Beda Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki, Jangan Sampai Keliru Memilihnya

Nur Khotimah

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:50 WIB
Beda Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki, Jangan Sampai Keliru Memilihnya
ilustrasi sepatu lari vs sepatu jalan (freepik)
baca 10 detik
  • Sepatu lari dan sepatu jalan kaki memiliki fungsi berbeda sesuai kebutuhan aktivitas pengguna.
  • Keduanya berbeda dari segi desain, bahan, sol, hingga tingkat bantalan yang digunakan.
  • Pemilihan sepatu yang tepat penting untuk mencegah kaki cepat lelah dan mengurangi risiko cedera.

Suara.com - Sepatu merupakan salah satu perlengkapan penting bagi siapa saja yang aktif bergerak, baik untuk olahraga maupun aktivitas sehari-hari.

Namun, tidak semua orang menyadari bahwa setiap jenis sepatu memiliki fungsi yang berbeda sesuai kebutuhan penggunanya.

Salah satu kesalahan yang mungkin sering terjadi adalah menganggap sepatu lari dan sepatu jalan kaki itu sama.

Padahal, keduanya dirancang dengan karakteristik dan teknologi yang berbeda untuk mendukung jenis aktivitas yang berbeda pula.

Perbedaan desain ini juga terlihat dari bahan, bentuk sol, hingga tingkat bantalan yang digunakan pada masing-masing sepatu.

Jika tidak dipilih dengan tepat, penggunaan sepatu yang kurang sesuai bisa membuat kaki cepat lelah atau bahkan meningkatkan risiko cedera.

Oleh karena itu, penting untuk memahami perbedaan antara sepatu lari dan sepatu jalan kaki sebelum memutuskan untuk membelinya.

Artikel ini akan membahas secara lengkap perbedaan keduanya sekaligus membantu Anda memilih sepatu yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Perbedaan Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki

Ilustrasi sepatu lari untuk orang gemuk. (Google AI Studio)
Ilustrasi sepatu lari. (Google AI Studio)

Sepatu lari dan sepatu jalan kaki sama-sama dirancang untuk menunjang aktivitas bergerak, tetapi keduanya memiliki fungsi yang berbeda sesuai kebutuhan tubuh.

baca juga

Perbedaan ini penting dipahami agar tidak salah memilih sepatu dan terhindar dari ketidaknyamanan hingga risiko cedera saat beraktivitas.

Merangkum laman Decathlon dan Shoes and Care, berikut perbedaan sepatu lari dan sepatu jalan kaki:

1. Struktur bantalan (cushioning)

Sepatu lari memiliki bantalan yang lebih tebal dan empuk untuk meredam benturan kuat saat kaki menghantam tanah ketika berlari. Hal ini penting karena saat berlari, beban tubuh yang diterima kaki bisa mencapai 2–3 kali berat badan.

Sementara itu, sepatu jalan kaki memiliki bantalan yang lebih tipis dan stabil karena tekanan saat berjalan jauh lebih ringan dan terdistribusi merata. Fokus utamanya adalah kenyamanan untuk penggunaan jangka panjang, bukan meredam benturan tinggi.

2. Desain tumit (heel structure)

Sepatu lari umumnya memiliki bagian tumit yang lebih tinggi dan tebal untuk membantu stabilitas saat kaki pertama kali menyentuh tanah. Desain ini juga membantu mengurangi risiko pronasi berlebih ketika berlari.

Sebaliknya, sepatu jalan kaki memiliki tumit yang lebih rendah agar gerakan menggulir dari tumit ke ujung kaki terasa lebih natural dan nyaman untuk berjalan santai maupun jarak jauh.

3. Fleksibilitas sepatu

Sepatu lari dibuat lebih responsif dengan desain yang membantu dorongan langkah ke depan agar lari terasa lebih efisien. Beberapa model bahkan memiliki teknologi tambahan untuk meningkatkan energi dorong saat berlari.

Sedangkan sepatu jalan kaki lebih fleksibel di bagian depan kaki untuk mendukung gerakan alami saat melangkah, terutama saat jari kaki mendorong tubuh ke depan.

Rekomendasi sepatu jalan kaki wanita paling nyaman. [google ai studio]
Ilustrasi sepatu jalan kaki. [google ai studio]

4. Bobot sepatu

Sepatu lari biasanya lebih ringan karena dirancang untuk mengurangi beban agar pelari tidak cepat lelah saat menempuh jarak jauh. Material yang digunakan juga cenderung breathable untuk meningkatkan kenyamanan.

Sebaliknya, sepatu jalan kaki cenderung sedikit lebih berat karena fokusnya pada stabilitas dan daya tahan untuk pemakaian jangka panjang.

5. Risiko penggunaan yang tidak sesuai

Sepatu lari masih aman digunakan untuk berjalan karena bantalan dan perlindungannya lebih baik. Namun, sepatu jalan kaki tidak direkomendasikan untuk berlari karena tidak dirancang untuk menahan tekanan tinggi dan gerakan cepat.

Penggunaan sepatu yang tidak sesuai dapat menyebabkan ketidaknyamanan, kelelahan lebih cepat, hingga risiko cedera seperti nyeri tumit atau cedera otot kaki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bolehkah Memakai Sepatu dari Kulit Babi? Ini Penjelasan Hukumnya dalam Islam

Bolehkah Memakai Sepatu dari Kulit Babi? Ini Penjelasan Hukumnya dalam Islam

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:50 WIB

Apakah Sepatu Slip-On Bisa untuk Olahraga? Ini 4 Rekomendasinya yang Cocok

Apakah Sepatu Slip-On Bisa untuk Olahraga? Ini 4 Rekomendasinya yang Cocok

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:20 WIB

8 Cara Merawat Sepatu Lari agar Awet dan Tetap Nyaman Digunakan

8 Cara Merawat Sepatu Lari agar Awet dan Tetap Nyaman Digunakan

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:47 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

×