Suara.com - Daycare Little Aresha Punya Siapa? Geger Dugaan Kekerasan pada Anak
Kasus dugaan kekerasan terhadap anak kembali menyita perhatian publik. Kali ini, sorotan tertuju pada sebuah tempat penitipan anak bernama Daycare Little Aresha yang mendadak viral di media sosial. Pertanyaan yang ramai diperbincangkan pun bermunculan, mulai dari siapa pemilik daycare tersebut hingga bagaimana dugaan kekerasan itu bisa terjadi.
Peristiwa ini menjadi semakin sensitif karena melibatkan anak usia dini. Bahkan, dalam kasus lain yang turut mencuat, seorang balita berusia dua tahun di Depok, Jawa Barat, diduga menjadi korban kekerasan di sebuah daycare yang dimiliki oleh seorang influencer parenting. Kasus tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian dan saat ini masih dalam proses penyelidikan.
Polres Metro Depok telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk orang tua korban, satpam, dan staf daycare. Selain itu, penyidik juga menunggu hasil visum dari rumah sakit untuk memperkuat bukti. Terduga pelaku pun dijadwalkan untuk segera dipanggil. Tak hanya itu, laporan juga telah diajukan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menyatakan akan mengawal jalannya proses hukum.
Di sisi lain, jagat media sosial dibuat geger oleh kemunculan kasus serupa yang terjadi di Yogyakarta baru-baru ini. Daycare Little Aresha yang berlokasi di kawasan Sorosutan, Umbulharjo, mendadak menjadi pusat perhatian setelah lokasi tersebut didatangi aparat penegak hukum dan dipasangi garis polisi.

Kronologi Dugaan Kekerasan
Kejadian ini pertama kali mencuat melalui unggahan di platform Threads pada 24 April 2026. Dalam waktu singkat, informasi tersebut menyebar luas dan memicu rasa penasaran publik, khususnya para orang tua. Banyak warganet yang kemudian mencoba menelusuri lebih jauh mengenai daycare tersebut, termasuk mencari ulasan di Google Maps yang sempat dipenuhi komentar sebelum akhirnya tidak dapat diakses.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa daycare yang berada di Jalan Pakel Baru Utara itu tampak sepi namun dijaga ketat. Sejumlah warga dan wali murid terlihat mendatangi lokasi untuk mencari kejelasan atas kabar yang beredar.
Beberapa kesaksian dari wali murid pun mulai bermunculan. Salah satunya mengungkap adanya perubahan perilaku pada anaknya yang menunjukkan ketakutan saat hendak dititipkan.
Hal serupa juga disampaikan oleh wali murid lain berinisial HF. Ia menceritakan bahwa keponakannya yang baru satu hari dititipkan langsung menunjukkan penolakan yang tidak biasa.
Awalnya, keluarga mengira hal tersebut sebagai proses adaptasi yang wajar. Namun, reaksi anak yang berlebihan justru menimbulkan kecurigaan. Meski tidak ditemukan luka fisik, anak tersebut disebut mengalami trauma secara psikis hingga akhirnya dipindahkan ke tempat penitipan lain.
Dugaan praktik tidak wajar di daycare ini juga disebut-sebut terungkap berkat keberanian seorang pengasuh baru. Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, pengasuh tersebut merasa tidak tahan melihat perlakuan terhadap anak-anak yang dianggap tidak layak. Meski demikian, informasi ini masih bersifat dugaan dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak berwenang.
Berbagai narasi lain pun turut beredar di internet, termasuk dugaan adanya tindakan kekerasan fisik hingga perlakuan tidak manusiawi terhadap anak. Namun penting untuk dicatat bahwa seluruh informasi tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun pengelola daycare.
Pemilik Daycare Little Aresha
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi yang mengungkap secara pasti identitas pemilik daycare tersebut. Berbeda dengan kasus di Depok yang sudah mengarah pada sosok berinisial MI, kasus di Yogyakarta masih menyisakan banyak tanda tanya. Hal ini membuat publik semakin berspekulasi, terutama karena daycare tersebut sebelumnya dikenal memiliki citra yang cukup baik.