- Penggunaan sandal barefoot saat lari membantu memperbaiki postur kaki.
- Desain sol tipis dan bobot ringan sandal barefoot meningkatkan efisiensi energi, keseimbangan, serta sirkulasi udara bagi pelari.
- Pelari disarankan melakukan masa transisi bertahap jikan ingin memakai sandal barefoot.
Suara.com - Olahraga lari kini semakin diminati masyarakat. Menariknya, olahraga ini tak melulu harus memakai sepatu, tapi bisa juga menggunakan barefoot sandals atau sandal barefoot.
Sandal barefoot bukanlah sandal jepit biasa. Ia dirancang dengan sol yang sangat kuat namun tipis, serta sistem pengikat (strap) yang memastikan sandal tetap menempel di kaki saat bergerak cepat.
Apa saja manfaat yang bisa didapatkan dengan mengganti sepatu lari konvensional ke sandal barefoot? Berikut pembahasannya.
1. Memperbaiki Mekanika dan Postur Lari (Form)
Salah satu manfaat terbesar lari dengan sandal barefoot adalah perubahan cara kaki mendarat di tanah.
Sepatu lari biasa memiliki tumit tebal, sehingga pelari cenderung mendarat dengan tumit terlebih dahulu (heel strike). Ini mengirimkan gaya kejut besar langsung ke lutut dan pinggul.
Sementara barefoot sandal tidak ada bantalan di tumit (zero drop), sehingga pengguna secara alami akan mendarat dengan bagian tengah atau depan kaki (midfoot/forefoot strike).
Ini adalah cara lari paling anatomis karena beban benturan diredam oleh otot dan tendon, bukan tulang dan sendi.
2. Memperkuat Otot-Otot yang selama Ini "Tidur"
Saat memakai sepatu lari yang kaku, otot-otot kecil di telapak kaki (otot intrinsik) tidak bekerja maksimal karena "dimanjakan" oleh stabilitas sepatu.
Berlari dengan sandal barefoot memaksa otot-otot kaki, pergelangan kaki, hingga betis untuk bekerja lebih aktif guna menyeimbangkan tubuh dan meredam getaran.
Hasilnya, kaki Anda menjadi jauh lebih kuat dan lengkungan kaki (arch) menjadi lebih stabil.
3. Mengurangi Risiko Cedera Lutut
Banyak pelari mengalami cedera lutut karena benturan berulang dari gaya lari heel strike. Dengan beralih ke sandal minimalis, beban kerja berpindah dari sendi lutut ke otot betis dan tendon Achilles.
Meskipun di awal otot betis akan terasa lebih cepat pegal, dalam jangka panjang ini lebih sehat.