Film Pesta Babi Tayang di Mana? Begini Cara Nonton Resminya

Nur Khotimah

Selasa, 19 Mei 2026 | 08:06 WIB
Film Pesta Babi Tayang di Mana? Begini Cara Nonton Resminya
Film Pesta Babi. (Instagram/watchdoc_insta)
baca 10 detik
  • Film Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita jadi sorotan karena mengangkat isu konflik agraria, deforestasi, dan perjuangan masyarakat adat Papua.
  • Film ini menarik perhatian publik karena tema sensitif dan pesan sosial yang kuat.
  • Banyak orang ingin tahu platform penayangan dan cara menonton secara legal sebagai bentuk dukungan.

Lantas, bagaimana cara mengadakan nobar film "Pesta Babi"? WatchDoc dan pihak terkait lain telah menyiapkan link resmi, yakni https://bit.ly/musimnobar_pestababi.

Link tersebut berisi form pendaftaran acara nobar yang harus diisi oleh penyelenggara acara. Beberapa data yang harus diisi adalah:

  1. Nama email penyelenggara
  2. Penanggung jawab penyelenggara
  3. Nama komunitas/lembaga yang menyelenggarakan acara nobar
  4. Film yang dipilih: Versi bahasa Indonesia, English Version, atau Berbahasa Indnoensia (iwth English Subtitle)
  5. Alamat nobar (meliputi provinsi, kabupaten, dan kecamatan)
  6. Tanggal dan waktu nobar
  7. Nomor WhatsApp
  8. Akun media sosial

Dalam form tersebut juga terdapat ketentuan nonton bareng yang perlu dipenuhi, yakni:

  1. Dilarang menyebarkan film dalam bentuk apa pun
  2. Diikuti minimal 10 orang
  3. Wajib mengirimkan bukti dokumentasi nobar
  4. Penyelenggarakan mengirimkan tiket sukarela yang dikumpulkan dari penonton untuk pengungsi Papua yang akan disalurkan melalui lembaga sosial dan kemanusiaan
  5. Setelah mengisi form pendaftaran, panitia akan melakukan verifikasi dan mengirimkan tautan film resmi melalui email. Disebutkan bahwa proses ini dilakukan sekitar H-2 jadwal nonton bareng.

Sinopsis Film 'Pesta Babi', Bercerita Tentang Apa?

Poster Nobar Pesta Babi (instagram.com/sobat_bookshop)
Poster Nobar Pesta Babi (instagram.com/sobat_bookshop)

Secara garis besar, film "Pesta Babi" mengikuti kehidupan masyarakat adat Papua yang menghadapi perubahan besar akibat pembukaan hutan dalam skala masif untuk proyek pangan dan bioenergi.

Film dokumenter ini berfokus pada wilayah Merauke, Boven Digoel, dan Mappi, daerah yang disebut mengalami konversi hutan terbesar dalam sejarah modern Indonesia.

Cerita dokumenter dibangun melalui pengalaman warga adat seperti Yasinta Moiwend dari suku Marind, Vincen Kwipalo dari suku Yei, dan komunitas Awyu yang mempertahankan tanah leluhur mereka dari ekspansi industri.

Penonton diajak melihat bagaimana hutan adat perlahan berubah menjadi kawasan perkebunan besar, sementara masyarakat lokal menghadapi ancaman kehilangan ruang hidup, sumber pangan, hingga identitas budaya mereka.

Film ini juga menyoroti dugaan militerisasi dalam pengamanan proyek investasi, konflik lahan, serta tekanan terhadap masyarakat yang menolak pelepasan tanah adat.

Salah satu simbol perlawanan yang muncul dalam film adalah pemasangan "salib merah" oleh warga sebagai bentuk penolakan terhadap pembukaan hutan dan penguasaan lahan oleh perusahaan besar.

baca juga

Judul "Pesta Babi" dipakai bukan sekadar untuk tujuan provokatif, melainkan memiliki makna budaya yang kuat. Dalam tradisi masyarakat Papua, babi merupakan simbol sosial dan spiritual yang penting.

Hewan ini hadir dalam ritual adat, penanda status sosial, hingga bagian dari sistem ekonomi tradisional masyarakat adat.

Melalui judul tersebut, film ingin menunjukkan kontras antara tradisi masyarakat adat yang menjaga keseimbangan alam dengan praktik eksploitasi sumber daya yang dianggap merusak lingkungan atas nama pembangunan modern.

Karena itu, frasa "Kolonialisme di Zaman Kita" digunakan untuk menggambarkan bentuk baru penguasaan tanah dan sumber daya yang dinilai masih terjadi hingga hari ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nyesek! Rayen Pono Merasa Berdosa Usai Nonton Film Pesta Babi: Ada Praktik Penjajahan di Papua

Nyesek! Rayen Pono Merasa Berdosa Usai Nonton Film Pesta Babi: Ada Praktik Penjajahan di Papua

Entertainment | Sabtu, 16 Mei 2026 | 13:58 WIB

Film Pesta Babi: Hutan Mereka Diambil, Seolah Papua adalah Tanah Tak Bertuan

Film Pesta Babi: Hutan Mereka Diambil, Seolah Papua adalah Tanah Tak Bertuan

Entertainment | Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:42 WIB

'Pesta Babi' Ungkap Realitas Kelam, Kader PDIP: Jika Film Itu Tidak Bagus, Sediakan Ruang Debat

'Pesta Babi' Ungkap Realitas Kelam, Kader PDIP: Jika Film Itu Tidak Bagus, Sediakan Ruang Debat

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:25 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×