Suara.com - Hari Bumi kembali diperingati pada hari ini, Rabu, 22 April 2026, dengan tema "Our Power, Our Planet" (Kekuatan Kita, Planet Kita).
Fokus utama tahun ini adalah aksi nyata masyarakat, seperti penanaman pohon dan edukasi lingkungan, untuk memperkuat perlindungan lingkungan di tengah krisis iklim.
Perayaan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran untuk mengurangi plastik dan menghemat energi.
Berbagai daerah menggelar aksi nyata seperti penanaman pohon dan program edukasi sampah untuk memperingati hari tersebut.
Sejak Hari Bumi pertama pada tahun 1970, aksi masyarakat telah membantu membangun dan memperkuat lembaga lingkungan, hukum, dan norma internasional.
Langkah-langkah ini telah dikaitkan dengan pengurangan penyakit yang disebabkan oleh polusi, peningkatan akses terhadap air bersih, dan manfaat kesehatan masyarakat serta ekonomi jangka panjang di banyak bagian dunia.
Hari Bumi 2026 menyerukan kepada masyarakat di seluruh dunia untuk mengambil tindakan selama Pekan Bumi guna mendukung udara bersih, air bersih, energi bersih, perlindungan sumber daya alam, dan stabilitas iklim.
Faktor-faktor ini secara langsung terkait dengan kesehatan manusia, prediktabilitas ekonomi, ketahanan pangan, dan kinerja infrastruktur lintas batas.
Namun, tahukah kamu bagaimana sejarah dan mengapa Hari Bumi diperingati setiap tanggal 22 April di seluruh dunia? Berikut penjelasan lengkapnya!
Sejarah Hari Bumi, Ini Alasan Dipilih Tanggal 22 April

Melansir laman resmi earthday.org, semua berawal dari senator junior dari Wisconcin bernama Senator Gaylord Nelson yang prihatin dengan memburuknya lingkungan di Amerika Serikat.
Kemudian pada Januari 1969, ia dan banyak orang lainnya menyaksikan kerusakan akibat tumpahan minyak besar-besaran di Santa Barbara, California.
Terinspirasi oleh gerakan anti-perang mahasiswa, Senator Nelson ingin menggabungkan energi protes anti-perang mahasiswa dengan kesadaran publik yang sedang berkembang tentang polusi udara dan air.
Senator Nelson mengumumkan ide untuk mengadakan kegiatan edukasi di kampus-kampus perguruan tinggi kepada media nasional, dan membujuk Pete McCloskey, seorang anggota Kongres dari Partai Republik yang berorientasi pada konservasi, untuk menjadi ketua bersama.
Senator Gaylord Nelson merekrut Denis Hayes, seorang aktivis muda, untuk mengorganisir kegiatan belajar-mengajar di kampus dan memperluas gagasan tersebut ke khalayak yang lebih luas, dan mereka memilih tanggal 22 April, hari kerja yang berada di antara liburan musim semi dan ujian akhir, untuk memaksimalkan partisipasi mahasiswa.
Menyadari potensinya untuk menginspirasi seluruh warga Amerika, Hayes membangun tim nasional yang terdiri dari 85 orang untuk mempromosikan acara-acara di seluruh negeri, dan upaya tersebut segera meluas hingga mencakup berbagai organisasi, kelompok keagamaan, dan lainnya.