7 Fakta Penipuan Umrah Hanania Travel: Rugikan 128 Orang Senilai Rp12 Miliar

Ruth Meliana

Minggu, 31 Mei 2026 | 13:25 WIB
7 Fakta Penipuan Umrah Hanania Travel: Rugikan 128 Orang Senilai Rp12 Miliar
ilustrasi ibadah umrah (Pexels/Earth Photart)
baca 10 detik
  • Direktur Utama Hanania Travel, Ahmad Syah Farhan, ditahan Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan perjalanan umrah jemaah.
  • Sebanyak 128 calon jemaah mengalami kerugian Rp12,145 miliar karena pihak travel tidak merealisasikan keberangkatan paket umrah mereka.
  • Penyelidikan mengungkapkan adanya indikasi skema gali lubang tutup lubang yang merugikan ratusan korban di Jakarta Selatan.

Suara.com - Kasus dugaan penipuan perjalanan umrah oleh Hanania Travel menjadi sorotan. Ratusan calon jemaah yang telah membayar paket umrah mahal akhirnya gagal berangkat dan melaporkan Hanania Travel ke Polda Metro Jaya.

Nah, ini 7 fakta kasus penipuan umrah oleh Hanania Travel yang mencapai puluhan miliar.

1. Jumlah Korban dan Kerugian yang Fantastis

Dalam satu laporan polisi yang diajukan oleh pelapor berinisial JSP, tercatat 128 calon jemaah menjadi korban dengan total kerugian mencapai Rp12,145 miliar. Angka ini hanya dari satu laporan saja.

Pihak kepolisian menyebut ada laporan kedua, dan total kerugian secara keseluruhan diperkirakan jauh lebih besar. Beberapa korban melaporkan kehilangan dana puluhan hingga hampir Rp100 juta per orang.

2. Pemilik Hanania Travel Ditahan Polisi

Direktur Utama Hanania Group, Ahmad Syah Farhan (ASF), telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.

Penetapan tersangka dilakukan setelah polisi memeriksa puluhan saksi dan menggelar perkara. Farhan dijerat dengan Pasal 492, 486, dan/atau 607 KUHP terkait penipuan dan penggelapan.

3. Janji Keberangkatan yang Tak Kunjung Terealisasi

baca juga

Para korban mengaku telah melunasi biaya paket umrah sejak awal 2026 dengan jadwal keberangkatan antara Maret hingga Juni 2026. Namun, hingga akhir Mei, tidak ada satu pun yang diberangkatkan.

Pihak travel sempat berdalih force majeure akibat situasi geopolitik, tetapi korban menemukan bukti bahwa tiket pesawat dan hotel belum pernah dipesan.

4. Dugaan Skema “Gali Lubang Tutup Lubang”

Banyak korban menduga Hanania Travel menggunakan uang pendaftar baru untuk memberangkatkan jemaah periode sebelumnya — skema klasik yang mirip kasus First Travel tahun 2017.

Praktik ini membuat antrian keberangkatan semakin panjang dan akhirnya runtuh ketika tidak ada pemasukan baru yang cukup. Akibatnya, kantor Hanania Travel di Tower 88 Kota Kasablanka, Kuningan, Jakarta Selatan, kini tutup dan sepi.

5. Hanania Travel Pernah Jadi Langganan Artis

Sebelum kasus ini meledak, Hanania Group dikenal sebagai travel umrah premium yang sering dipakai selebriti dan kalangan menengah atas. Citra mewah ini membuat banyak orang percaya dan rela membayar biaya paket yang relatif tinggi.

Kini, reputasi tersebut hancur dan menjadi pelajaran bagi calon jemaah umrah untuk lebih teliti memilih travel resmi berizin.

6. Mediasi Gagal dan Korban Geruduk Kantor

Sebelum melapor ke polisi pada 28 Mei 2026, para korban sempat melakukan mediasi dengan pihak Hanania. Mediasi berlangsung alot dan ricuh, bahkan berujung pada penggerudukan kantor.

Karena tidak ada kesepakatan soal pengembalian dana maupun jadwal baru, para korban akhirnya membawa kasus ini ke ranah hukum.

7. Potensi Kerugian Lebih Besar dan Implikasi Hukum

Meski laporan awal menyebut 128 korban dengan Rp12 miliar, ada indikasi total jemaah yang terdampak mencapai lebih dari 300 orang dengan kerugian hingga puluhan miliar.

Mitra agen Hanania juga dilaporkan mengalami kerugian miliaran. Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap biro perjalanan umrah oleh Kementerian Agama dan Otoritas Jasa Keuangan.

Kasus Hanania Travel menjadi bukti bahwa ibadah suci seperti umrah tidak luput dari praktik kecurangan bisnis. Bagi calon jemaah, disarankan selalu memilih travel yang terdaftar resmi di Kemenag, meminta bukti pemesanan tiket dan hotel secara transparan, serta tidak mudah tergiur paket murah yang terlalu menggiurkan.

Hingga saat ini, penyidikan penipuan travel oleh Hanania Travel masih berlanjut. Masyarakat berharap agar Ahmad Syah Farhan dan pihak terkait dimintai pertanggungjawaban secara maksimal, serta dana korban dapat dikembalikan semaksimal mungkin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi Kasus Penipuan Umrah Hanania Travel, Berapa Total Kerugiannya?

Kronologi Kasus Penipuan Umrah Hanania Travel, Berapa Total Kerugiannya?

Lifestyle | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:42 WIB

Biaya Umrah di Hanania Travel Berapa? Disorot Usai Owner Tersandung Kasus Penipuan

Biaya Umrah di Hanania Travel Berapa? Disorot Usai Owner Tersandung Kasus Penipuan

Lifestyle | Minggu, 31 Mei 2026 | 08:56 WIB

Kenali 7 Ciri-Ciri Travel Umrah Bodong, Jangan Langsung Tergiur Promo dan Harga Murah

Kenali 7 Ciri-Ciri Travel Umrah Bodong, Jangan Langsung Tergiur Promo dan Harga Murah

Lifestyle | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:33 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×