Apa Alasan Setiap Tamu Negara Diajak ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta?

Ruth Meliana

Selasa, 16 Juni 2026 | 11:57 WIB
Apa Alasan Setiap Tamu Negara Diajak ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta?
Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Kardinal Suharyo saat mendampingi Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier dan Ibu Negara Elke Büdenbender mengunjungi Terowongan Silaturahmi. Jakarta, (15/6/2026). [dok. Kementerian Agama]
  • Tamu negara mengunjungi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral di Jakarta sebagai simbol diplomasi kerukunan beragama di Indonesia.
  • Kedua bangunan bersejarah ini merepresentasikan visi Presiden Soekarno tentang kehidupan beragama yang harmonis dan penuh toleransi.
  • Kunjungan tersebut menegaskan posisi Indonesia di mata dunia sebagai negara moderat yang menjunjung tinggi semangat persatuan.

Suara.com - Indonesia dikenal sebagai negara dengan keberagaman yang tinggi, baik suku, budaya, maupun agama. Salah satu wujud nyata dari komitmen toleransi dan kerukunan beragama di Tanah Air adalah kunjungan rutin setiap tamu negara atau pemimpin dunia ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta.

Agenda ini bukan sekadar wisata religi, melainkan simbol diplomasi yang kuat untuk memperkenalkan model kehidupan beragama yang harmonis di Indonesia.

Menurut penjelasan dari Kementerian Agama RI, ada dua alasan utama mengapa lokasi ini selalu menjadi agenda wajib.

Pertama, kawasan tersebut merupakan simbol berakhirnya kolonialisme. Masjid Istiqlal dibangun sebagai bentuk pernyataan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa setelah lepas dari penjajahan. Letaknya yang strategis di pusat ibu kota, dekat Monumen Nasional (Monas), semakin memperkuat makna historis ini.

Kedua, dan yang paling penting, Presiden pertama RI Soekarno memiliki visi besar untuk menghadirkan simbol kehidupan beragama yang harmonis. Beliau ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia, sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, mampu hidup berdampingan secara damai dengan pemeluk agama lain.

Masjid Istiqlal yang megah berdiri berdekatan dengan Gereja Katedral, menciptakan pemandangan unik yang menjadi bukti nyata toleransi. Kedua bangunan suci ini tidak hanya bersebelahan secara fisik, tetapi juga saling menghormati dan mendukung.

Keberadaan Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral semakin memperkuat pesan ini. Terowongan sepanjang sekitar 34 meter ini menjadi jalur penghubung langsung antara umat Muslim dan umat Katolik, memudahkan silaturahmi antarumat beragama.

Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Kardinal Suharyo saat mendampingi Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier dan Ibu Negara Elke Büdenbender mengunjungi Terowongan Silaturahmi. Jakarta, (15/6/2026)
Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Kardinal Suharyo saat mendampingi Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier dan Ibu Negara Elke Büdenbender mengunjungi Terowongan Silaturahmi. Jakarta, (15/6/2026). [dok. Kementerian Agama]

Banyak tamu negara, termasuk Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dan bahkan Paus Fransiskus, merasa terkesan dengan konsep ini. Mereka melihat langsung bagaimana Indonesia mempraktikkan moderasi beragama dan kerukunan yang inklusif.

Kunjungan tamu negara ke kedua tempat ibadah ini memiliki makna mendalam. Pertama, sebagai bentuk penghargaan terhadap sejarah dan visi founding fathers Indonesia. Kedua, sebagai ajang promosi internasional bahwa Indonesia adalah negara yang toleran dan moderat.

Di tengah berbagai konflik berbasis agama yang terjadi di berbagai belahan dunia, model Istiqlal-Katedral menjadi contoh sukses bagaimana perbedaan justru dapat menjadi kekuatan persatuan.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa di antara denting lonceng gereja dan suara bedug masjid yang bergantian, tersimpan pesan damai yang universal. Kunjungan ini juga memperkuat hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara sahabat, terutama dalam isu kebudayaan, toleransi, dan kerjasama antaragama.

Bagi Indonesia sendiri, agenda ini menjadi pengingat bagi seluruh rakyat untuk terus menjaga kerukunan.

Masjid Istiqlal bukan hanya masjid terbesar di Asia Tenggara yang mampu menampung ratusan ribu jemaah, tetapi juga ikon kebanggaan nasional yang mewakili semangat Bhinneka Tunggal Ika. Sementara Gereja Katedral menjadi saksi sejarah perjuangan umat Katolik di Indonesia.

Secara keseluruhan, setiap tamu negara diajak ke Masjid Istiqlal dan Katedral karena keduanya merepresentasikan esensi Indonesia: merdeka, beragam, dan bersatu dalam perbedaan. Kunjungan ini bukan hanya protokol diplomasi, melainkan pernyataan tegas bahwa toleransi adalah fondasi utama pembangunan bangsa.

Dengan demikian, kunjungan ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral tetap akan menjadi agenda penting bagi setiap tamu negara yang datang ke Indonesia. Ini adalah warisan Soekarno yang terus hidup, sekaligus bukti bahwa kerukunan beragama bukan utopia, melainkan realitas yang dapat dirasakan dan dilihat langsung di Jakarta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Si Loreng dan Wirabumi: Sapi Kurban Jumbo Prabowo-Gibran yang Curi Perhatian di Istiqlal

Si Loreng dan Wirabumi: Sapi Kurban Jumbo Prabowo-Gibran yang Curi Perhatian di Istiqlal

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 17:30 WIB

Megawati dan Gereja Katedral Ikut Serahkan Hewan Kurban ke Masjid Istiqlal

Megawati dan Gereja Katedral Ikut Serahkan Hewan Kurban ke Masjid Istiqlal

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 10:30 WIB

Banyak Nonmuslim Serahkan Hewan Kurban ke Masjid Istiqlal

Banyak Nonmuslim Serahkan Hewan Kurban ke Masjid Istiqlal

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 10:22 WIB

Terkini

Estetika Regeneratif Jadi Tren Baru, Fokus pada Regenerasi Alami untuk Kulit yang Lebih Berkualitas

Estetika Regeneratif Jadi Tren Baru, Fokus pada Regenerasi Alami untuk Kulit yang Lebih Berkualitas

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:22 WIB

Di Tengah Arsitektur Modern, Komunitas Ini Berupaya Menjaga Rumah Vernakular

Di Tengah Arsitektur Modern, Komunitas Ini Berupaya Menjaga Rumah Vernakular

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:54 WIB

4 Sepatu Lari Lokal untuk Daily Trainer, Empuk dan Anti Cedera Buat Latihan Setiap Hari

4 Sepatu Lari Lokal untuk Daily Trainer, Empuk dan Anti Cedera Buat Latihan Setiap Hari

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:39 WIB

5 Tips Feng Shui Teras Rumah agar Mendatangkan Hoki dan Energi Positif

5 Tips Feng Shui Teras Rumah agar Mendatangkan Hoki dan Energi Positif

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:24 WIB

4 Sepatu Asics Paling Nyaman untuk Jalan Jauh Menurut Pengguna, Kaki Bebas Pegal

4 Sepatu Asics Paling Nyaman untuk Jalan Jauh Menurut Pengguna, Kaki Bebas Pegal

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 09:54 WIB

3 Produk Viva Cosmetics yang Dijual Murah untuk Cerahkan Wajah dan Pudarkan Flek Hitam

3 Produk Viva Cosmetics yang Dijual Murah untuk Cerahkan Wajah dan Pudarkan Flek Hitam

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 09:45 WIB

Apa Saja Amalan Bulan Muharram? Ini Anjuran yang Sesuai Sunah

Apa Saja Amalan Bulan Muharram? Ini Anjuran yang Sesuai Sunah

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 09:35 WIB

5 Cushion di Bawah Rp100 Ribu yang Awet dan Minim Oksidasi, Cocok untuk Makeup Harian

5 Cushion di Bawah Rp100 Ribu yang Awet dan Minim Oksidasi, Cocok untuk Makeup Harian

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 08:29 WIB

3 Lip Balm yang Bikin Bibir Gelap Tampak Lebih Pink, Harga Mulai Rp31 Ribuan

3 Lip Balm yang Bikin Bibir Gelap Tampak Lebih Pink, Harga Mulai Rp31 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 08:10 WIB

Bulan Suro Benarkah Keramat? Simak Penjelasannya dalam Islam

Bulan Suro Benarkah Keramat? Simak Penjelasannya dalam Islam

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 08:07 WIB