama antara konsumen yang kritis, pemerintah yang tegas dalam mengatur klaim produk, dan perusahaan yang jujur. Tanpa hal-hal tersebut, label eco- friendly hanya akan menjadi strategi pemasaran, bukan solusi nyata bagi keberlanjutan lingkungan. 

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Produksi Rumput Laut Naik, Kenapa Nilainya Masih Rendah?

Produksi Rumput Laut Naik, Kenapa Nilainya Masih Rendah?

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 14:26 WIB

Dari Rumah Hingga ke Sekolah, Bagaimana Strategi River Ranger Jakarta Bangun Gerakan Minim Sampah

Dari Rumah Hingga ke Sekolah, Bagaimana Strategi River Ranger Jakarta Bangun Gerakan Minim Sampah

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 12:30 WIB

Ribuan Desa Belum Berlistrik, Bisakah , PLTMH Jawab Krisis Listrik di Wilayah Terpencil?

Ribuan Desa Belum Berlistrik, Bisakah , PLTMH Jawab Krisis Listrik di Wilayah Terpencil?

News | Kamis, 16 April 2026 | 15:10 WIB

Terkini

Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme

Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 07:54 WIB

Warung Makan Non Halal di Sukoharjo Diduga Dibakar oleh OTK

Warung Makan Non Halal di Sukoharjo Diduga Dibakar oleh OTK

Surakarta | Senin, 14 September 2026 | 07:51 WIB

5 Pilihan HP Murah 5G Mulai Rp 2 Jutaan, Performa Stabil Fitur Melimpah

5 Pilihan HP Murah 5G Mulai Rp 2 Jutaan, Performa Stabil Fitur Melimpah

Tekno | Senin, 14 September 2026 | 07:38 WIB

Pertamina Patra Niaga dan Pemprov Sulsel Bersinergi, Antrean BBM di SPBU Makassar Mulai Melandai

Pertamina Patra Niaga dan Pemprov Sulsel Bersinergi, Antrean BBM di SPBU Makassar Mulai Melandai

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 07:37 WIB

Pertamina Patra Niaga Pastikan Kebijakan Harga BBM Berjalan Sesuai Kebijakan Pemerintah

Pertamina Patra Niaga Pastikan Kebijakan Harga BBM Berjalan Sesuai Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 07:30 WIB

4 Shio Beruntung Dapat Bayaran Tambahan Minggu Ini, Ada Rezeki Tak Terduga?

4 Shio Beruntung Dapat Bayaran Tambahan Minggu Ini, Ada Rezeki Tak Terduga?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 07:30 WIB

Pertamina Janji Dua Hari ke Depan Kondisi SPBU di Makassar Normal

Pertamina Janji Dua Hari ke Depan Kondisi SPBU di Makassar Normal

Sulsel | Senin, 14 September 2026 | 07:30 WIB

PSSI Kerja Sama dengan Ajax Amsterdam Kembangkan Sepak Bola RI

PSSI Kerja Sama dengan Ajax Amsterdam Kembangkan Sepak Bola RI

Video | Senin, 14 September 2026 | 07:30 WIB

69 Korban Selamat Kapal Virgo Tiba di Banjarmasin, Langsung Jalani Pemeriksaan Medis

69 Korban Selamat Kapal Virgo Tiba di Banjarmasin, Langsung Jalani Pemeriksaan Medis

News | Senin, 14 September 2026 | 07:08 WIB

BPH Migas Beberkan Alasan SPBU di Makassar Terus Diserbu Warga

BPH Migas Beberkan Alasan SPBU di Makassar Terus Diserbu Warga

Sulsel | Senin, 14 September 2026 | 07:07 WIB

×