Tak Sekadar Wisata, Bagaimana Edukasi dan Restorasi Sains Menjaga Terumbu Karang?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 23 April 2026 | 11:21 WIB
Tak Sekadar Wisata, Bagaimana Edukasi dan Restorasi Sains Menjaga Terumbu Karang?
Tak Sekadar Wisata, Bagaimana Edukasi dan Restorasi Sains Menjaga Terumbu Karang? (Dok. Istimewa)
  • AYANA Komodo Waecicu Beach meluncurkan program Coral Trail dan Marine Discovery Center pada 22 April untuk mengedukasi wisatawan.
  • Program tersebut melibatkan sesi sains, snorkeling terpandu, dan observasi laboratorium guna meningkatkan kesadaran pengunjung terhadap pelestarian terumbu karang.
  • Inisiatif ini bertujuan menjembatani pengetahuan ilmiah dengan pengalaman langsung untuk memastikan pariwisata mendukung keberlanjutan jangka panjang ekosistem laut.

Suara.com - Upaya pelestarian ekosistem laut semakin mendesak di tengah tekanan terhadap terumbu karang yang terus meningkat, mulai dari perubahan iklim hingga aktivitas manusia.

Di banyak destinasi wisata bahari, tantangan terbesar bukan hanya menjaga ekosistem tetap hidup, tetapi juga memastikan aktivitas pariwisata tidak mempercepat kerusakan yang ada.

Dalam konteks ini, sejumlah inisiatif mulai menggabungkan pendekatan konservasi dengan edukasi publik. Salah satunya dilakukan oleh AYANA Komodo Waecicu Beach yang memperkenalkan program berbasis pengalaman untuk meningkatkan kesadaran terhadap ekosistem laut, bertepatan dengan peringatan Hari Bumi pada 22 April.

Program yang diperkenalkan mencakup Coral Trail dan perluasan fasilitas Marine Discovery Center. Keduanya dirancang tidak hanya sebagai aktivitas wisata, tetapi juga sebagai medium edukasi berbasis sains yang mengajak pengunjung memahami kondisi dan tantangan terumbu karang.

Tak Sekadar Wisata,  Bagaimana Edukasi dan Restorasi Sains Menjaga Terumbu Karang? (Dok. Istimewa)
Tak Sekadar Wisata, Bagaimana Edukasi dan Restorasi Sains Menjaga Terumbu Karang? (Dok. Istimewa)

Ahli biologi kelautan di resor tersebut, Lee Miles, menjelaskan bahwa pendekatan ini bertujuan menjembatani pengetahuan ilmiah dengan pengalaman langsung di lapangan.

“Kami ingin tamu tidak hanya melihat keindahan bawah laut, tetapi juga memahami bagaimana ekosistem ini bekerja dan apa yang mengancamnya,” ujarnya.

Program Coral Trail dimulai dengan sesi pengenalan di pusat edukasi, yang membahas struktur terumbu karang, keanekaragaman hayati laut, serta ancaman global seperti pemutihan karang.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada praktik restorasi yang sedang dilakukan, termasuk teknik penanaman kembali karang dan cara berinteraksi dengan lingkungan laut secara bertanggung jawab.

Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan snorkeling terpandu di area terumbu karang dan lokasi restorasi. Pendekatan ini memungkinkan peserta melihat langsung kondisi ekosistem sekaligus proses pemulihan yang sedang berlangsung. Pengawasan oleh tim profesional menjadi bagian penting untuk memastikan aktivitas tetap minim dampak terhadap lingkungan.

Sementara itu, perluasan Marine Discovery Center menghadirkan fasilitas tambahan berupa laboratorium karang. Ruang ini memungkinkan pengunjung mengamati struktur karang melalui mikroskop serta memahami proses biologis yang selama ini tidak terlihat secara kasat mata.

Pihak resor menyebut, transparansi dalam proses konservasi menjadi salah satu fokus utama. “Melalui fasilitas ini, kami ingin menunjukkan bahwa konservasi bukan konsep abstrak, tetapi proses nyata yang bisa dipelajari dan dipahami siapa saja,” kata Lee Miles.

Pendekatan ini mencerminkan tren yang lebih luas di sektor pariwisata, di mana edukasi dan konservasi mulai menjadi bagian integral dari pengalaman wisata. Di tengah meningkatnya tekanan terhadap ekosistem laut, keterlibatan publik dinilai menjadi salah satu kunci untuk menjaga keberlanjutan jangka panjang.

Meski demikian, efektivitas program semacam ini tetap bergantung pada konsistensi implementasi dan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pengelola kawasan, wisatawan, dan komunitas lokal. Tanpa itu, upaya konservasi berisiko berhenti sebagai inisiatif terbatas, tanpa dampak signifikan terhadap kondisi ekosistem secara keseluruhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menjaga yang Tersisa: Peran Rahayu Oktaviani dan KIARA dalam Konservasi Owa Jawa

Menjaga yang Tersisa: Peran Rahayu Oktaviani dan KIARA dalam Konservasi Owa Jawa

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 10:44 WIB

Menemukan Sisi Tenang Uskudar di Tengah Istanbul

Menemukan Sisi Tenang Uskudar di Tengah Istanbul

Foto | Selasa, 21 April 2026 | 14:25 WIB

Menembus Waktu di Grand Bazaar, Ikon Perdagangan Abadi Kota Istanbul

Menembus Waktu di Grand Bazaar, Ikon Perdagangan Abadi Kota Istanbul

Foto | Senin, 20 April 2026 | 15:18 WIB

Terkini

Ulang Tahun ke-85, Mien R. Uno Luncurkan Buku Cermin Diri: Berisi Pesan untuk Generasi Muda

Ulang Tahun ke-85, Mien R. Uno Luncurkan Buku Cermin Diri: Berisi Pesan untuk Generasi Muda

Lifestyle | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:31 WIB

Belajar Bahasa Inggris Bukan Sekadar Hafal Kosa Kata, Ini Tantangan yang Harus Disadari Orang Tua

Belajar Bahasa Inggris Bukan Sekadar Hafal Kosa Kata, Ini Tantangan yang Harus Disadari Orang Tua

Lifestyle | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:52 WIB

Jangan Asal Pakai Skincare, Kulit Berjerawat Butuh Formula yang Tetap Jaga Lapisan Pelindung Kulit

Jangan Asal Pakai Skincare, Kulit Berjerawat Butuh Formula yang Tetap Jaga Lapisan Pelindung Kulit

Lifestyle | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:07 WIB

4 Sunscreen Paling Murah untuk Mencerahkan Wajah dan Hempaskan Flek Hitam

4 Sunscreen Paling Murah untuk Mencerahkan Wajah dan Hempaskan Flek Hitam

Lifestyle | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:15 WIB

31 Mei dan 1 Juni 2026 Libur Apa? Ini Bedanya agar Tak Salah Momen

31 Mei dan 1 Juni 2026 Libur Apa? Ini Bedanya agar Tak Salah Momen

Lifestyle | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:15 WIB

Terpopuler: Sepatu Tanpa Tali dari New Balance hingga Adidas Buat Jalan Kaki Anti Pegal

Terpopuler: Sepatu Tanpa Tali dari New Balance hingga Adidas Buat Jalan Kaki Anti Pegal

Lifestyle | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:30 WIB

Apa Makna Hari Raya Waisak bagi Umat Buddha?

Apa Makna Hari Raya Waisak bagi Umat Buddha?

Lifestyle | Jum'at, 29 Mei 2026 | 15:15 WIB

5 Matras Yoga Anti Slip yang Nyaman Dipakai Olahraga, Banyak Dipuji Tidak Gampang Geser

5 Matras Yoga Anti Slip yang Nyaman Dipakai Olahraga, Banyak Dipuji Tidak Gampang Geser

Lifestyle | Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:16 WIB

Jadwal dan Susunan Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di Jakarta, Ini Dresscode-nya

Jadwal dan Susunan Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di Jakarta, Ini Dresscode-nya

Lifestyle | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:36 WIB

Kenapa Pancasila Lahir pada Tanggal 1 Juni 1945? Ini Sejarah Perjuangannya

Kenapa Pancasila Lahir pada Tanggal 1 Juni 1945? Ini Sejarah Perjuangannya

Lifestyle | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:35 WIB