Risiko Kesehatan Terbesar bagi Penggemar Piala Dunia 2026 Menurut Ahli

Ruth Meliana

Senin, 15 Juni 2026 | 13:26 WIB
Risiko Kesehatan Terbesar bagi Penggemar Piala Dunia 2026 Menurut Ahli
Suasana jelang laga pembuka Grup A Piala Dunia 2026 antara Tim Nasional Meksiko melawan Tim Nasional Afrika Selatan di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Kamis (11/6/2026). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/sgd]
baca 10 detik
  • Piala Dunia 2026 akan berlangsung di Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada pada 12 hingga 20 Juni 2026.
  • Pakar kesehatan menilai risiko penyakit menular seperti campak dan Ebola selama turnamen berlangsung tergolong sangat rendah.
  • Petugas kesehatan menggunakan pemantauan air limbah dan media sosial guna mendeteksi serta mencegah penyebaran penyakit lebih dini.

“Mengingat tingkat vaksinasi yang kurang optimal di AS, penyebaran virus ke orang yang belum divaksinasi mungkin terbatas. Hal ini akan terdeteksi dengan cepat dan akan memicu respons kesehatan masyarakat. Sekali lagi, risiko terjadinya hal ini rendah,” sambungnya.

Lacak Penyakit Lewat Pengujian Air Limbah dan Media Sosial

Petugas kesehatan menggunakan pengujian air limbah dan media sosial untuk melacak penyakit.

Di berbagai wilayah Amerika Serikat, termasuk Massachusetts dan Texas, petugas kesehatan menggunakan pengujian air limbah untuk membantu mendeteksi wabah penyakit menular selama Piala Dunia.

Ada juga tim kesehatan masyarakat yang berbasis di Washington, D.C., yang memantau air limbah untuk mendeteksi dan melacak wabah yang mungkin terjadi di kota-kota penyelenggara di AS dan Kanada.

Selama Piala Dunia 2022 di Qatar, pengawasan serupa digunakan untuk membantu memantau penyebaran penyakit.

Sebuah studi tahun 2024 menemukan bahwa hal ini memainkan peran penting dalam mendeteksi infeksi dan melacak penularan di dalam populasi, terlepas dari gejala klinis apa pun.

Petugas kesehatan masyarakat untuk Piala Dunia tahun ini juga memanfaatkan percakapan internet dan media sosial untuk memantau potensi wabah.

Harapannya adalah mendeteksi dan melacak penyakit menular secepat mungkin akan membantu meminimalkan penyebarannya.

Program ‘Keamanan untuk Penggemar Sepak Bola’ dari CDC

Badan kesehatan federal seperti Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) bekerja keras untuk merencanakan dan mengurangi potensi risiko kesehatan selama Piala Dunia.

baca juga

“CDC secara aktif terlibat dalam persiapan Piala Dunia sebagai bagian dari struktur koordinasi federal yang dipimpin oleh Gugus Tugas Piala Dunia FIFA 2026 Gedung Putih,” kata juru bicara CDC kepada Healthline.

“Sebagai bagian dari HHS, CDC secara teratur berinteraksi dengan departemen kesehatan masyarakat di kota-kota tuan rumah, badan federal lainnya, dan organisasi mitra,” tambahnya.

CDC juga menggunakan Program Perjanjian Kerja Sama Insight Net untuk bekerja sama dengan mitra untuk menilai risiko impor dan potensi wabah patogen yang menjadi perhatian.

“Di pelabuhan masuk AS, CDC Port Health mempertahankan protokol 24 jam untuk mengidentifikasi dan menanggapi pelancong yang sakit yang tiba dari tujuan internasional, berkoordinasi dengan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS,” kata juru bicara CDC.

CDC juga telah mengembangkan dasbor data Piala Dunia khusus untuk memberikan visibilitas yang lebih baik kepada departemen kesehatan negara bagian dan lokal mengenai tren penyakit di dalam dan di luar yurisdiksi mereka.

Anda juga dapat mengunjungi CDC Safety for Soccer FansTrusted Source. Situs ini memberikan kiat kesehatan dan keselamatan untuk membantu menjaga keselamatan pemain, pelancong, dan pengunjung musim panas ini.

Tips Menjaga Kesehatan di Piala Dunia 2026

Untuk melindungi kesehatan Anda sebelum dan sesudah pertandingan Piala Dunia, Anda dapat mengikuti kiat-kiat berikut:

1. Tetap terinformasi

Periksa peringatan perjalanan dan protokol di stadion.

2. Bersiap menghadapi risiko

Pastikan vaksinasi Anda sudah lengkap dan bicarakan dengan profesional kesehatan tentang kekhawatiran apa pun yang mungkin Anda miliki.

3. Lakukan kebiasaan kebersihan yang aman dan sehat

Cuci tangan Anda sesering mungkin, minum obat yang diperlukan, hindari menyentuh wajah Anda, dan pastikan makanan dan air yang Anda konsumsi aman.

4. Pantau diri Anda dan orang yang Anda cintai untuk gejala

Setelah pertandingan, pastikan untuk memperhatikan tanda-tanda penyakit, seperti demam, batuk, diare, atau perubahan suasana hati. Jika Anda mengalami gejala apa pun, hubungi profesional kesehatan.

“Nikmati pertandingan Piala Dunia. Jika Anda termasuk dalam kelompok berisiko tinggi (usia 65 tahun ke atas, siapa pun dengan kondisi medis kronis, dan mereka yang mengalami gangguan kekebalan tubuh atau sedang hamil), pertimbangkan untuk mengenakan masker yang pas jika Anda menghadiri acara yang ramai. Tentu saja, jika Anda mengalami gejala, segera cari perawatan medis,” tandas Schaffner.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiga Poin Australia dan Permainan Pragmatis Ala STY yang Tak Haram Dimainkan di Guliran Piala Dunia

Tiga Poin Australia dan Permainan Pragmatis Ala STY yang Tak Haram Dimainkan di Guliran Piala Dunia

Your Say | Senin, 15 Juni 2026 | 10:13 WIB

Sebut Format Baru Piala Dunia Tak Menarik, Presiden UEFA Aleksander Ceferin 'Diamuk' 13 Negara

Sebut Format Baru Piala Dunia Tak Menarik, Presiden UEFA Aleksander Ceferin 'Diamuk' 13 Negara

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 10:05 WIB

Media Asing Sebut Skema Gol Republik Ceko di Piala Dunia 2026 Mirip Timnas Indonesia

Media Asing Sebut Skema Gol Republik Ceko di Piala Dunia 2026 Mirip Timnas Indonesia

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 09:18 WIB

Terkini

Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat

Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:04 WIB

Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti

Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:53 WIB

BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial

BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:52 WIB

Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon

Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon

Banten | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:48 WIB

Ketika Penyandang Disabilitas Didorong Membangun Bisnis Berkelanjutan

Ketika Penyandang Disabilitas Didorong Membangun Bisnis Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:48 WIB

KPK Tahan 4 Tersangka Baru Korupsi Asuransi Fiktif PT Pelni Rp263 Miliar

KPK Tahan 4 Tersangka Baru Korupsi Asuransi Fiktif PT Pelni Rp263 Miliar

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:44 WIB

Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih

Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:42 WIB

Askrindo Pertajam Strategi Pertumbuhan, Fokus Diversifikasi Produk hingga Digitalisasi

Askrindo Pertajam Strategi Pertumbuhan, Fokus Diversifikasi Produk hingga Digitalisasi

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:37 WIB

Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah

Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:35 WIB

Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung

Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:31 WIB

×