Denim, Gaya Hidup, dan Masa Depan Fashion Berkelanjutan

Vania Rossa

Senin, 22 Juni 2026 | 16:01 WIB
Denim, Gaya Hidup, dan Masa Depan Fashion Berkelanjutan
Ilustrasi belanja denim. (dok. DUST)
baca 10 detik
  • Brand DUST merayakan 37 tahun eksistensinya dengan menampilkan koleksi denim di Mall Living World Cibubur pada 12 Juni 2026.
  • Perayaan tersebut menampilkan evolusi desain koleksi denim sejak 1989 serta menyoroti strategi brand dalam menghadapi berbagai krisis ekonomi.
  • DUST menerapkan prinsip keberlanjutan melalui penggunaan material ramah lingkungan dan pemberdayaan tenaga kerja lokal asal Jawa Tengah.

Suara.com - Dalam beberapa tahun terakhir, fashion tidak lagi hanya dipahami sebagai urusan gaya dan tren musiman. Industri ini bergerak ke arah yang lebih sadar—di mana pilihan bahan, proses produksi, hingga dampak lingkungan menjadi bagian penting dari percakapan. Konsumen pun semakin kritis, tidak hanya melihat desain, tetapi juga nilai di balik sebuah produk: apakah diproduksi secara etis, bagaimana jejak lingkungannya, dan sejauh mana sebuah brand melibatkan komunitas lokal dalam prosesnya.

Di tengah perubahan itu, denim tetap menjadi salah satu material paling ikonik yang tidak pernah kehilangan tempatnya di dunia fashion. Dari workwear hingga streetwear, denim berkembang menjadi bagian dari gaya hidup lintas generasi. Namun kini, denim juga mulai diposisikan ulang sebagai bagian dari narasi keberlanjutan—melalui penggunaan material yang lebih ramah lingkungan, efisiensi produksi, hingga pemberdayaan tenaga kerja lokal.

Perubahan arah inilah yang juga terlihat dalam perayaan 37 tahun DUST di Mall Living World Cibubur, 12 Juni 2026. Mengangkat perjalanan koleksi denim sejak 1989, brand ini menampilkan 30 looks yang merepresentasikan evolusi desain sekaligus konsistensi dalam mempertahankan karakter denim lokal Indonesia.

Acara tersebut tidak hanya menjadi panggung fashion show, tetapi juga ruang refleksi perjalanan industri denim lokal yang mampu bertahan melewati berbagai fase ekonomi. Dalam sesi Denim Talkshow, Dino Augusto menyoroti ketahanan brand tersebut yang telah melalui berbagai tantangan besar.

“Perjalanan 37 tahun ini bukan hal yang sederhana. Mereka melewati krisis moneter 1998, krisis global 2008, hingga pandemi 2020. Bertahan sampai sekarang bukan hanya soal eksistensi, tapi ada strategi dan konsistensi yang kuat,” ujarnya.

Lebih dari sekadar nostalgia, perayaan ini juga memperlihatkan bagaimana fashion lokal mulai merespons isu keberlanjutan secara lebih konkret. Salah satunya melalui workshop Scent of Denim, yang menghadirkan pengalaman berbeda dengan menerjemahkan material denim seperti katun, rayon, ecovero, dan tencel ke dalam bentuk aroma parfum.

Pendekatan ini menjadi cara baru untuk mendekatkan konsumen dengan material fashion, sekaligus memperkenalkan kembali pentingnya pemilihan bahan yang lebih ramah lingkungan dalam industri tekstil.

Puncak acara ditandai dengan fashion show koleksi denim sejak 1989 yang dibawakan oleh 18 model pria dan wanita. Koleksi ini menampilkan perjalanan desain dari masa ke masa, mulai dari siluet klasik hingga interpretasi modern yang lebih minimalis dan relevan dengan gaya hidup saat ini.

Di balik panggung kreatif tersebut, Head of Brand DUST, Novi Ardiyani, menegaskan bahwa konsistensi menjadi kunci utama perjalanan panjang brand ini.

baca juga

“Dari awal hadir di department store hingga kini berdiri mandiri, ini bukan hanya soal pertumbuhan bisnis, tetapi juga tentang menjaga kualitas, nilai, dan kepercayaan pelanggan,” ujarnya.

Ia juga menekankan komitmen terhadap lokalitas, di mana lebih dari 60 persen tenaga kerja produksi berasal dari Jawa Tengah. Para penjahit lokal menjadi bagian penting dalam menjaga detail craftsmanship setiap produk denim yang dihasilkan.

Di tengah meningkatnya kesadaran terhadap isu lingkungan, perjalanan denim lokal seperti ini menunjukkan bahwa masa depan fashion tidak hanya bertumpu pada estetika, tetapi juga pada keberlanjutan. Perpaduan antara desain, material yang lebih bertanggung jawab, dan pemberdayaan komunitas menjadi fondasi penting bagi industri fashion lokal untuk terus relevan di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gaya Bohemian Kembali Jadi Tren, Sandal Kasual Naik Kelas Lewat Kolaborasi Fashion

Gaya Bohemian Kembali Jadi Tren, Sandal Kasual Naik Kelas Lewat Kolaborasi Fashion

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:27 WIB

Tak Lagi Cuma untuk Olahraga, Ini Alasan Athleisure Makin Jadi Andalan Outfit Harian

Tak Lagi Cuma untuk Olahraga, Ini Alasan Athleisure Makin Jadi Andalan Outfit Harian

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:32 WIB

Your Jewelry, your story! Temukan Inspirasi Stacking Jewelry ala Shopee

Your Jewelry, your story! Temukan Inspirasi Stacking Jewelry ala Shopee

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×