- Penggunaan peralatan dapur berdaya tinggi sering menyebabkan gangguan listrik.
- Biasanya terjadi pada rumah tangga dengan daya 450 hingga 900 VA.
- Solusi pencegahan melibatkan pemilihan perangkat berteknologi low watt, penggunaan alat manual, serta pengaturan penggunaan alat secara lebih efisien.
Suara.com - Pernahkah Anda sedang asyik memasak, tiba-tiba seluruh rumah gelap gulita karena listrik "jeglek"?
Masalah ini sering menimpa rumah tangga dengan daya listrik 450 VA atau 900 VA saat menyalakan beberapa peralatan dapur secara bersamaan.
Banyak peralatan elektronik di dapur memiliki daya kejut (starting watt) yang sangat tinggi.
Jika tidak pintar menyiasatinya, bukan hanya listrik yang sering padam, tapi tagihan bulanan pun bisa melonjak drastis.
Berikut adalah 7 peralatan elektronik di dapur yang paling sering bikin listrik jeglek dan rekomendasi cara mengatasinya.
1. Teko Listrik (Electric Kettle)
Teko listrik adalah "musuh" utama listrik daya rendah. Untuk mendidihkan air dengan cepat, alat ini biasanya membutuhkan daya antara 600 hingga 1.200 Watt.
Jika tetap ingin elektrik, sebaiknya cari teko listrik label Low Watt yang hanya memakan daya sekitar 350 Watt, meski waktu mendidihnya sedikit lebih lama.
2. Microwave
Microwave membutuhkan energi besar untuk menghasilkan gelombang mikro secara instan. Rata-rata microwave standar membutuhkan 700 hingga 1.500 Watt.
Alternatif yang lebih hemat, bisa gunakan panci kukusan (steamer) untuk menghangatkan makanan.
Jika harus membeli microwave, pilih tipe Inverter yang daya listriknya lebih stabil dan bisa disesuaikan, atau pilih microwave khusus low watt yang berkapasitas kecil.
3. Air Fryer (Model Lama)
Air Fryer sempat menjadi tren, namun banyak pengguna baru menyadari alat ini memakan daya 800-1.000 Watt.
Untungya saat ini sudah banyak tersedia Air Fryer Low Watt dengan konsumsi daya hanya 450-600 Watt.
Pastikan Anda mengecek spesifikasi pada dus sebelum membeli.
4. Dispenser Air (Mode Hot)
Fitur pemanas pada dispenser bekerja terus-menerus untuk menjaga suhu air tetap panas. Daya yang dibutuhkan biasanya sekitar 350-450 Watt setiap kali mesin memanaskan air.
Untuk lebih hematnya, gunakan termos air kualitas tinggi. Masak air sekali di pagi hari, lalu simpan di termos. Ini jauh lebih hemat daripada membiarkan dispenser menyala 24 jam.
5. Oven Listrik
Oven listrik besar membutuhkan daya minimal 800-1.200 Watt untuk memanaskan elemen atas dan bawah. Ini sangat riskan membuat listrik rumah 900 VA langsung jatuh.
Gunakan oven tangkring alias oven yang diletakkan di atas kompor gas) jika hanya untuk penggunaan rumahan.
Jika ingin tetap oven listrik, pilih yang memiliki fitur "Hanya Elemen Atas/Bawah Saja" agar daya bisa dibagi dua.
6. Rice Cooker
Rice cooker sebenarnya hemat saat posisi Warm (menghangatkan), namun saat posisi Cooking (memasak), dayanya bisa melonjak hingga 350-400 Watt. Jika dinyalakan bersamaan dengan pompa air atau AC, listrik pasti akan jeglek.
Agar lebih hemat, pilih digital rice cooker yang memiliki teknologi kontrol suhu lebih baik. Tips tambahan, ,asaklah nasi menggunakan air yang sudah panas agar proses cooking jadi lebih singkat dan hemat energi.
7. Blender dan Mixer
Kedua alat ini memiliki motor yang membutuhkan daya kejut tinggi saat pertama kali dinyalakan (bisa mencapai 300-500 Watt).
Pilih blender dengan mata pisau super tajam yang memiliki fitur Variable Speed. Mulailah dari kecepatan terendah agar tidak terjadi lonjakan daya mendadak yang memicu jeglek.
Kunci rumah tangga hemat energi adalah dengan memahami berapa daya yang dibutuhkan setiap alat di dapur Anda. Dengan beralih ke perangkat low watt atau kembali ke metode manual, Anda tidak perlu lagi khawatir diteror suara alarm token atau listrik yang mati mendadak.