Dampak ke Manusia: Dari Hulu ke Hilir
Kerusakan ini tidak berhenti di hutan. Rahayu mengingatkan bahwa apa yang terjadi di dalam ekosistem hutan akan berdampak langsung pada kehidupan manusia, termasuk yang tinggal di perkotaan.
“Apapun yang terjadi di dalam hutan pasti akan berdampak pada kita,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Saya percaya apa yang terjadi di hulu, itu pasti akan berdampak pada hilir.”
Tanpa regenerasi hutan yang optimal, risiko bencana seperti banjir meningkat akibat berkurangnya vegetasi penyerap air. Artinya, hilangnya Owa Jawa bukan sekadar kehilangan satu spesies, tetapi juga hilangnya fungsi ekologis yang menopang kehidupan manusia.
Lebih dari Sekadar Satwa
Dengan keanekaragaman satwa di Pulau Jawa yang relatif terbatas dibanding pulau lain, setiap spesies memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam.
“Satwa apapun yang tersisa di Jawa memiliki peran ekologi yang sangat penting, terutama Owa Jawa,” tegas Rahayu.
Karena itu, menjaga Owa Jawa tetap di habitat alaminya bukan hanya soal konservasi satwa, tetapi juga menjaga masa depan ekosistem, dan manusia itu sendiri.
“Semua orang bisa ikut berperan. Mulai dari tidak memelihara satwa liar hingga meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian alam,” tutupnya.