- Retinol bisa dipakai kulit sensitif, tapi harus hati-hati.
- Mulai dari dosis rendah dan gunakan metode yang tepat.
- Jangan lupa pakai sunscreen agar kulit tetap aman.
Suara.com - Bagi pemilik kulit sensitif, mendengar kata "retinol" mungkin terasa sedikit mendebarkan.
Bahan aktif ini memang dikenal efektif mengatasi penuaan dini dan jerawat, namun dapat menjadi pemicu iritasi dan membuat orang yang memiliki kulit mudah merah atau perih menjadi ragu.
Ketakutan akan kulit yang mengelupas parah atau rasa terbakar memang beralasan, mengingat cara kerja bahan ini yang cukup intens.
Kabar baiknya, memiliki kulit sensitif bukan berarti harus menutup pintu sepenuhnya bagi retinol.
Kuncinya terletak pada pemahaman tentang jenis turunan yang digunakan serta metode aplikasi yang tepat untuk meminimalisir risiko.
Penting untuk diingat bahwa proses pengenalan bahan aktif pada kulit reaktif memerlukan kesabaran ekstra.

Mengapa Kulit Sensitif Perlu Ekstra Hati-Hati?
Melansir dari Healthline, retinol bekerja dengan cara mempercepat pergantian sel kulit dan merangsang produksi kolagen di bawah permukaan kulit.
Proses ini sangat efektif untuk memperbaiki tekstur dan warna kulit, namun bagi mereka yang memiliki kulit sensitif, proses ini bisa memicu peradangan jika tidak dilakukan dengan benar.
Efek samping yang umum terjadi meliputi kekeringan, kemerahan, hingga pengelupasan ringan.
Fenomena ini sering disebut sebagai masa retinisasi, yaitu periode penyesuaian di mana kulit berusaha beradaptasi dengan bahan aktif tersebut.
Bagi kulit sensitif, periode ini bisa terasa lebih berat jika tidak dibarengi dengan penggunaan pelembap yang memadai.
Cara agar Aman Menggunakan Retinol
Jika tetap ingin mencoba retinol meskipun kulit mudah bereaksi, beberapa metode berikut bisa membantu menjaga kulit tetap tenang.
1. Metode Sandwich
Ini adalah teknik yang sangat disarankan oleh para ahli. Caranya dengan mengoleskan pelembap terlebih dahulu, diikuti dengan retinol, lalu ditutup kembali dengan lapisan pelembap.
Lapisan pertama berfungsi sebagai penyangga (buffer) agar retinol tidak langsung menembus kulit secara agresif.