Bukan Soal Jumlah, Frekuensi Pakaian Dapat Tentukan Dampak Lingkungan

Bimo Aria Fundrika

Senin, 22 Juni 2026 | 13:42 WIB
Bukan Soal Jumlah, Frekuensi Pakaian Dapat Tentukan Dampak Lingkungan
Potret Lemari Pakaian Dengan Jumlah Minimalis (Pexels/Anastasia Shuraeva)

Suara.com - Lemari pakaian yang penuh sesak ternyata bukan pengalaman segelintir orang. Survei Indikator Politik Indonesia pada 2022 terhadap 733 responden menunjukkan, pakaian menjadi barang yang paling sering dibeli oleh 65,7 persen responden.

Namun, persoalannya bukan sekadar ruang penyimpanan yang semakin sempit. Di balik kebiasaan membeli pakaian, ada jejak lingkungan yang tidak sedikit.

Penelitian Unravelling the Service Lifespan of Garments: Empirical Insights on Use Time and Use Intensity menemukan bahwa jumlah pakaian yang dimiliki masyarakat terus meningkat. Rata-rata isi lemari saat ini mencapai sekitar 199 potong pakaian, tetapi sebagian besar hanya tersimpan dan jarang digunakan.

Padahal, setiap pakaian memiliki biaya lingkungan sejak diproduksi. Industri fesyen membutuhkan air, energi, serta bahan baku dalam jumlah besar. Ketika pakaian hanya menumpuk tanpa dimanfaatkan secara optimal, dampak lingkungan yang dihasilkan menjadi tidak sebanding dengan manfaat penggunaannya.

Masalah tidak berhenti pada proses produksi. Limbah tekstil juga menjadi tantangan yang terus meningkat. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2024 menunjukkan, sampah tekstil menyumbang 2,63 persen dari total komposisi sampah nasional di Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, thrifting atau membeli pakaian bekas kerap dianggap sebagai solusi yang lebih ramah lingkungan. Praktik ini memang dapat memperpanjang usia pakaian, tetapi belum tentu menyelesaikan akar persoalan.

Dalam banyak kasus, pakaian hanya berpindah tangan tanpa mengurangi kebiasaan konsumsi berlebihan. Harga yang lebih murah juga dapat memicu belanja impulsif sehingga jumlah pakaian yang dibeli tetap tinggi.

Sejumlah penelitian menunjukkan, salah satu langkah paling efektif untuk menekan dampak lingkungan dari pakaian adalah memperpanjang masa pakainya atau meningkatkan frekuensi penggunaan. Semakin sering pakaian dipakai, semakin kecil jejak lingkungan yang dihasilkan untuk setiap kali penggunaan.

Uni Eropa melalui dokumen PEFCR for Apparel and Footwear bahkan menetapkan panduan jumlah pemakaian minimum untuk berbagai jenis pakaian. Kemeja dan blus disarankan digunakan sedikitnya 40 kali, kaos 45 kali, celana dan rok 70 kali, hoodie dan cardigan 85 kali, sementara jaket dan mantel minimal 100 kali.

baca juga

Cara sederhana untuk mulai menerapkannya adalah menghitung total frekuensi penggunaan pakaian yang dimiliki. Misalnya, seseorang memiliki 100 pakaian yang masing-masing hanya dipakai lima kali dalam setahun—total 500 kali pemakaian.

Sementara orang lain memiliki 20 pakaian yang dipakai masing-masing 30 kali dalam setahun—total 600 kali pemakaian. Dengan koleksi lebih sedikit, lemari kedua justru menghasilkan penggunaan yang lebih efisien.

Pada akhirnya, lemari yang berkelanjutan bukan ditentukan oleh jumlah pakaian yang dimiliki, melainkan seberapa sering pakaian tersebut benar-benar digunakan. Sebelum membeli baju baru, mungkin pertanyaan yang perlu diajukan bukan lagi “Apakah saya suka?”, tetapi “Berapa kali saya akan memakainya?”

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Pengetahuan Masyarakat Adat Penting untuk Mengatasi Krisis Iklim?

Mengapa Pengetahuan Masyarakat Adat Penting untuk Mengatasi Krisis Iklim?

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:15 WIB

Generasi Muda Dinilai Punya Peran Strategis Dorong Kebijakan Udara Bersih: Bagaimana Caranya?

Generasi Muda Dinilai Punya Peran Strategis Dorong Kebijakan Udara Bersih: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 07:14 WIB

Sekretariat DPRD DKI Jakarta Sosialisasi Pilah Sampah

Sekretariat DPRD DKI Jakarta Sosialisasi Pilah Sampah

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:14 WIB

Terkini

Tak Perlu Hapus Makeup! Ini Cara Praktis Reapply Sunscreen Tanpa Merusak Riasan

Tak Perlu Hapus Makeup! Ini Cara Praktis Reapply Sunscreen Tanpa Merusak Riasan

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 13:40 WIB

Apakah Viva Covering Cream Oksidasi? Simak Manfaat, Harga, dan Review Pengguna

Apakah Viva Covering Cream Oksidasi? Simak Manfaat, Harga, dan Review Pengguna

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 13:31 WIB

5 Rekomendasi Setrika Anti Lengket dan Hemat Listrik, Cocok untuk Rumah Daya 450 VA

5 Rekomendasi Setrika Anti Lengket dan Hemat Listrik, Cocok untuk Rumah Daya 450 VA

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 13:07 WIB

Perbedaan Body Mist dan Body Cologne  Sariayu Tanjung, Begini Karakter dan Review Penggunanya

Perbedaan Body Mist dan Body Cologne Sariayu Tanjung, Begini Karakter dan Review Penggunanya

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 13:05 WIB

2 Cushion Wardah untuk Kulit Kering, Hasil Makeup Natural Menurut Review Pengguna

2 Cushion Wardah untuk Kulit Kering, Hasil Makeup Natural Menurut Review Pengguna

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 13:01 WIB

Bedak Sariayu Tabur Harga Berapa? Ini 2 Varian yang Kurangi Kilap, Lengkap Ulasan Pembeli

Bedak Sariayu Tabur Harga Berapa? Ini 2 Varian yang Kurangi Kilap, Lengkap Ulasan Pembeli

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 12:54 WIB

3 Kategori Usaha yang Tidak Didata di Sensus Ekonomi 2026, Apa Saja?

3 Kategori Usaha yang Tidak Didata di Sensus Ekonomi 2026, Apa Saja?

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 12:05 WIB

7 Sepatu New Balance yang Mengandung Kulit Babi, Cek Rinciannya Sebelum Membeli

7 Sepatu New Balance yang Mengandung Kulit Babi, Cek Rinciannya Sebelum Membeli

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 12:01 WIB

Investasi Furnitur Berkualitas untuk Rumah

Investasi Furnitur Berkualitas untuk Rumah

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 12:00 WIB

Mengenal Beda Serum dan Ampoule, Tampak Sama tapi Fungsi Berbeda

Mengenal Beda Serum dan Ampoule, Tampak Sama tapi Fungsi Berbeda

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 11:52 WIB