Perdebatan tentang poliester daur ulang menunjukkan bahwa keberlanjutan di industri fesyen tidak bisa berhenti pada asal bahan baku semata.
Sejumlah pelaku industri mulai mengembangkan pendekatan textile-to-textile recycling—mengubah pakaian lama menjadi pakaian baru—untuk menjaga material tetap berada dalam siklus penggunaan yang lebih panjang. Namun teknologi ini masih berkembang dan belum digunakan secara luas.
Pada akhirnya, tantangannya bukan sekadar membuat pakaian dari bahan daur ulang, tetapi memastikan pakaian tersebut juga dirancang agar dapat digunakan lebih lama, dipakai ulang, dan kembali masuk ke sistem daur ulang setelah masa pakainya selesai.
Penulis: Natasha Suhendra