Jalan Sunyi Arif Menjaga Harapan Pertanian: Dari Loteng Sempit hingga Panen 7 Kuintal Selada

Bimo Aria Fundrika

Senin, 01 Juni 2026 | 10:57 WIB
Jalan Sunyi Arif Menjaga Harapan Pertanian: Dari Loteng Sempit hingga Panen 7 Kuintal Selada
Arif Hermawan menunjukkan hasil kebun hidroponiknya berupa sayuran selada (ANTARA/HO-Diskominfo Lumajang)
baca 10 detik
  • Arif Hermawan memulai usaha hidroponik selada di Lumajang setelah belajar secara otodidak dari kegagalan teknis budidaya tanaman.
  • Usaha tersebut kini berkembang pesat dengan 4.200 lubang tanam dan mampu memproduksi tujuh kuintal selada setiap panen.
  • Hasil panen selada dari kebun hidroponik Arif disalurkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Lumajang.

Suara.com - Di loteng rumah berukuran sekitar 40 meter persegi miliknya di Desa Curahpetung, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Arif Hermawan berkali-kali menyaksikan tanaman selada yang ia tanam gagal tumbuh.

Di bawah atap seng yang menyimpan panas, 70 botol plastik bekas yang disusunnya menjadi instalasi hidroponik sederhana justru lebih sering menghasilkan kekecewaan daripada panen. Daun menguning, akar membusuk, dan sebagian tanaman mati sebelum sempat dipetik.

Bagi sebagian orang, kegagalan itu mungkin cukup menjadi alasan untuk berhenti. Namun bagi Arif, kegagalan justru menjadi awal dari proses belajar yang kemudian mengubah hidupnya.

Kini, tujuh tahun setelah percobaan sederhana itu dimulai, kebun hidroponik yang dirintisnya berkembang menjadi usaha dengan 4.200 lubang tanam aktif. Setiap 40 hari, lebih dari tujuh kuintal selada dipanen dan sebagian hasilnya memasok dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lumajang.

Kisah Arif bukan sekadar cerita tentang keberhasilan usaha. Di tengah berkurangnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian, pengalaman pemuda berusia 28 tahun itu menunjukkan bagaimana teknologi sederhana dan ketekunan dapat membuka jalan baru bagi regenerasi petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Berawal dari Kegagalan

Arif bukan lulusan pertanian. Ia merupakan sarjana ekonomi syariah yang sempat bekerja sebagai sales marketing sebelum mengenal hidroponik melalui berbagai video di internet.

Rasa penasaran mendorongnya mencoba menanam selada menggunakan sistem hidroponik sederhana di loteng rumah. Namun teori yang terlihat mudah di media sosial ternyata tidak sesederhana praktik di lapangan.

Hari-harinya diisi dengan berbagai persoalan teknis. Nutrisi tidak seimbang, aliran air terganggu, hingga tanaman yang gagal tumbuh.

baca juga

"Yang paling sulit sebenarnya bukan modal, tetapi memahami sistemnya," kata Arif.

Alih-alih menyerah, ia mulai mencatat setiap kegagalan. Bersama istrinya, ia memperbaiki instalasi tanam, mengatur ulang aliran air, dan mempelajari kebutuhan nutrisi tanaman.

Perlahan hasilnya mulai terlihat. Selada yang sebelumnya mati kini mampu bertahan dan tumbuh lebih baik.

Panen pertama memang tidak besar. Namun ketika hasil panen dibagikan kepada tetangga, respons yang diterima justru membuka peluang baru.

Beberapa warga mulai meminta untuk membeli selada yang ditanamnya.

Ketika Pertanian Menjadi Pilihan Karier

Permintaan yang terus bertambah membuat Arif mengambil keputusan yang tidak ringan. Ia meninggalkan pekerjaannya sebagai sales marketing dan memilih menekuni hidroponik secara penuh.

Keputusan itu diikuti dengan pinjaman modal sebesar Rp65 juta dari perbankan untuk memperluas usaha.

Langkah tersebut penuh risiko. Selain harus membayar cicilan, Arif juga menanggung tanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarga dari usaha yang saat itu belum sepenuhnya stabil.

Namun keputusan tersebut menjadi titik balik.

Dari instalasi sederhana di loteng rumah, usaha hidroponiknya berkembang ke lahan seluas sekitar 220 meter persegi. Sistem produksi menjadi lebih terukur dan kapasitas tanam meningkat hingga ribuan lubang.

Saat ini, kebunnya mampu menghasilkan omzet sekitar Rp21 juta setiap siklus panen dengan keuntungan bersih mencapai sekitar Rp15 juta.

Menjawab Tantangan Ketahanan Pangan

Meski demikian, Arif menilai keberhasilan usahanya tidak semata diukur dari pendapatan.

Dalam beberapa tahun terakhir, ia melihat semakin sedikit anak muda yang tertarik bekerja di sektor pertanian. Padahal kebutuhan pangan terus meningkat dan regenerasi petani menjadi tantangan di banyak daerah.

Karena itu, ia mendirikan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) untuk berbagi pengalaman kepada masyarakat dan generasi muda yang tertarik mengembangkan pertanian modern.

"Pertanian sekarang sudah berbeda. Ada hidroponik, pemasaran digital, penjualan online, dan berbagai teknologi yang membuat usaha tani lebih menjanjikan," ujarnya.

Perkembangan usaha Arif juga bersinggungan dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat.

Melalui kerja sama dengan dapur SPPG, hasil panen hidroponiknya kini menjadi bagian dari rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis. Kepastian permintaan tersebut membuat pola tanam harus disusun lebih disiplin agar pasokan sayuran tetap tersedia setiap pekan.

Solusi dari Skala Kecil

Pemerintah Kabupaten Lumajang melihat inisiatif seperti yang dilakukan Arif sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

Sejalan dengan itu, pemerintah daerah mengembangkan Program Pekarangan Sehat (PESAT) yang mendorong keluarga memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran, buah, dan sumber pangan lainnya.

Menurut Bupati Lumajang, Indah Amperawati, ketahanan pangan keluarga menjadi fondasi penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih tangguh menghadapi berbagai tantangan ekonomi maupun pangan di masa depan.

Dari ruang kecil di atas rumahnya, Arif membuktikan bahwa pertanian masih memiliki masa depan. Bukan hanya sebagai sumber penghasilan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memastikan pangan dan gizi tetap tersedia bagi generasi berikutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tembus 1,14 Ton! Sapi 'Kang Jo' Lumajang yang Dibeli Prabowo dari Peternak Gen Z

Tembus 1,14 Ton! Sapi 'Kang Jo' Lumajang yang Dibeli Prabowo dari Peternak Gen Z

Video | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:23 WIB

Tembus 1,14 Ton! Ini Penampakan Sapi 'Kang Jo' Lumajang yang Dibeli Prabowo dari Peternak Gen Z

Tembus 1,14 Ton! Ini Penampakan Sapi 'Kang Jo' Lumajang yang Dibeli Prabowo dari Peternak Gen Z

News | Senin, 25 Mei 2026 | 08:17 WIB

Peningkatan Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru

Peningkatan Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru

Foto | Senin, 20 April 2026 | 19:19 WIB

Terkini

Siswa di Asahan Diduga Keracunan MBG dari SPPG Polres Asahan, Kapolda Didesak Turun Tangan

Siswa di Asahan Diduga Keracunan MBG dari SPPG Polres Asahan, Kapolda Didesak Turun Tangan

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 14:08 WIB

Asap Karhutla Disebut Meluas hingga ke Vietnam, Kemenhut Cek Asal Sumbernya

Asap Karhutla Disebut Meluas hingga ke Vietnam, Kemenhut Cek Asal Sumbernya

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:08 WIB

Karier di Indonesia Berujung Pidana, Influencer Malaysia Aisar Khaled Terancam 15 Tahun Penjara

Karier di Indonesia Berujung Pidana, Influencer Malaysia Aisar Khaled Terancam 15 Tahun Penjara

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:05 WIB

Tren Mobil Ramah Lingkungan Meningkat Innova Zenix Hybrid Cari Favorit Warga Jateng DIY

Tren Mobil Ramah Lingkungan Meningkat Innova Zenix Hybrid Cari Favorit Warga Jateng DIY

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 14:05 WIB

Konser BTS Geser Jadwal Timnas Indonesia ke Laga Tandang November 2026

Konser BTS Geser Jadwal Timnas Indonesia ke Laga Tandang November 2026

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 14:04 WIB

Golkar dan PKS Sepakat Dorong Ambang Batas Parlemen Jadi 5 Persen

Golkar dan PKS Sepakat Dorong Ambang Batas Parlemen Jadi 5 Persen

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:02 WIB

Saat Program Andalan Memakan Korban, Bukankah Presiden Seharusnya Geram?

Saat Program Andalan Memakan Korban, Bukankah Presiden Seharusnya Geram?

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 14:00 WIB

'Silakan Proses Hukum', Respons Golkar Usai Fahd A Rafiq Terjaring OTT KPK

'Silakan Proses Hukum', Respons Golkar Usai Fahd A Rafiq Terjaring OTT KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:58 WIB

Kabur Usai Ditangkap, Polisi Tembak Pelaku Begal Sadis di Medan

Kabur Usai Ditangkap, Polisi Tembak Pelaku Begal Sadis di Medan

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 13:58 WIB

Keuangan INKA Jebol, Ekuitas Negatif Hingga Rugi Capai Rp670 Miliar

Keuangan INKA Jebol, Ekuitas Negatif Hingga Rugi Capai Rp670 Miliar

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:55 WIB

×