Kirim Foto Makanan, Dapat Hitungan Kalori: Cara Baru Turunkan Berat Badan di Indonesia

Dinda Rachmawati

Kamis, 30 April 2026 | 11:25 WIB
Kirim Foto Makanan, Dapat Hitungan Kalori: Cara Baru Turunkan Berat Badan di Indonesia
Ilustrasi menurunkan berat badan (Pexels.com/Total Shape)
baca 10 detik
  • Kalg meluncurkan layanan pelacak kalori berbasis kecerdasan buatan melalui WhatsApp untuk mempermudah masyarakat Indonesia memantau asupan nutrisi makanan.
  • Layanan ini dirancang khusus untuk memahami porsi dan jenis masakan lokal Indonesia tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan yang rumit.
  • Pengguna mendapatkan program penurunan berat badan jangka pendek yang efektif sesuai target tanpa harus terikat komitmen biaya berlangganan selamanya.

Suara.com - Perjuangan menurunkan berat badan sering kali terasa seperti maraton tanpa garis finis. Niat sudah ada, semangat sempat menyala di awal, tapi perlahan redup ketika dihadapkan pada rutinitas yang terasa rumit. 

Mulai dari mencatat makanan, menghitung kalori, hingga harus beradaptasi dengan aplikasi baru yang belum tentu nyaman digunakan. Di tengah tantangan itu, muncul pendekatan yang mencoba menyederhanakan prosesnya, cukup lewat chat seperti biasa.

Bayangkan tidak perlu mengunduh aplikasi baru atau belajar sistem yang asing. Cukup buka WhatsApp, kirim foto makanan, entah itu nasi goreng pinggir jalan atau rendang buatan rumah lalu dalam hitungan detik, kalori dan estimasi nutrisinya langsung muncul. 

Konsep sederhana ini yang coba dijawab oleh Kalg, layanan calorie tracker berbasis AI yang lahir dari kebiasaan digital masyarakat Indonesia sendiri.

Fenomena ini bukan tanpa konteks. Di Amerika Serikat dan Eropa, aplikasi pelacak kalori sudah membuktikan dampaknya. Lose It! tercatat membantu pengguna menurunkan total 45,36 juta kilogram berat badan, sementara MyFitnessPal bahkan mencapai 90,72 juta kilogram. 

Tak Perlu Download Aplikasi, Kalg Tawarkan Cara Baru Hitung Kalori Lewat Chat WhatsApp (Dok. Istimewa)
Tak Perlu Download Aplikasi, Kalg Tawarkan Cara Baru Hitung Kalori Lewat Chat WhatsApp (Dok. Istimewa)

Namun, kondisi di Indonesia menghadirkan paradoks tersendiri. Di satu sisi, kebutuhan akan solusi kesehatan semakin mendesak, sekitar sepertiga orang dewasa mengalami obesitas menurut data UNICEF. Di sisi lain, adopsi teknologi kesehatan sering terhambat oleh hal yang terlihat sepele, keengganan mengunduh aplikasi baru.

“Masyarakat kita anti app baru dan subscription abadi. Kalg buat program personal, AI prediksi 3–6 bulan doang, bayar sesuai target, stop pas ideal,” ujar Founder Kalg, Chandra Ishano, melihat celah itu dengan jernih.

Pendekatan ini terasa berbeda karena tidak hanya soal teknologi, tetapi juga perilaku. Alih-alih memaksa perubahan kebiasaan, Kalg justru masuk ke dalam kebiasaan yang sudah ada. WhatsApp, yang digunakan oleh sekitar 90% pengguna internet di Indonesia dengan durasi hampir dua jam per hari, menjadi pintu masuk yang terasa natural.

Lebih dari sekadar menghitung kalori, sistem ini juga dirancang dengan konteks lokal. Bukan sekadar database global yang menebak kandungan makanan, tetapi memahami detail khas Indonesia, mulai dari porsi, bumbu, hingga jajanan pasar yang sering luput dari aplikasi luar negeri.

baca juga

Head of Engineering & Product Kalg, Luthfi Hariz, menekankan pentingnya pendekatan ini. “Kalg paham kebiasaan dan tentang makanan Indonesia, bukan tebak global. Ini jembatan agar kita pimpin gerakan sehat Asia Tenggara,” jelasnya.

Di balik inovasi ini, ada peluang besar yang sedang tumbuh. Pasar kesehatan digital di Indonesia diproyeksikan melonjak dari US$3,8 miliar tahun ini menjadi US$12,7 miliar pada 2031. 

Angka ini bukan hanya soal bisnis, tapi juga mencerminkan kebutuhan nyata masyarakat akan solusi yang praktis dan relevan. Kalg mencoba menjawab itu dengan model yang juga tidak biasa. 

Alih-alih berlangganan tanpa batas, pengguna mengikuti program dengan durasi tertentu, sesuai target berat badan yang ingin dicapai. Setelah selesai, layanan pun berhenti, tanpa komitmen jangka panjang yang sering kali justru menjadi beban.

Pada akhirnya, menurunkan berat badan bukan sekadar soal disiplin atau motivasi. Sering kali, yang dibutuhkan adalah sistem yang tidak terasa seperti beban tambahan. Sesuatu yang menyatu dengan kehidupan sehari-hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Tips agar Anak Cepat Gemuk dalam 1 Minggu, Efektif tapi Tetap Aman

5 Tips agar Anak Cepat Gemuk dalam 1 Minggu, Efektif tapi Tetap Aman

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 11:43 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

4 Cara Mengembalikan Chat WA yang Terhapus, Mudah dan Pasti Berhasil!

4 Cara Mengembalikan Chat WA yang Terhapus, Mudah dan Pasti Berhasil!

Tekno | Senin, 06 April 2026 | 14:10 WIB

Terkini

Tak Seindah Ekspektasi: Novel 'Sisi Tergelap Surga' Buka-bukaan Fakta Pahit Kerasnya Jakarta

Tak Seindah Ekspektasi: Novel 'Sisi Tergelap Surga' Buka-bukaan Fakta Pahit Kerasnya Jakarta

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 16:18 WIB

Purbaya Dicopot Pas Lagi Rapat RAPBN, Akademisi UMY Soroti Etika dan Kepatutan Penguasa

Purbaya Dicopot Pas Lagi Rapat RAPBN, Akademisi UMY Soroti Etika dan Kepatutan Penguasa

Jogja | Rabu, 16 September 2026 | 16:16 WIB

Disimpan di Gudang Jakut, Penyelundupan Kacang Tanah 49,50 Ton Asal India Terbongkar

Disimpan di Gudang Jakut, Penyelundupan Kacang Tanah 49,50 Ton Asal India Terbongkar

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:13 WIB

Sudah Sukses, Jangan Lupa! Alumni Penerima KIP Kuliah Diminta Balas Budi ke Adik Kelas

Sudah Sukses, Jangan Lupa! Alumni Penerima KIP Kuliah Diminta Balas Budi ke Adik Kelas

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:12 WIB

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Kepergok Curi Sawit-Bacok Warga, Pria Ini Ditangkap saat Sembunyi Bersama Istri Siri

Kepergok Curi Sawit-Bacok Warga, Pria Ini Ditangkap saat Sembunyi Bersama Istri Siri

Sumut | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Peneliti Ubah Kotoran Sapi Menjadi Bahan Baku Lilin: Bagaimana Caranya?

Peneliti Ubah Kotoran Sapi Menjadi Bahan Baku Lilin: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Prabowo: Kalau Tak Kuat Jadi Petugas Rakyat, Harus Minggir

Prabowo: Kalau Tak Kuat Jadi Petugas Rakyat, Harus Minggir

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:09 WIB

Bisnis Waralaba RI Tembus Rp143 Triliun, Tumbuh 10-15% per Tahun

Bisnis Waralaba RI Tembus Rp143 Triliun, Tumbuh 10-15% per Tahun

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 16:06 WIB

Tas Multifungsi Jadi Andalan, Siluet Clean dengan Material Leather Kian Diminati

Tas Multifungsi Jadi Andalan, Siluet Clean dengan Material Leather Kian Diminati

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:05 WIB

×