- Menjelang Dzulhijjah 1447 H, umat Muslim mencari kepastian awal bulan karena berkaitan dengan Iduladha.
- Pemerintah akan menggelar sidang isbat sebagai penentu resmi awal Dzulhijjah.
- Hasil penetapan bisa berbeda antar organisasi, sehingga publik menantikan pengumuman resmi pemerintah.
Dalam prosesnya, penentuan awal Dzulhijjah dilakukan dengan menggabungkan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal).
Data hisab digunakan sebagai gambaran awal posisi hilal, sementara rukyat menjadi konfirmasi langsung di lapangan.
Kemenag juga melakukan pemantauan hilal di berbagai titik pengamatan di seluruh Indonesia untuk mendukung validitas hasil sidang isbat.
Hasil rukyat dari berbagai daerah akan dikumpulkan sebelum diputuskan dalam sidang utama.
Rangkaian sidang isbat diawali dengan seminar posisi hilal yang dipaparkan oleh Tim Hisab Rukyat Kemenag dan disiarkan secara terbuka kepada publik.
Setelah itu, Menteri Agama akan memimpin sidang untuk mendengarkan masukan peserta sebelum menetapkan awal Dzulhijjah secara resmi.
Hasil sidang isbat akan diumumkan melalui konferensi pers agar dapat menjadi acuan bersama umat Islam di Indonesia.
Dengan demikian, masyarakat diimbau menunggu pengumuman resmi pada 17 Mei 2026 untuk kepastian awal 1 Dzulhijjah dan penetapan Iduladha.