Mengapa Memelihara Owa Jawa Bisa Merusak Regenerasi Hutan? Pakar Bilang Begini

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 22 April 2026 | 16:30 WIB
Mengapa Memelihara Owa Jawa Bisa Merusak Regenerasi Hutan? Pakar Bilang Begini
Potret Owa Jawa (Instagram/@roktaviani)

Suara.com - Hutan di Pulau Jawa terus menyusut dan terfragmentasi, menyisakan ekosistem yang kian rapuh. Di tengah kondisi ini, praktik memelihara satwa liar seperti Owa Jawa justru memperparah kerusakan.

Situasi ini mengancam proses alami regenerasi hutan yang tidak bisa digantikan teknologi apa pun. Dilansir dari Forest Watch Indonesia (FWI) (22/4/2026), luas hutan di Pulau Jawa kini hanya sekitar 14 persen dari total daratannya. Ibarat 100 halaman buku, hanya 14 halaman yang masih tersisa dalam kondisi utuh.

Di ruang yang semakin sempit ini, peran satwa endemik seperti Owa Jawa menjadi krusial bagi keberlangsungan ekosistem.

Mekanisme Alami yang Tak Tergantikan

Owa Jawa dikenal sebagai “petani hutan”, sebutan yang bukan tanpa alasan. Rahayu Oktaviani, konservasionis dan ahli primata, menjelaskan bahwa primata ini berperan penting dalam penyebaran biji yang menopang regenerasi hutan.

“Owa Jawa di hutan Pulau Jawa memiliki peran sangat vital sebagai petani hutan,” ujarnya.

Biji dari buah yang mereka konsumsi tidak hancur dalam sistem pencernaan, melainkan tersebar kembali di berbagai lokasi melalui kotorannya. Proses ini memungkinkan tumbuhnya pohon-pohon baru secara alami, sebuah mekanisme ekologis yang hingga kini belum mampu direplikasi oleh teknologi.

Rahayu menegaskan, hubungan antara Owa Jawa dan hutan bersifat saling bergantung.

“Adanya Owa Jawa membantu hutan tetap hidup, dan hutan membantu Owa Jawa juga tetap hidup,” tegasnya.

baca juga

Memelihara Owa Jawa, Menghentikan Regenerasi Alam

Namun, rantai alami ini terancam. Populasi Owa Jawa di alam liar kini diperkirakan hanya tersisa 2.000 hingga 4.000 individu, menurut Yayasan Owa Jawa (22/4/2026).

Salah satu ancaman terbesar datang dari praktik perdagangan dan pemeliharaan ilegal. Banyak orang tidak menyadari bahwa memelihara bayi Owa Jawa berarti membunuh induknya.

“Memelihara Owa Jawa itu artinya membunuh induknya. Karena untuk mendapatkan bayinya, indukannya harus mati terlebih dahulu,” ujar Rahayu.

Dengan tingkat reproduksi yang lambat, hanya melahirkan setiap 2 hingga 3 tahun, kehilangan satu individu memiliki dampak besar bagi populasi.

Jika tren ini terus berlanjut, bukan hanya spesiesnya yang terancam punah, tetapi juga proses penyebaran biji yang menjadi fondasi regenerasi hutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Bumi 2026: Refleksi di Tengah Kepungan Kabut dan Ancaman Karhutla

Hari Bumi 2026: Refleksi di Tengah Kepungan Kabut dan Ancaman Karhutla

Your Say | Rabu, 22 April 2026 | 14:45 WIB

Perempuan di Balik Konservasi, Cerita Rahayu Oktaviani 17 Tahun Dedikasikan Diri untuk Owa Jawa

Perempuan di Balik Konservasi, Cerita Rahayu Oktaviani 17 Tahun Dedikasikan Diri untuk Owa Jawa

Lifestyle | Rabu, 22 April 2026 | 14:00 WIB

Kartini Masa Kini: Aksi Nyata Prilly Untuk Lingkungan Berkelanjutan

Kartini Masa Kini: Aksi Nyata Prilly Untuk Lingkungan Berkelanjutan

Lifestyle | Selasa, 21 April 2026 | 19:00 WIB

Terkini

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:39 WIB

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:37 WIB

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:35 WIB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:29 WIB

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:28 WIB

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Entertainment | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:13 WIB

×