Suara.com - Sosok Rudy Mas’ud dalam tengah menjadi salah satu figur politik yang paling banyak dibicarakan di Kalimantan Timur.
Dari latar belakang pengusaha hingga kini menduduki kursi Gubernur Kaltim, perjalanannya penuh dengan sorotan publik baik prestasi maupun kontroversi kebijakan yang menyertainya.
Di tengah perhatian masyarakat terhadap berbagai keputusan pemerintah provinsi, nama Rudy Mas'ud kembali ramai diperbincangkan karena gaya kepemimpinannya dan sejumlah kebijakan anggaran yang dianggap menuai pro dan kontra.
Lantas sebenarnya siapa Rudy Mas'ud sebelum menjadi Gubernur Kaltim? Simak penjelasan berikut ini.
Karier Rudy Mas'ud

Dari Dunia Usaha ke Panggung Politik
Sebelum masuk ke dunia politik, Rudy Mas’ud dikenal sebagai pengusaha yang bergerak di sektor energi dan logistik. Ia membangun bisnis di bidang transportasi bahan bakar, galangan kapal, hingga penyimpanan energi bersama keluarganya.
Beberapa posisi penting yang pernah ia pegang antara lain:
- Executive Chairman PT Barokah Bersaudara Perkasa (2000–2018)
- Direktur Utama PT Barokah Gemilang Perkasa (2008–2018)
Selain itu, Rudy juga tercatat aktif di berbagai perusahaan lain yang menunjukkan kiprahnya yang kuat di dunia bisnis sebelum terjun ke politik. Beberapa posisi pentingnya antara lain:
- Komisaris PT Istana Gemilang Perkasa (2010-2018)
- Komisaris PT Mashud Bersaudara Internasional (2013-2018)
- Komisaris PT Cakra Buanamas Utama (2014-2015)
- Komisaris PT Barokah Agro Perkasa (2014-2018)
- Komisaris PT Eissu Prima Usaha (2015-2018)
- Direktur Utama PT Cakra Buanamas Utama (2015-2018)
- Direktur Utama PT Eissu Prima Usaha (2015-2018)
Awal Karier Politik Rudy Mas’ud
Langkah Rudy ke dunia politik dimulai saat ia memimpin organisasi Ketua Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Kalimantan Timur pada 2018. Dari sana, ia kemudian naik menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kaltim periode 2020–2025.
Karier politiknya semakin menanjak ketika berhasil terpilih sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2019. Di Senayan, ia duduk di Komisi VII yang membidangi energi, riset, dan teknologi.
Puncaknya pada Pilkada 2024, Rudy berpasangan dengan Seno Aji dan berhasil memenangkan pemilihan Gubernur Kaltim dengan perolehan suara lebih dari 55 persen.
Dalam perjalanan karier politiknya, Rudy pernah dua kali terseret isu dugaan politik uang. Namun, Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan bahwa tidak ada bukti yang menguatkan tuduhan tersebut.