Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 07 Mei 2026 | 11:23 WIB
Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?
Ilustrasi Belanja Online. [Envato]
baca 10 detik
  • Lonjakan belanja daring di Indonesia meningkatkan limbah kemasan plastik hingga 4,8 kali lipat dibanding belanja konvensional setiap bulannya.
  • UMKM kesulitan beralih ke kemasan ramah lingkungan karena tingginya biaya produksi dan tekanan margin keuntungan dari platform digital.
  • Kurangnya regulasi pemerintah serta insentif sistemik menyebabkan transisi menuju kemasan berkelanjutan belum dapat diimplementasikan secara luas di Indonesia.

Suara.com - Setiap hari, jutaan paket bergerak dari gudang menuju rumah-rumah konsumen Indonesia. Di balik kemudahan “checkout”, promo gratis ongkir, dan pengiriman instan, ada lapisan plastik, bubble wrap, hingga poly mailer yang ikut mengalir tanpa henti.

Lonjakan konsumsi digital membuat persoalan sampah kemasan kian sulit dihindari. Studi YouGov yang ditugaskan oleh Visa pada September 2025 menunjukkan 62 persen masyarakat Indonesia kini berbelanja daring dua hingga tiga kali setiap bulan.

Namun, pertumbuhan transaksi digital juga membawa konsekuensi lingkungan yang besar. Penelitian berjudul Is Online Shopping Packaging Waste a Threat to the Environment? menemukan bahwa aktivitas belanja online dapat menghasilkan limbah kemasan hingga 4,8 kali lebih banyak dibandingkan belanja offline dengan jumlah pengeluaran yang sama.

Setiap paket yang tiba di depan pintu rumah hampir selalu menyisakan sampah: plastik pelindung, lapisan tambahan, lakban, hingga kemasan sekali pakai yang sulit terurai. Dalam skala masif, pola konsumsi ini perlahan membentuk gunungan sampah baru dari industri e-commerce.

Penjualan Produk Kesehatan Gigi Melonjak di E-Commerce. (dok. ist)
Penjualan Produk Kesehatan Gigi Melonjak di E-Commerce. (dok. ist)

Masalahnya, jalan menuju sistem pengiriman yang lebih ramah lingkungan ternyata tidak sesederhana mengganti kemasan plastik dengan bahan alternatif.

Di balik tumpukan sampah itu, ada pelaku usaha kecil yang juga sedang terjepit. Bagi banyak UMKM, penggunaan plastik bukan semata karena abai terhadap lingkungan, melainkan karena tekanan ekonomi yang terus membesar.

Harga kemasan ramah lingkungan masih lebih mahal, sementara biaya admin platform, potongan promosi, dan persaingan harga murah membuat margin keuntungan semakin tipis.

Akibatnya, pelaku usaha kecil sering berada dalam posisi terjepit, bertahan memakai plastik demi menekan biaya, atau beralih ke kemasan hijau dengan risiko kehilangan pembeli.

Prisil, seorang mahasiswa semester akhir yang berjualan pakaian sejak 2021, merasakan langsung tekanan tersebut.

baca juga

Ia harus menghadapi kenaikan biaya admin platform e-commerce, biaya promosi, sekaligus tuntutan pasar yang ingin harga murah.

“Potongan adminnya kurang lebih 23 sampai 24 persen. Jadi, misalkan aku jual produk seharga Rp120 ribu, potongan itu langsung memangkas margin keuntunganku,” kata Prisil.

Di tengah margin yang semakin tipis, mengganti kemasan plastik dengan alternatif yang lebih ramah lingkungan terasa hampir mustahil.

“Untuk packing pengiriman, aku pakai plastik poly mailer. Biaya admin e-commerce sekarang udah tinggi banget, terus biaya promo potongan juga nggak kalah tinggi. Jadi harus di-press lagi,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan kemasan ramah lingkungan berarti menambah biaya produksi. Sementara di sisi lain, konsumen tetap sensitif terhadap harga.

Jebakan Kenyamanan dalam Ekosistem E-Commerce

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Niatnya Go Green Pakai Wadah Sendiri, Eh Malah Kena 'Pajak' Tak Terduga

Niatnya Go Green Pakai Wadah Sendiri, Eh Malah Kena 'Pajak' Tak Terduga

Your Say | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:20 WIB

Badai PHK Hantui Industri Tekstil hingga Plastik, Menperin: Bukan Hanya di Indonesia

Badai PHK Hantui Industri Tekstil hingga Plastik, Menperin: Bukan Hanya di Indonesia

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:09 WIB

Ria Ricis Akhirnya Akui Oplas Hidung, Sekalian Biar Makin Cantik

Ria Ricis Akhirnya Akui Oplas Hidung, Sekalian Biar Makin Cantik

Entertainment | Minggu, 03 Mei 2026 | 13:25 WIB

Terkini

Nafas Kalbar Gugat Prabowo Terkait Karhutla dan Kabut Asap

Nafas Kalbar Gugat Prabowo Terkait Karhutla dan Kabut Asap

News | Selasa, 22 September 2026 | 20:29 WIB

Banten Jadi Tuan Rumah Latihan Militer 19 Negara

Banten Jadi Tuan Rumah Latihan Militer 19 Negara

Banten | Selasa, 22 September 2026 | 20:27 WIB

Hadapi Tiga Kompetisi Musim Ini, Ponaryo Apresiasi Dukungan Baru untuk Borneo FC

Hadapi Tiga Kompetisi Musim Ini, Ponaryo Apresiasi Dukungan Baru untuk Borneo FC

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 20:26 WIB

5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS

5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 20:20 WIB

Konsumen Cari Praktis, Hair Styling Rumahan Jadi Bagian Tren Kecantikan Masa Kini

Konsumen Cari Praktis, Hair Styling Rumahan Jadi Bagian Tren Kecantikan Masa Kini

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 20:19 WIB

Saksi Ungkap Momen Yaqut Marah-marah Soal Kasus Haji

Saksi Ungkap Momen Yaqut Marah-marah Soal Kasus Haji

News | Selasa, 22 September 2026 | 20:19 WIB

KPK Duga Oknum Polisi Yayat 'Lippo' Miliki Belasan Aset Mewah Tersebar di Jabar hingga Jakarta

KPK Duga Oknum Polisi Yayat 'Lippo' Miliki Belasan Aset Mewah Tersebar di Jabar hingga Jakarta

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 20:19 WIB

Kemarau Panjang Bikin Sayur di Pontianak Makin Mahal, Kacang Panjang Tembus Rp55 Ribu

Kemarau Panjang Bikin Sayur di Pontianak Makin Mahal, Kacang Panjang Tembus Rp55 Ribu

News | Selasa, 22 September 2026 | 20:15 WIB

Bahlil Ungkap Rencana Besar Prabowo: Sulap Batu Bara Jadi Energi Alternatif

Bahlil Ungkap Rencana Besar Prabowo: Sulap Batu Bara Jadi Energi Alternatif

Video | Selasa, 22 September 2026 | 20:12 WIB

Sabu Rp25 Miliar dalam Karung Beras: Kakek 61 Tahun Ditangkap di Parung Bogor

Sabu Rp25 Miliar dalam Karung Beras: Kakek 61 Tahun Ditangkap di Parung Bogor

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 20:12 WIB

×