-
Cuaca panas ekstrem El Nino Godzilla meningkatkan risiko kerusakan kulit akibat sinar UV.
-
Wajib re-apply sunscreen setiap 2 sampai 3 jam untuk perlindungan maksimal.
-
Pilih sunscreen jenis physical dengan minimal SPF 50 bagi kulit sensitif.
Suara.com - Saat ini Indonesia diprediksi tengah mengalami El Nino Godzilla alias cuaca panas ekstrem hingga memicu kemarau. Tapi sayangnya masih banyak ditemukan kesalahan saat memakai sunscreen atau sunblock untuk mencegah kerusakan kulit.
Fakta ini diungkap Dokter Estetika sekaligus Founder & CEO BeArt Korean Skin Clinic, dr. Beatrix Isabella Tjahyana Dipl.AAAM yang menemukan sederet kesalahan pemakaian sunscreen dan sunblock mulai dari tidak menerapkan re-apply atau pengaplikasian ulang.
"Yang paling banyak yang mereka tuh kaget dan nggak mengerti itu ternyata ada re-apply sunscreen atau sunblock," ujar dr. Beatrix saat memperkenalkan teknologi Potenza di BeArt Korean Skin Clinic di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Sekadar informasi, sunscreen berfungsi menyerap sinar UV dan mengeluarkannya dari kulit sebelum menembus kulit lebih dalam. Sedangkan sunblock bekerja seperti perisai yang menghalangi dan memantulkan sinar UV.
Berikut empat kesalahan yang paling sering terjadi saat memakai sunscreen dan sunblock untuk perawatan kulit.
1. Tidak re-apply sunscreen
Menurut dr. Beatrix jika sunscreen tidak dipakai ulang, efektivitas sunscreen akan menurun, terutama jika kulit berkeringat atau terkena air.
“Banyak yang merasa sudah pakai dari pagi itu cukup sampai sore, padahal kenyataannya kita harus reapply tiap 2–3 jam,” jelas dr. Beatrix.
2. Mengira sunscreen bisa mencegah semua masalah kulit
Sunscreen tidak bisa mencegah semua bentuk kerusakan kulit, termasuk flek hitam. Padahal, fungsi utama sunscreen adalah mencegah sunburn atau kulit terbakar.
“Sunblock itu didesain bukan untuk mencegah flek, tapi untuk mencegah sunburn. Jadi bukan berarti sudah pakai, pasti nggak akan muncul flek,” kata dia.
Ia menambahkan, perlindungan SPF 50 sekalipun hanya mampu melindungi sekitar 98 persen dari paparan sinar UV, bukan 100 persen.
3. Salah memilih jenis sunscreen
Banyak orang hanya fokus pada angka SPF tanpa memperhatikan kandungan di dalamnya. dr. Beatrix mengingatkan, sunscreen dengan kandungan physical seperti zinc oxide atau titanium dioxide lebih disarankan, terutama untuk kulit sensitif.
“Sekarang lebih dianjurkan pakai yang physical sunscreen, karena dia langsung menangkal UV dan tidak membuat kulit lebih sensitif,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat di Indonesia disarankan menggunakan minimal SPF 50 karena paparan sinar matahari yang tinggi di wilayah tropis.
4. Tidak melindungi kulit secara menyeluruh
Banyak orang hanya mengandalkan sunscreen tanpa perlindungan tambahan. Padahal, dalam kondisi cuaca ekstrem, perlindungan fisik juga sangat dibutuhkan.
Dokter yang sudah memiliki 3 cabang klinik BeArt Korean Skin Clinic ini menyarankan penggunaan pakaian tertutup, topi dengan perlindungan UV, hingga menghindari paparan sinar matahari langsung jika tidak diperlukan.
“Kalau memang harus outdoor, pakai pakaian yang menutupi kulit dan topi anti UV. Sunscreen itu penting, tapi bukan satu-satunya perlindungan,” jelasnya.
Apalagi menurutnya, paparan sinar UV tetap bisa masuk meski berada di dalam ruangan, terutama melalui jendela.