Mengenal Mudi, Edukator Konservasi Muda yang Ubah Scroll Jadi Aksi Lingkungan

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 10 Juni 2026 | 11:02 WIB
Mengenal Mudi, Edukator Konservasi Muda yang Ubah Scroll Jadi Aksi Lingkungan
Potret Konten Mutia Hanifah atau Mudi Di Sosial Media (Instagram/@ke.mudian)

Suara.com - Di media sosial, perhatian datang dan pergi dalam hitungan detik. Satu video bisa ditonton jutaan kali, sementara informasi lain lewat begitu saja di layar.

Di tengah ruang digital yang dipenuhi hiburan dan tren cepat berganti, Muthia Hanifah melihat ada satu hal yang sering tertinggal, percakapan tentang lingkungan.

Bagi perempuan yang akrab disapa Mudi itu, persoalannya bukan karena masyarakat tidak peduli. Menurutnya, banyak orang hanya merasa isu lingkungan terlalu besar, terlalu rumit, dan terlalu jauh dari kehidupan sehari-hari.

Karena itu, alih-alih memulai dari data emisi atau kerusakan hutan, ia memilih pendekatan yang berbeda, berbicara tentang kebiasaan kecil yang akrab dengan keseharian.

Membawa botol minum sendiri. Mengurangi membeli barang yang tidak dibutuhkan. Tidak memelihara satwa liar.

Pilihan itu kemudian membawanya menjadi edukator konservasi sekaligus konten kreator yang aktif menyuarakan isu lingkungan melalui media sosial.

Ketika Isu Lingkungan Terasa Terlalu Jauh

Langkah tersebut menjadi relevan di tengah tingginya penggunaan internet di Indonesia. Berdasarkan Survei Profil Internet Indonesia 2026 yang dirilis Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 236 juta jiwa atau sekitar 81,72 persen dari total populasi.

Namun, besarnya ruang digital belum otomatis membuat isu lingkungan lebih mudah diterima.

“Isu lingkungan itu sebenarnya isu yang paling dekat sama kita, tetapi banyak orang menganggap isu lingkungan adalah isu yang jauh karena mereka menganggap kalau membahas isu lingkungan itu soal yang berat, kayak pembabatan hutan, sawit, dan lain-lain,” ujar Mudi.

Menurutnya, persepsi tersebut membuat banyak orang merasa menjaga lingkungan membutuhkan perubahan besar. Padahal, kepedulian dapat dimulai dari keputusan-keputusan sederhana yang dilakukan setiap hari.

Mudi mencontohkan praktik seperti memilah sampah organik dan anorganik, mengurangi konsumsi berlebih, hingga lebih bijak dalam memilih produk yang digunakan.

Membawa Isu Konservasi ke Timeline Anak Muda

Selain gaya hidup sehari-hari, Mudi juga menaruh perhatian pada isu konservasi yang menurutnya masih minim mendapat sorotan publik.

Salah satunya adalah perdagangan satwa liar di platform digital.

Ia mengaku masih sering menemukan praktik jual beli satwa yang dianggap biasa oleh masyarakat, padahal sebagian di antaranya melanggar aturan.

“Salah satu isu lingkungan yang kurang dapat perhatian tapi dampaknya besar itu terkait perdagangan satwa liar di online. Bahkan banyak orang itu nggak sadar kalau itu ilegal,” katanya.

Di saat yang sama, ia juga melihat rendahnya literasi masyarakat mengenai kekayaan hayati Indonesia.

Padahal, Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat keanekaragaman hayati terbesar di dunia.

Menurut Mudi, banyak orang belum memahami bahwa keberadaan satwa dan tumbuhan bukan sekadar bagian dari alam, tetapi memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

“Jadi masyarakat ini mungkin jarang tahu kalau Indonesia itu sebenarnya kaya banget terhadap satwa dan tumbuhan. Makanya salah satu yang kuangkat adalah terkait pengenalan satwa-satwa tumbuhan dan hewan yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Mengubah Konten Menjadi Ajakan Bertindak

Untuk menjangkau lebih banyak orang, Mudi memilih mengemas pesan konservasi dengan pendekatan yang lebih ringan.

Ia menggunakan format konten yang mengikuti tren media sosial, visual yang mudah dipahami, dan bahasa yang dekat dengan audiens muda.

Menurutnya, tujuan edukasi bukan membuat isu terdengar rumit, tetapi membuat masyarakat memahami mengapa isu tersebut penting.

“Kita pakai tren-tren yang Gen Z banget. Bahasanya enggak kaku, jangan sampai pakai bahasa yang tinggi dan sulit dimengerti. Agar masyarakat itu paham terhadap isu yang disampaikan, bukan agar terlihat keren kitanya,” jelasnya.

Namun bagi Mudi, informasi saja tidak cukup. Ia selalu berusaha menutup kontennya dengan ajakan tindakan yang konkret dan mudah dilakukan.

Mulai dari membawa wadah makan sendiri, menggunakan botol isi ulang, hingga mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

“Aku sering kasih contoh-contoh hal kecil yang sebenarnya bisa mereka lakukan dan itu membantu menjaga lingkungan secara enggak langsung. Di akhir konten pasti ada call to action, apa yang harus dilakukan,” tuturnya.

Dari Konten ke Kebiasaan Baru

Di tengah anggapan bahwa media sosial identik dengan hiburan dan distraksi, Mudi melihat peluang lain: menjadikannya ruang untuk membangun kebiasaan baru.

Sebab menurutnya, menjaga lingkungan tidak selalu dimulai dari aksi besar. Terkadang, perubahan hadir dari satu kebiasaan kecil yang terus diulang, dan satu konten yang membuat seseorang berhenti sejenak untuk berpikir ulang tentang caranya hidup.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Koalisi Sipil Tolak RUU Polri, Nilai Penyusunannya Ugal-Ugalan dan Tak Transparan

Koalisi Sipil Tolak RUU Polri, Nilai Penyusunannya Ugal-Ugalan dan Tak Transparan

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:21 WIB

Qadari Bantah Pemerintah Tone Deaf di Tengah Tekanan Ekonomi: Kritik Masyarakat Didengar

Qadari Bantah Pemerintah Tone Deaf di Tengah Tekanan Ekonomi: Kritik Masyarakat Didengar

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:30 WIB

Menyoal Budaya Flexing di Media Sosial: Takut Miskin atau Takut Tak Terlihat Sukses?

Menyoal Budaya Flexing di Media Sosial: Takut Miskin atau Takut Tak Terlihat Sukses?

Your Say | Senin, 08 Juni 2026 | 18:05 WIB

Terkini

Membaca Jakarta dari Ruang Hijau: Catatan Sehari Bersama Ayo ke Taman

Membaca Jakarta dari Ruang Hijau: Catatan Sehari Bersama Ayo ke Taman

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:05 WIB

Banyak Ibu Mengalaminya, Ini Kisah Bangkit dari Kerontokan Rambut Pascapersalinan

Banyak Ibu Mengalaminya, Ini Kisah Bangkit dari Kerontokan Rambut Pascapersalinan

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:39 WIB

Daftar Harga BBM BP Hari Ini di Jabodetabek dan Jawa Timur, BP Ultimate Tembus Rp17.240

Daftar Harga BBM BP Hari Ini di Jabodetabek dan Jawa Timur, BP Ultimate Tembus Rp17.240

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:39 WIB

Weton Tulang Wangi Apa Saja? Ini Alasan Dilarang Keluar di Malam 1 Suro

Weton Tulang Wangi Apa Saja? Ini Alasan Dilarang Keluar di Malam 1 Suro

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:19 WIB

4 Lipstik Merah Transferproof yang Tidak Nempel di Gelas saat Minum, Tetap Bold Sepanjang Hari

4 Lipstik Merah Transferproof yang Tidak Nempel di Gelas saat Minum, Tetap Bold Sepanjang Hari

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:18 WIB

4 Shio dengan Hari Kurang Beruntung pada Juni 2026, Simak Prediksinya

4 Shio dengan Hari Kurang Beruntung pada Juni 2026, Simak Prediksinya

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:15 WIB

Mudi dan Cara Baru Mengenalkan Konservasi: Tidak Selalu dari Hutan, Bisa dari Media Sosial

Mudi dan Cara Baru Mengenalkan Konservasi: Tidak Selalu dari Hutan, Bisa dari Media Sosial

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:00 WIB

Apa Itu Solid Perfume? Ini Kelebihan dan Kekurangannya Dibandingkan Parfum Cair

Apa Itu Solid Perfume? Ini Kelebihan dan Kekurangannya Dibandingkan Parfum Cair

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 12:31 WIB

5 Cushion Terlaris di TikTok, Penjualannya Tembus Jutaan Produk

5 Cushion Terlaris di TikTok, Penjualannya Tembus Jutaan Produk

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 12:29 WIB

7 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Kering dan Pecah-Pecah

7 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Kering dan Pecah-Pecah

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 12:13 WIB