- Pelari nasional Robi Syianturi berhasil menjuarai kategori Marathon Nasional Putra pada ajang BTN Jakarta International Marathon 2026.
- Robi meraih podium pertama dengan waktu 2 jam 27 menit 58 detik setelah sempat berhenti untuk sholat Subuh.
- Ia memanfaatkan fasilitas ibadah di kilometer 14 selama tiga menit tanpa kehilangan performa hingga mencapai garis finis.
Suara.com - Prestasi membanggakan ditorehkan pelari nasional Robi Syianturi pada BTN Jakarta International Marathon (Jakim) 2026. Ia sukses meraih podium 1 meski sempat berhenti sejenak untuk menunaikan ibadah subuh.
Atlet asal Bangka Belitung tersebut berhasil menjadi juara kategori Marathon Nasional Putra meski sempat menghentikan larinya selama beberapa menit untuk menunaikan sholat Subuh.
Kisah tersebut menarik perhatian karena menunjukkan bahwa pencapaian olahraga dan ketaatan beribadah dapat berjalan beriringan.
Keputusan Robi untuk mendahulukan kewajiban sholat bahkan tidak menghalanginya mencapai garis finis sebagai pelari nasional tercepat pada ajang bergengsi tersebut.
Robi Syianturi Raih Podium 1 BTN Marathon 2026
Hari kedua BTN Jakarta International Marathon 2026 mempertandingkan nomor Full Marathon dan Half Marathon dengan rute dari kawasan Monas menuju Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Di kategori Marathon Nasional Putra, Robi Syianturi sukses keluar sebagai juara dengan catatan waktu 2 jam 27 menit 58 detik dan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp50 juta.
Hasil tersebut membuatnya unggul atas Nofeldi Petingko yang mencatatkan waktu 2 jam 28 menit 20 detik.
Posisi ketiga ditempati Sedilta Pilon Nubatonis yang menyelesaikan lomba dalam waktu 2 jam 33 menit 20 detik.
Pencapaian itu menjadi semakin istimewa karena Robi sebelumnya dikenal sebagai juara Half Marathon pada BTN Jakarta International Marathon 2025.
Keputusan naik kelas ke nomor full marathon terbukti tidak mengurangi kemampuannya untuk bersaing di level tertinggi.
Kemenangan tersebut sekaligus mempertegas status Robi sebagai salah satu pelari jarak jauh terbaik Indonesia saat ini.

Sempat sholat Subuh Saat Race
Di balik keberhasilannya meraih podium pertama, Robi memiliki pengalaman yang berbeda dibanding sebagian besar peserta lainnya.
Perlombaan full marathon dimulai pada pukul 04.00 WIB atau sebelum masuk waktu sholat Subuh di Jakarta.
Panitia BTN Jakarta International Marathon 2026 menyediakan titik ibadah khusus bagi peserta yang ingin menjalankan sholat selama perlombaan berlangsung.
Fasilitas tersebut memungkinkan peserta menghentikan waktu lombanya sementara saat beribadah sehingga tidak dirugikan dalam perhitungan hasil akhir.
Robi memanfaatkan fasilitas tersebut ketika azan Subuh berkumandang saat dirinya sedang berlari.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Robi mengungkapkan bahwa ia berhenti sekitar tiga menit di kilometer 14 untuk melaksanakan sholat Subuh.
"Karena start jam 4 subuh dan adzan berkumandang di jam 04:35 mengharuskan saya berhenti di KM 14. (Berhenti) 3 menit untuk menunaikan Ibadah sholat Subuh," tulis Robi dalam unggahannya seperti dikutip Suara.com, Senin (15/6/2026).
Menurut Robi, kewajiban beribadah tetap harus dijalankan dalam kondisi apa pun selama seseorang masih memiliki kemampuan untuk melaksanakannya.
"Tidak ada alasan untuk tidak sholat selagi dia manusia, bernyawa, berakal dan muslim!" lanjutnya.
Robi juga menyampaikan keyakinannya bahwa mengutamakan perintah Allah tidak akan membuat seseorang kehilangan hal yang menjadi haknya.
"Saya percaya, jangan takut kehilangan sesuatu karna Allah, tapi takutlah kehilangan Allah karna sesuatu! Yang tertakar tidak akan pernah tertukar," tulisnya.
Meski sempat menghentikan langkah selama beberapa menit, Robi tetap mampu mempertahankan performa hingga menyentuh garis finis sebagai juara.
Dalam unggahan yang sama, ia mengaku bersyukur karena target latihan, perlombaan, dan ibadah dapat berjalan dengan baik dalam satu kesempatan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara usaha mencari rezeki dan kewajiban kepada Tuhan.
"Pengingat untuk kita semua, jangan sampai sibuk mencari rezeki sampai lupa kepada pemberi Rezki!" tulis Robi.
Pesan tersebut mendapat apresiasi luas karena dianggap merepresentasikan nilai sportivitas sekaligus keteguhan memegang prinsip dalam kehidupan sehari-hari.
Profil Robi Syianturi
Robi Syianturi merupakan atlet lari Indonesia kelahiran Bangka Belitung pada tahun 1998.
Namanya mulai dikenal luas setelah konsisten tampil di berbagai kejuaraan nasional dan internasional.
Berdasarkan data Komite Olimpiade Indonesia, Robi berhasil meraih medali perunggu nomor Men's 5000 meter pada SEA Games Kamboja 2023.
Saat itu ia membukukan catatan waktu 14 menit 43,44 detik untuk mengamankan tempat di podium.
Robi juga mewakili Indonesia pada Asian Games Hangzhou 2023 di dua nomor berbeda.
Pada nomor Men's 5000 meter, ia finis di posisi ke-12 dengan catatan waktu 14 menit 24,04 detik.
Sementara pada nomor Men's 10000 meter, Robi menempati posisi kedelapan dengan torehan personal best 29 menit 55,31 detik.
Pengalaman berkompetisi di level internasional tersebut menjadi bekal penting dalam perkembangan kariernya sebagai atlet elite Indonesia.