- Piala Dunia 2026 akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
- Total ada 48 tim peserta yang berpartisipasi dalam ajang sepakbola terbesar.
- FIFA memproyeksikan keuntungan ekonomi mencapai $11 miliar.
Suara.com - Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi paling bersejarah dalam kompetisi sepak bola terbesar di dunia. Untuk pertama kalinya, turnamen ini digelar di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Keputusan ini bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari strategi FIFA yang ambisius untuk memperluas jangkauan turnamen dan memaksimalkan dampak ekonomi serta olahraga di kawasan Amerika Utara. Lantas, kenapa tuan rumah Piala Dunia diadakan di 3 negara?
Latar Belakang Perluasan Format Piala Dunia 2026

Pada tahun 2018, FIFA secara resmi memilih tawaran bersama United 2026 mengalahkan tawaran Maroko dengan suara telak 134 berbanding 65. Alasan utama di balik format tiga negara tuan rumah adalah perluasan jumlah tim peserta dari 32 menjadi 48 tim.
Dengan 48 tim, jumlah pertandingan melonjak drastis menjadi 104 laga dari sebelumnya 64 laga. Satu negara saja akan kesulitan menyediakan infrastruktur yang memadai untuk skala sebesar ini tanpa risiko tinggi terhadap kualitas dan kenyamanan.
Tawaran United 2026 menawarkan 23 stadion yang sudah siap pakai dari 16 kota terpilih, yaitu 11 di AS, 3 di Meksiko, dan 2 di Kanada. Hampir semua venue memiliki kapasitas besar, fasilitas modern, dan sudah terbukti menyelenggarakan event olahraga kelas dunia.
Amerika Serikat mendominasi dengan 78 pertandingan, sementara Kanada dan Meksiko masing-masing mendapat porsi yang lebih kecil tetapi tetap penting.
Final akan digelar di MetLife Stadium, New Jersey, sementara pertandingan pembuka di Estadio Azteca, Meksiko.
Alasan Strategis dan Ekonomi

FIFA melihat potensi besar dari penyelenggaraan di tiga negara yang berdekatan. Amerika Utara memiliki infrastruktur transportasi yang sangat baik, termasuk penerbangan domestik yang padat, jaringan jalan raya antarnegara, dan kereta api.
Suporter bisa dengan mudah melakukan “road trip” lintas batas, menciptakan pengalaman unik yang belum pernah ada sebelumnya.
Selain itu, ketiga negara memiliki pengalaman sukses menjadi tuan rumah. Meksiko pernah menjadi tuan rumah dua kali pada 1970 dan 1986, Amerika Serikat pada 1994, serta Kanada yang sukses dengan Piala Dunia Wanita.
Secara ekonomi, FIFA memperkirakan keuntungan hingga $11 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan tawaran Maroko. Pendapatan ini akan mengalir ke 211 asosiasi anggota FIFA untuk pengembangan sepak bola.
Bagi ketiga negara tuan rumah, dampaknya juga sangat besar seperti peningkatan pariwisata, lapangan kerja, investasi infrastruktur, dan promosi budaya.
Kota-kota seperti New York, Los Angeles, Toronto, Guadalajara, dan Mexico City akan menjadi pusat perhatian dunia.
Simbolisme dan Kesatuan Regional
![Ilustrasi Piala Dunia 2026 [Suara.com/AI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/03/18968-ilustrasi-piala-dunia-2026.jpg)
Pemilihan tiga negara juga membawa makna simbolis yang kuat. Ini menunjukkan semangat persatuan CONCACAF (Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia).
Konsep “United Bid” pertama kali muncul pada 2016-2017 sebagai bentuk kolaborasi antar federasi sepak bola ketiga negara.
Meksiko mendapatkan kehormatan sebagai tuan rumah pertandingan pembuka di Estadio Azteca — stadion legendaris yang kini menjadi venue pertama yang digunakan tiga kali di Piala Dunia. Hal ini menunjukkan penghargaan FIFA terhadap sejarah sepak bola di kawasan tersebut.
Meski demikian, format ini bukan tanpa tantangan. Koordinasi antar tiga negara, isu visa, keamanan, dan logistik perjalanan menjadi perhatian utama.
FIFA dan panitia penyelenggara terus bekerja keras untuk memastikan turnamen berjalan lancar.
Beberapa kelompok suporter bahkan menyuarakan kekhawatiran terkait isu politik di Amerika Serikat, tetapi FIFA menjamin keamanan dan akses bagi semua peserta dan pengunjung.
Pada akhirnya, penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di tiga negara mencerminkan evolusi turnamen ini di era modern. FIFA ingin turnamen tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga festival sepak bola yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak luas.