Tak Selalu Berhasil, Peneliti Soroti Tantangan Gang Hijau di Kota Padat Penduduk

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:27 WIB
Tak Selalu Berhasil, Peneliti Soroti Tantangan Gang Hijau di Kota Padat Penduduk
Ilustrasi lorong hijau (Magnific)

Suara.com - Sebagian lorong di kota-kota besar mulai diubah menjadi “gang hijau” sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup warga, memperkuat interaksi sosial, sekaligus menghadirkan ruang hijau di kawasan padat penduduk. Namun, studi terbaru menunjukkan konsep tersebut tidak selalu memberikan dampak lingkungan yang sama di setiap kota.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Ecosystems and People mengungkapkan efektivitas gang hijau sangat bergantung pada tujuan awal pembangunan dan bagaimana desainnya diterapkan di lapangan.

Dikutip dari Phys.org, studi kolaborasi antara Université de Montréal dan Université du Québec à Trois-Rivières membandingkan pendekatan pengembangan gang hijau di Montreal dan Trois-Rivières, Kanada.

Di Montreal, program gang hijau dikembangkan berbasis komunitas. Warga memiliki kebebasan menentukan bentuk ruang yang diinginkan, mulai dari area bermain, mural, hingga pembongkaran beton untuk penanaman pohon.

Sementara itu, pemerintah kota Trois-Rivières menerapkan model yang lebih terstandarisasi dengan fokus utama pada pengelolaan air hujan dan akses kendaraan, termasuk jalur pengangkutan sampah. Vegetasi yang digunakan lebih seragam dengan dominasi rumput dan jalur beton.

Peneliti menemukan pendekatan di Trois-Rivières mampu menciptakan suhu malam yang lebih dingin. Namun, model tersebut dinilai kurang memenuhi harapan warga yang menginginkan lebih banyak pohon besar dan ruang hijau yang lebih teduh.

Dalam penelitian itu, para ilmuwan menganalisis 53 gang hijau, 23 gang konvensional, dan 76 segmen jalan selama musim panas 2023. Pengamatan dilakukan terhadap jenis pohon, tutupan kanopi, vegetasi, hingga keberadaan kunang-kunang sebagai indikator kualitas habitat.

Hasil penelitian menunjukkan gang hijau tidak selalu lebih baik dibandingkan lorong konvensional dalam menurunkan suhu kawasan. Di Montreal, misalnya, jumlah pohon memang lebih banyak, tetapi ukurannya relatif kecil sehingga efek pendinginan menjadi terbatas.

Studi ini juga menyoroti tantangan pemeliharaan jangka panjang. Gang hijau yang lebih tua di kedua kota cenderung mengalami penurunan kualitas akibat minimnya pendanaan dan dukungan perawatan berkelanjutan. Dalam banyak kasus, biaya pemeliharaan dibebankan kepada warga.

Pemimpin penelitian, Isabella Richmond, mengatakan keterlibatan masyarakat tetap menjadi faktor penting agar proyek gang hijau dapat memberikan manfaat sosial sekaligus lingkungan.

“Saya pikir ada jalan tengah, di mana proyek berbasis komunitas dapat didukung oleh para ahli, investasi berkelanjutan, dan dukungan pengelolaan jangka panjang,” ujarnya.

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti Ungkap Dua Ancaman Besar Ketahanan Pangan Indonesia, Apa Saja Itu?

Peneliti Ungkap Dua Ancaman Besar Ketahanan Pangan Indonesia, Apa Saja Itu?

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:13 WIB

Walhi Soroti Kali Kukuba Haltim yang Diduga Tercemar Proyek Infrastruktur PT Feni

Walhi Soroti Kali Kukuba Haltim yang Diduga Tercemar Proyek Infrastruktur PT Feni

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 06:00 WIB

Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying

Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:53 WIB

Terkini

Berapa Kekayaan Kamaruddin Simanjuntak? Kondisi Kesehatan Pengacara Brigadir J Jadi Sorotan

Berapa Kekayaan Kamaruddin Simanjuntak? Kondisi Kesehatan Pengacara Brigadir J Jadi Sorotan

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:15 WIB

Apakah Ada Bedak Tabur Wardah? Ini 4 Pilihannya, Ada yang Tahan 16 Jam

Apakah Ada Bedak Tabur Wardah? Ini 4 Pilihannya, Ada yang Tahan 16 Jam

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:15 WIB

Siapa Dyastasita Widya Budi? Juri LCC 4 Pilar MPR RI yang Anulir Jawaban Benar Peserta

Siapa Dyastasita Widya Budi? Juri LCC 4 Pilar MPR RI yang Anulir Jawaban Benar Peserta

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:13 WIB

Kekayaan Dyastasita Widya Budi Juri LCC 4 Pilar MPR RI Versi LHKPN, Tak Punya Kendaraan?

Kekayaan Dyastasita Widya Budi Juri LCC 4 Pilar MPR RI Versi LHKPN, Tak Punya Kendaraan?

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:47 WIB

DD Cream untuk Apa? Ini 4 Rekomendasi Mulai Rp30 Ribuan dari Brand Lokal

DD Cream untuk Apa? Ini 4 Rekomendasi Mulai Rp30 Ribuan dari Brand Lokal

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:30 WIB

Apa itu Fistula Perianal? Penyakit yang Diderita Nadiem Makarim

Apa itu Fistula Perianal? Penyakit yang Diderita Nadiem Makarim

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:20 WIB

Apakah Jumat 15 Mei 2026 Libur? Ini Keputusan Resmi Pemerintah Soal Cuti Bersama

Apakah Jumat 15 Mei 2026 Libur? Ini Keputusan Resmi Pemerintah Soal Cuti Bersama

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:10 WIB

6 Bedak Tabur Lokal Anti Luntur Kualitas High-End, Makeup No Geser Pori-pori Tersamar Sempurna

6 Bedak Tabur Lokal Anti Luntur Kualitas High-End, Makeup No Geser Pori-pori Tersamar Sempurna

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:53 WIB

9 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki untuk Haji, Nyaman Dipakai Tempuh hingga 50 Km

9 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki untuk Haji, Nyaman Dipakai Tempuh hingga 50 Km

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:51 WIB

Tak Cuma Ortuseight Hyperblast 2.0, Ini 6 Sepatu Lari Lokal 'Max Cushion' yang Super Empuk

Tak Cuma Ortuseight Hyperblast 2.0, Ini 6 Sepatu Lari Lokal 'Max Cushion' yang Super Empuk

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:39 WIB