- Ilmu Feng Shui menganggap teras sebagai gerbang utama masuknya energi untuk mendatangkan keberuntungan bagi penghuni.
- Penghuni harus menjaga kebersihan area teras, merapikan pintu utama, serta menyingkirkan barang tidak terpaka.
- Menempatkan tanaman hias, menggunakan keset yang tepat, dan memastikan pencahayaan terang dapat mengundang energi positif.
Suara.com - Teras rumah bukan sekadar area transisi antara bagian luar dan dalam hunian, melainkan "mulut naga" atau gerbang utama masuknya energi kehidupan (Chi) menurut ilmu Feng Shui.
Penataan teras yang tepat dipercaya dapat menyaring energi negatif dan mengundang kelimpahan, kesehatan, serta keberuntungan bagi seluruh penghuni rumah.
Bagi Anda yang ingin menyulap area depan rumah menjadi magnet rezeki, berikut adalah lima tips Feng Shui teras rumah yang mudah diterapkan untuk mendatangkan hoki dan energi positif.
1. Jaga Kebersihan dan Singkirkan Barang Tak Terpakai
Langkah paling mendasar dalam Feng Shui adalah memastikan teras selalu dalam keadaan bersih, rapi, dan terang.
Hindari menumpuk barang-barang bekas, sepatu yang berantakan, atau sampah di sekitar pintu utama.
Teras yang penuh sesak akan menyumbat aliran energi positif, sementara teras yang bersih dan lapang akan membuat Chi mengalir lancar masuk ke dalam rumah.
2. Ada Tanaman Hijau
Menempatkan tanaman hias di teras adalah cara terbaik untuk mengaktifkan energi pertumbuhan dan vitalitas.
Pilih tanaman dengan daun yang membulat atau lebar—seperti sri rejeki, money plant, atau pachira—yang melambangkan kemakmuran.
Sebaliknya, hindari menaruh tanaman berduri tajam seperti kaktus tepat di depan pintu, karena dapat memicu energi konflik (Sha Chi).
3. Pilih Keset yang Tepat
Keset bukan sekadar pembersih kaki, melainkan simbol penyambutan energi baru.
Pilih keset dengan warna yang selaras dengan arah hadap rumah Anda menurut peta Bagua, atau pilih warna-warna netral yang melambangkan elemen tanah untuk stabilitas.
Pastikan ukuran keset proporsional dengan pintu dan selalu jaga kebersihannya agar rezeki tidak "enggan" mampir.