Survei Ipsos 2026: Koneksi ke Platform Belanja Online Kini Jadi Alasan Orang Pilih Bank Digital

Vania Rossa

Rabu, 13 Mei 2026 | 21:46 WIB
Survei Ipsos 2026: Koneksi ke Platform Belanja Online Kini Jadi Alasan Orang Pilih Bank Digital
Ilustrasi belanja online (Pexels/Julio Carballo)
baca 10 detik
  • Ipsos Indonesia mencatat kemudahan transaksi menjadi alasan utama 71 persen masyarakat Indonesia menggunakan layanan bank digital pada 2026.
  • Integrasi layanan bank digital dengan ekosistem belanja online serta dompet digital kini menjadi faktor penting bagi 66 persen pengguna.
  • SeaBank menduduki posisi teratas dalam dukungan transaksi harian, pengisian dompet digital, serta integrasi ekosistem berdasarkan survei Ipsos April 2026.

Suara.com - Bank digital kini bukan lagi sekadar tempat menyimpan uang atau transfer dana. Survei terbaru Ipsos Indonesia tahun 2026 mengungkap perubahan menarik perilaku masyarakat: koneksi dengan platform belanja online kini menjadi salah satu alasan utama orang memilih bank digital.

Di tengah makin masifnya penggunaan transaksi non-tunai, masyarakat Indonesia semakin mengandalkan layanan keuangan digital untuk kebutuhan harian. Mulai dari isi saldo e-wallet, pembayaran QRIS, bayar tagihan, hingga belanja online kini dilakukan lewat aplikasi bank digital.

Perubahan pola transaksi ini juga sejalan dengan data Bank Indonesia yang mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 14,28 miliar transaksi pada triwulan I 2026. Pertumbuhan signifikan juga terjadi pada penggunaan mobile banking, internet banking, hingga QRIS yang naik 116,45 persen secara tahunan (yoy).

Survei Persepsi dan Kepuasan Pengguna terhadap Layanan Bank Digital di Indonesia 2026 yang dilakukan Ipsos Indonesia pada April 2026 menunjukkan, kemudahan dan kecepatan transaksi masih menjadi alasan utama masyarakat menggunakan bank digital dengan angka mencapai 71 persen.

Namun yang menarik, konektivitas dengan kebutuhan digital sehari-hari seperti belanja online, pembayaran QRIS, hingga integrasi dengan e-commerce dan dompet digital kini ikut menjadi faktor penting dengan persentase 66 persen.

Managing Director Ipsos Indonesia, Hansal Savla, mengatakan pengguna kini semakin selektif dalam memilih layanan keuangan digital.

“Pengguna tidak hanya melihat layanan keuangan semata, tetapi juga bagaimana aplikasi tersebut dapat terhubung dengan kebutuhan transaksi sehari-hari secara praktis,” ujarnya.

Dalam aktivitas sehari-hari, pengisian saldo dompet digital dan belanja online menjadi penggunaan paling dominan di aplikasi bank digital. Hal ini memperlihatkan bahwa masyarakat semakin mencari layanan yang bisa terkoneksi mulus dengan berbagai platform digital yang mereka gunakan setiap hari.

Dari hasil evaluasi Ipsos terhadap sejumlah aplikasi bank digital, SeaBank tercatat menjadi layanan yang paling banyak dipilih untuk mendukung transaksi harian seperti transfer, pembayaran, dan transaksi online dengan angka 52 persen. Posisi berikutnya ditempati Bank Jago (50 persen), Neobank (49 persen), Allo Bank (40 persen), dan Superbank (39 persen).

baca juga

Untuk kategori integrasi dengan ekosistem digital lain, SeaBank juga berada di posisi teratas dengan 50 persen, diikuti Bank Jago (46 persen), Superbank (43 persen), Neobank (36 persen), dan Allo Bank (26 persen).

Sementara pada penggunaan untuk isi saldo dompet digital, SeaBank kembali unggul dengan angka 77 persen. Disusul Bank Jago (70 persen), Superbank (66 persen), Neobank (65 persen), dan Allo Bank (57 persen).

Pada kategori dukungan untuk belanja online, sebanyak 69 persen responden memilih SeaBank sebagai bank digital andalan mereka. Setelah itu ada Bank Jago (58 persen), Allo Bank (50 persen), Superbank (47 persen), dan Neobank (41 persen).

Hansal menilai tren ini menunjukkan ekspektasi pengguna terhadap bank digital kini semakin berkembang. Tidak hanya cepat dan mudah digunakan, tetapi juga harus mampu menghadirkan pengalaman transaksi yang seamless dengan berbagai aktivitas digital masyarakat.

“Ke depan, kemampuan bank digital untuk terintegrasi dengan berbagai ekosistem digital diperkirakan akan menjadi salah satu fokus utama dalam persaingan industri,” tutup Hansal Savla.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Budaya Konsumtif Gen Z: Risiko Masa Depan Bumi di Tangan "Generasi Checkout"

Budaya Konsumtif Gen Z: Risiko Masa Depan Bumi di Tangan "Generasi Checkout"

Your Say | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:05 WIB

Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?

Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:23 WIB

Krisis Tersembunyi di Balik Belanja Online: Tanpa Regulasi Jelas, Sampah Kemasan Jadi Bom Waktu

Krisis Tersembunyi di Balik Belanja Online: Tanpa Regulasi Jelas, Sampah Kemasan Jadi Bom Waktu

News | Selasa, 28 April 2026 | 12:57 WIB

Terkini

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:21 WIB

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:59 WIB

×