Menanam Pohon Saja Tak Cukup: Mengapa Penghijauan Kota Bisa Gagal Mengurangi Panas?

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 09 Juni 2026 | 10:23 WIB
Menanam Pohon Saja Tak Cukup: Mengapa Penghijauan Kota Bisa Gagal Mengurangi Panas?
Vegetasi jalan Melbourne (Pexels/ Daniel Dang)

Suara.com - Di banyak kota di dunia, menanam pohon di pinggir jalan dianggap solusi sederhana untuk menghadapi kenaikan suhu perkotaan.

Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa lebih banyak pohon tidak otomatis berarti ruang kota menjadi lebih nyaman bagi pejalan kaki.

Desain vegetasi dan kondisi iklim lokal justru menentukan apakah sebuah jalan terasa sejuk atau malah gerah.

Studi yang dilaporkan oleh Phys.org membandingkan dampak termal ruang terbuka, area dengan pepohonan saja, dan kawasan dengan vegetasi berlapis yang menggabungkan pohon, semak, serta tanaman penutup tanah. Penelitian dilakukan di tiga kota dengan karakter iklim berbeda: Melbourne, Munich, dan Hong Kong.

Peneliti utama, Mohammad A. Rahman, bersama timnya tidak hanya mengukur suhu udara. Mereka juga menghitung mean radiant temperature atau suhu radiasi rata-rata, yakni panas yang dipantulkan jalan, bangunan, dan permukaan lain ke tubuh manusia. Ukuran ini penting karena seseorang bisa tetap merasa sangat panas meski suhu udara tidak terlalu tinggi.

Hasil yang berbeda di tiap kota

Di Melbourne, naungan pohon di pinggir jalan terbukti efektif. Panas radiasi yang diterima pejalan kaki turun lebih dari 18 derajat Celsius dibandingkan area jalanan terbuka.

Munich menunjukkan pola berbeda. Kota beriklim lebih dingin ini justru mendapat manfaat terbesar dari vegetasi berlapis. Kombinasi pohon, semak, dan penutup tanah mampu mengurangi tekanan panas siang hari hampir 8 derajat Celsius.

Sementara itu, Hong Kong yang lembap dan subtropis tetap memperoleh efek pendinginan dari kanopi pohon yang saling bertumpuk. Tetapi hasilnya lebih bervariasi karena kelembapan udara memainkan peran besar dalam kenyamanan termal.

baca juga

Temuan ini menunjukkan bahwa strategi penghijauan tidak bisa diseragamkan. Pohon yang efektif di satu kota belum tentu memberi hasil serupa di kota lain.

Ketika penghijauan justru memperburuk rasa gerah

Penelitian ini juga menyoroti sisi yang jarang dibahas dalam kebijakan penghijauan kota: vegetasi yang terlalu rapat dapat menimbulkan masalah baru.

Di Hong Kong, tanaman yang padat meningkatkan kelembapan melalui proses transpirasi. Di lingkungan yang sudah lembap, tambahan uap air membuat keringat lebih sulit menguap sehingga tubuh terasa lebih gerah.

Di Munich, koridor jalan yang sempit dan dipenuhi vegetasi lebat justru menghambat sirkulasi angin. Akibatnya, udara panas dan polusi kendaraan terperangkap di sekitar area pejalan kaki.

Artinya, menambah volume vegetasi tanpa mempertimbangkan aliran udara dan karakter ruang kota dapat mengurangi kenyamanan publik alih-alih meningkatkannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menyusuri Teduh Pantai Cemara di Ujung Selatan Jember

Menyusuri Teduh Pantai Cemara di Ujung Selatan Jember

Your Say | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:30 WIB

Teka-teki untuk Anak Kepo: Pohon Tua, Tengkorak, dan Permainan Aneh

Teka-teki untuk Anak Kepo: Pohon Tua, Tengkorak, dan Permainan Aneh

Your Say | Minggu, 03 Mei 2026 | 09:05 WIB

Cuaca Ekstrem Terjang Bogor, Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon dan Puluhan Terdampak Banjir

Cuaca Ekstrem Terjang Bogor, Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon dan Puluhan Terdampak Banjir

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 22:16 WIB

Terkini

Survei Ipsos: Masyarakat Kini Tak Lagi Mudah Tergiur Promo

Survei Ipsos: Masyarakat Kini Tak Lagi Mudah Tergiur Promo

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 22:16 WIB

Keberlanjutan Tak Lagi Sekadar Tren, Begini Cara Industri Mulai Mengubah Cara Bertumbuh

Keberlanjutan Tak Lagi Sekadar Tren, Begini Cara Industri Mulai Mengubah Cara Bertumbuh

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 22:02 WIB

Pameran Hewan Kini Punya Wajah Baru, Edukasi dan Komunitas Jadi Daya Tarik Utama

Pameran Hewan Kini Punya Wajah Baru, Edukasi dan Komunitas Jadi Daya Tarik Utama

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 20:04 WIB

6 Sunscreen Terbaik untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat di Indonesia

6 Sunscreen Terbaik untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat di Indonesia

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 19:10 WIB

6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab

6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 18:48 WIB

3 Moisturizer Jepang Terbaik untuk Lawan Penuaan Dini, Bikin Kulit Kencang dan Glowing!

3 Moisturizer Jepang Terbaik untuk Lawan Penuaan Dini, Bikin Kulit Kencang dan Glowing!

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 18:39 WIB

Apa Cushion yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi Terbaik sesuai Review

Apa Cushion yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi Terbaik sesuai Review

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 18:20 WIB

Sunscreen atau Primer Dulu? Ini Panduan Skincare dan Makeup Tahan Lama

Sunscreen atau Primer Dulu? Ini Panduan Skincare dan Makeup Tahan Lama

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 17:35 WIB

Sabun Cuci Muka Apa yang Cocok untuk Kulit Berminyak? Ini 5 Pilihan dengan Klaim Kontrol Minyak

Sabun Cuci Muka Apa yang Cocok untuk Kulit Berminyak? Ini 5 Pilihan dengan Klaim Kontrol Minyak

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 17:05 WIB

Kardinal Suharyo Soroti Krisis Moral di Era Teknologi: Dunia Masih Butuh Suara Hati

Kardinal Suharyo Soroti Krisis Moral di Era Teknologi: Dunia Masih Butuh Suara Hati

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 17:05 WIB

×