Peneliti Ungkap Dua Ancaman Besar Ketahanan Pangan Indonesia, Apa Saja Itu?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:13 WIB
Peneliti Ungkap Dua Ancaman Besar Ketahanan Pangan Indonesia, Apa Saja Itu?
Ilustrasi Petani yang Sedang Bertani (Pexels/Hartono Subagio)

Suara.com - Ketahanan pangan Indonesia menghadapi tekanan yang semakin besar di tengah perubahan iklim dan laju urbanisasi. Wilayah peri-urban yang selama ini menjadi penyangga pangan kota besar kini mulai terancam oleh penyusutan lahan pertanian dan menurunnya produktivitas petani.

Peneliti dari The University of Queensland, Prof. Ammar Abdul Aziz, mengungkapkan terdapat dua tantangan utama yang mengancam ketahanan pangan Indonesia, yakni kesenjangan hasil produksi petani dan penyusutan lahan pertanian akibat urbanisasi.

Dalam forum Knowledge and Innovation Exchange Jakarta Summit 2026, Ammar menjelaskan wilayah peri-urban atau daerah penyangga kota kini berada dalam tekanan besar akibat ekspansi perkotaan yang terus meningkat. Di sisi lain, wilayah tersebut tetap memegang peran penting sebagai pemasok pangan bagi kota-kota besar.

Menurut Ammar, kesenjangan hasil produksi membuat sebagian petani belum mampu mencapai produktivitas optimal, sehingga berdampak langsung pada pendapatan dan keberlanjutan sektor pertanian. Kondisi ini diperparah oleh alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan permukiman dan pembangunan kota.

“Kami melakukan pemodelan dinamika sistem hingga 20 tahun ke depan. Jika tantangan ini tidak diatasi, ketahanan pangan akan menjadi persoalan yang semakin serius,” kata Ammar.

Penelitian kolaborasi Australia-Indonesia tersebut menggunakan teknologi geospasial untuk memetakan perubahan penggunaan lahan dan tekanan terhadap wilayah pertanian. Hasil riset menunjukkan urbanisasi yang tidak terkendali dapat mempercepat hilangnya lahan produktif dan meningkatkan kerentanan pangan di masa depan.

Sebagai solusi, tim peneliti mendorong pengembangan kapasitas petani melalui produksi pangan bersertifikasi ramah lingkungan. Strategi ini dinilai mampu menjaga keberlanjutan ekologi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian.

Anggota tim riset dari Universitas Negeri Malang, Ike Sari Astuti, mengatakan tren konsumsi produk berkelanjutan terus meningkat sehingga membuka peluang pasar baru bagi petani.

Di tengah tekanan urbanisasi dan perubahan iklim, para peneliti menilai perlindungan lahan pertanian dan penguatan kapasitas petani menjadi langkah penting untuk menjaga ketahanan pangan Indonesia di masa depan.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Walhi Soroti Kali Kukuba Haltim yang Diduga Tercemar Proyek Infrastruktur PT Feni

Walhi Soroti Kali Kukuba Haltim yang Diduga Tercemar Proyek Infrastruktur PT Feni

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 06:00 WIB

Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying

Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:53 WIB

DWP Kemensos Gaungkan Kampanye Anti Bullying Remaja Berkarakter dan Berempati di SRMA 13 Bekasi

DWP Kemensos Gaungkan Kampanye Anti Bullying Remaja Berkarakter dan Berempati di SRMA 13 Bekasi

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:46 WIB

Terkini

Sisi Lain Perlintasan Liar: Ladang Ekonomi Warga Bantaran, Ada yang Raup Rp500 Ribu Sehari

Sisi Lain Perlintasan Liar: Ladang Ekonomi Warga Bantaran, Ada yang Raup Rp500 Ribu Sehari

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:07 WIB

Donald Trump Ingin Venezuela Jadi Negara Bagian AS, Preisden Delcy Rodriguez Buka Suara

Donald Trump Ingin Venezuela Jadi Negara Bagian AS, Preisden Delcy Rodriguez Buka Suara

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:54 WIB

7 Fakta Penemuan 11 Bayi di Sleman, Berawal dari Kecurigaan Warga hingga Biaya Penitipan Rp 50 Ribu

7 Fakta Penemuan 11 Bayi di Sleman, Berawal dari Kecurigaan Warga hingga Biaya Penitipan Rp 50 Ribu

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:48 WIB

Donald Trump Pertimbangkan Kembali Operasi Militer di Timur Tengah

Donald Trump Pertimbangkan Kembali Operasi Militer di Timur Tengah

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:45 WIB

Menkes Budi Gunadi Sadikin Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Pemalsuan Gelar Akademis

Menkes Budi Gunadi Sadikin Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Pemalsuan Gelar Akademis

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:34 WIB

6 Fakta Video Dua WNI Ngaku Dijadikan 'Budak' dan Layani 450 Pria di Arab Saudi

6 Fakta Video Dua WNI Ngaku Dijadikan 'Budak' dan Layani 450 Pria di Arab Saudi

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:32 WIB

Petugas Damkar Masih Lakukan Pendinginan di Lokasi Kebakaran Pergudangan Miami Kalideres

Petugas Damkar Masih Lakukan Pendinginan di Lokasi Kebakaran Pergudangan Miami Kalideres

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:24 WIB

Progres MRT Fase 2A Sudah Separuh Jalan, Pramono Targetkan Tersambung hingga Kota Tua pada 2029

Progres MRT Fase 2A Sudah Separuh Jalan, Pramono Targetkan Tersambung hingga Kota Tua pada 2029

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:21 WIB

Rupiah Anjlok ke Rp17.500, Puan Maharani Ingatkan Pemerintah: Jangan Sampai Indonesia Terpuruk!

Rupiah Anjlok ke Rp17.500, Puan Maharani Ingatkan Pemerintah: Jangan Sampai Indonesia Terpuruk!

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:18 WIB

Waktu Makin Mepet, Puan Buka Suara Soal Arah Pembahasan RUU Pemilu

Waktu Makin Mepet, Puan Buka Suara Soal Arah Pembahasan RUU Pemilu

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:17 WIB