Banyak Orang Baru Sadar, Memisahkan Uang per Kebutuhan Bikin Finansial Lebih Aman

Vania Rossa | Suara.com

Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:09 WIB
Banyak Orang Baru Sadar, Memisahkan Uang per Kebutuhan Bikin Finansial Lebih Aman
Ilustrasi Memisahkan Uang di dalam Amplop. (Pexels)
  • Jumlah kelas menengah di Indonesia menurun menjadi 47,2 juta orang pada 2024 akibat tekanan ekonomi dan biaya hidup.
  • Masyarakat kelas menengah kini memanfaatkan fitur kantong pada layanan perbankan digital untuk mengelola serta merencanakan keuangan mereka.
  • Penggunaan fitur digital tersebut terbukti meningkatkan kedisiplinan finansial, ketenangan pikiran, dan mempermudah pemantauan arus kas secara praktis.

Suara.com - Tekanan ekonomi yang terus meningkat membuat banyak masyarakat kelas menengah semakin berhati-hati dalam mengatur keuangan. Kenaikan biaya hidup, harga kebutuhan pokok, hingga ketidakpastian pendapatan mendorong banyak orang mulai mencari cara sederhana agar kondisi finansial tetap aman dan terkendali.

Data tahun 2024 menunjukkan kelas menengah masih menjadi penggerak utama ekonomi Indonesia dengan kontribusi mencapai 81,5 persen terhadap total konsumsi rumah tangga. Namun di saat yang sama, jumlah kelas menengah justru mengalami penurunan dari 57,3 juta orang pada 2019 menjadi 47,2 juta orang pada 2024.

Situasi tersebut membuat pengelolaan keuangan menjadi semakin penting, bukan hanya untuk berkembang, tetapi juga bertahan.

Survei Katadata Insight Center (KIC) menunjukkan masyarakat kelas menengah kini semakin sadar pentingnya disiplin finansial. Sebanyak 68 persen responden mengaku rutin merencanakan pemasukan dan pengeluaran, sementara 51,8 persen memilih memisahkan uang untuk kebutuhan tertentu seperti tagihan bulanan dan kebutuhan harian.

Selain itu, hampir separuh responden juga terbiasa mencatat pengeluaran agar arus keuangan lebih mudah dipantau.

Kebiasaan Lama yang Kini Jadi Digital

Salah satu cara yang kini semakin populer adalah penggunaan fitur “kantong” di layanan keuangan digital. Fitur ini memungkinkan pengguna membagi uang ke beberapa pos kebutuhan, seperti uang makan, transportasi, tabungan, tagihan, hingga dana darurat.

Menariknya, konsep tersebut sebenarnya bukan hal baru bagi masyarakat Indonesia. Sebelum era digital, banyak keluarga sudah terbiasa membagi uang rumah tangga menggunakan amplop atau wadah berbeda sesuai kebutuhan.

Kini, kebiasaan tersebut hadir dalam bentuk yang lebih praktis melalui aplikasi perbankan digital.

Peneliti Pusat Ekonomi Digital dan UMKM INDEF, Fadhila Maulida, menilai bank digital pada dasarnya hanya menjadi “penghubung” dari kebiasaan lama masyarakat ke bentuk yang lebih modern.

“Bank digital ini lebih menjadi enabler dari metode amplop menjadi digital,” ujarnya dalam diskusi bersama Katadata Insight Center.

Survei KIC juga menunjukkan 86 persen masyarakat sudah mengenal fitur kantong, dengan sebagian besar pertama kali mengetahuinya melalui layanan bank digital.

Bukan Cuma Soal Uang, Tapi Juga Ketenangan Pikiran

Manfaat fitur kantong ternyata tidak hanya dirasakan dari sisi pengelolaan uang, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis pengguna.

Sebanyak 96,1 persen responden mengaku merasa lebih tenang karena perencanaan keuangan menjadi lebih jelas. Sementara 95,5 persen mengatakan pengaturan uang terasa lebih mudah dibanding dilakukan secara manual.

Dengan pembagian dana yang jelas, pengguna merasa lebih terbantu untuk mengontrol pengeluaran agar tidak melewati batas yang sudah ditentukan.

Bahkan, 94,6 persen responden mengaku fitur tersebut membantu mereka lebih dekat mencapai tujuan finansial karena mengurangi pengeluaran berlebihan.

Menariknya lagi, kebiasaan memisahkan uang berdasarkan tujuan ternyata banyak diwariskan dari keluarga. Sebanyak 47,5 persen responden mengatakan pola tersebut berasal dari didikan orang tua sejak kecil.

Pentingnya Disiplin Finansial

Direktur Program dan Kebijakan Center of Policy Studies, Piter Abdullah, menilai perkembangan layanan keuangan digital membuat masyarakat kini lebih mudah mengatur uang tanpa proses yang rumit.

“Sekarang tanpa ke bank bisa buka rekening, dan dalam satu rekening bisa punya banyak kantong untuk kebutuhan berbeda,” ujarnya.

Menurut Piter, fitur kantong juga sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM karena membantu memantau kondisi keuangan usaha secara lebih rapi dan transparan.

Sementara itu, Kepala Bidang Riset dan Pengembangan Produk LPPI, Trioksa Siahaan, mengingatkan bahwa inti utama pengelolaan keuangan tetap terletak pada disiplin dan kemampuan membedakan kebutuhan dengan gaya hidup.

“Ketika mendapatkan penghasilan, alokasikan mana yang untuk kebutuhan esensial. Harus bisa membedakan mana yang kebutuhan dan mana yang sekadar gaya hidup,” katanya.

Ia mengingatkan banyak orang terjebak masalah keuangan karena pengeluaran konsumtif yang tidak terkendali.

“Cukupkanlah dengan apa yang kita dapat, lalu kelola dengan baik,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Zona Merah Lagi, IHSG Ditutup Anjlok ke Level 6.094

Zona Merah Lagi, IHSG Ditutup Anjlok ke Level 6.094

Foto | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:17 WIB

Purbaya Klaim Tahu Apa yang Terjadi di Dugaan Kasus Korupsi Dirjen Bea Cukai

Purbaya Klaim Tahu Apa yang Terjadi di Dugaan Kasus Korupsi Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:01 WIB

Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai

Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:31 WIB

Terkini

Review Buku Milenial Bisa Memimpin: Panduan Jadi Leader di Tengah Perubahan Zaman

Review Buku Milenial Bisa Memimpin: Panduan Jadi Leader di Tengah Perubahan Zaman

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 22:12 WIB

Promo Khusus Member Superindo 21-27 Mei 2026: Popok Bayi hingga Skincare Jadi Murah Banget

Promo Khusus Member Superindo 21-27 Mei 2026: Popok Bayi hingga Skincare Jadi Murah Banget

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:05 WIB

Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar

Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 19:22 WIB

6 Cushion Non-Comedogenic untuk Makeup Mulus Tanpa Khawatir Wajah Breakout

6 Cushion Non-Comedogenic untuk Makeup Mulus Tanpa Khawatir Wajah Breakout

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 16:53 WIB

Hair Dryer Canggih Hadir dengan Teknologi Ion dan Kolagen untuk Rambut Lebih Sehat

Hair Dryer Canggih Hadir dengan Teknologi Ion dan Kolagen untuk Rambut Lebih Sehat

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 16:00 WIB

4 Ide Olahan Daging Sapi Kurban yang Tahan Lama untuk Stok Anak Kos

4 Ide Olahan Daging Sapi Kurban yang Tahan Lama untuk Stok Anak Kos

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:47 WIB

7 Destinasi Wisata Terbaik di Bengkulu yang Wajib Dikunjungi Wisatawan

7 Destinasi Wisata Terbaik di Bengkulu yang Wajib Dikunjungi Wisatawan

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:19 WIB

Bolehkan Puasa Arafah tapi Masih Punya Utang Puasa Ramadan? Ini Penjelasannya

Bolehkan Puasa Arafah tapi Masih Punya Utang Puasa Ramadan? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:02 WIB

3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe

3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:57 WIB

Kapan Puasa Arafah 2026? Ini Keutamaan bagi yang Tidak Berhaji

Kapan Puasa Arafah 2026? Ini Keutamaan bagi yang Tidak Berhaji

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:55 WIB