- Umat Buddha merayakan Tri Suci Waisak setiap purnama bulan Mei untuk memperingati kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Sang Buddha.
- Perayaan Waisak di Candi Borobudur melibatkan ribuan umat yang melakukan ritual doa bersama untuk kedamaian bagi seluruh dunia.
- Kegiatan Waisak mencakup bakti sosial dan refleksi nilai ajaran Buddha demi mewujudkan kehidupan penuh kasih serta kebijaksanaan nyata.
Buddha pernah mengatakan, “Segala sesuatu yang muncul pasti akan lenyap.” Pesan ini sangat relevan untuk menghadapi kecemasan, ketakutan, dan penderitaan yang dialami banyak orang.
Waisak mengajak kita untuk hidup lebih sadar (mindful), penuh kasih, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan serta sesama.
Bagi umat Buddha Indonesia, Waisak juga menjadi simbol kerukunan beragama. Perayaan yang damai dan terbuka ini memperkuat nilai Pancasila dan kebhinekaan, menunjukkan bahwa agama dapat menjadi kekuatan pemersatu, bukan pemecah belah.
Sebagai penutup, Waisak adalah hari kemenangan cahaya atas kegelapan, kebijaksanaan atas kebodohan, dan kasih sayang atas kebencian. Bagi umat Buddha, makna sejatinya adalah komitmen untuk terus mengamalkan ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari.