Bioplastik Digadang Jadi Pengganti Plastik Konvensional: Benarkah Bisa Terurai Lebih Cepat?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 24 Juni 2026 | 15:30 WIB
Bioplastik Digadang Jadi Pengganti Plastik Konvensional: Benarkah Bisa Terurai Lebih Cepat?
Potret Tumpukan Limbah Plastik (Pexels/Engin Akyurt)

Suara.com - Sampah plastik masih menjadi salah satu masalah lingkungan terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2025, sampah plastik menempati urutan kedua dalam komposisi sampah nasional.

Penumpukan sampah plastik tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga dapat menghasilkan mikroplastik yang masuk ke rantai makanan manusia dan berpotensi berdampak pada kesehatan. 

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, berbagai inovasi terus dikembangkan, salah satunya adalah bioplastik. Dilansir dari i3L University (24/6/2026), bioplastik merupakan jenis plastik yang berasal dari biomassa terbarukan. Namun, apakah bioplastik benar-benar dapat menjadi solusi untuk menggantikan plastik konvensional?

Penelitian AI untuk Mengukur Kecepatan Penguraian Bioplastik

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, sekelompok peneliti dari Agricultural University of Athens (AUA) melakukan penelitian berjudul “A Data-Driven Framework for Predicting PHBV Biodegradation-Induced Weight Loss Based on Laboratory and Real-Environment Condition Tests”. Penelitian ini berfokus pada kelompok bioplastik yang disebut polyhydroxyalkanoates (PHA).

PHA merupakan jenis plastik yang diproduksi melalui proses fermentasi mikroba dan dirancang agar dapat terurai secara alami. Karena karakteristik tersebut, material ini dianggap sebagai salah satu kandidat utama pengganti plastik sekali pakai.

Dalam penelitian ini, para ilmuwan mengumpulkan data dari berbagai pengujian laboratorium serta kondisi lingkungan nyata. Data tersebut kemudian digunakan untuk melatih model Artificial Intelegence (AI) agar mampu memprediksi tingkat kehilangan massa atau kerusakan material selama proses biodegradasi.

Pendekatan ini dinilai dapat mempercepat pengembangan bioplastik yang lebih efektif dan aman. Pasalnya, pengujian biodegradasi secara konvensional sering kali membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk memperoleh hasil yang akurat.

Bioplastik Berpotensi Menjadi Alternatif Plastik Konvensional

baca juga

Hasil penelitian menunjukkan bahwa model AI yang dikembangkan mampu memprediksi proses biodegradasi dengan tingkat akurasi yang tinggi. Para peneliti menemukan bahwa lama paparan di lingkungan, jenis lingkungan tempat material berada, serta komposisi bahan bioplastik menjadi faktor utama yang memengaruhi kecepatan penguraian.

Selain itu, suhu yang lebih tinggi cenderung mempercepat proses degradasi, sementara karakteristik tertentu pada material dapat memperlambat proses tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa tidak semua bioplastik akan terurai dengan kecepatan yang sama. Kondisi lingkungan tempat bioplastik dibuang turut menentukan seberapa cepat material tersebut dapat terdegradasi.

Dengan demikian, label “bioplastik” tidak serta-merta berarti sebuah produk akan langsung hancur dalam waktu singkat setelah dibuang ke alam. Meski belum dapat dianggap sebagai solusi tunggal untuk mengatasi krisis sampah plastik, penelitian ini menunjukkan bahwa bioplastik memiliki potensi besar sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan plastik konvensional.

Pemanfaatan AI juga membuka peluang bagi peneliti dan industri untuk mengembangkan material yang lebih mudah terurai tanpa harus menunggu proses pengujian yang panjang.

Namun, upaya mengurangi pencemaran plastik tetap memerlukan langkah lain, seperti pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, peningkatan sistem pengelolaan sampah, serta perubahan perilaku konsumsi masyarakat. Dengan kombinasi inovasi teknologi dan perubahan gaya hidup, peluang untuk mengurangi dampak sampah plastik terhadap lingkungan akan semakin besar. 

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisakah Plastik Dibuat Lebih Mudah Terurai? Penelitian Baru Tawarkan Pendekatan Lewat Upcycling

Bisakah Plastik Dibuat Lebih Mudah Terurai? Penelitian Baru Tawarkan Pendekatan Lewat Upcycling

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:30 WIB

Mikroplastik dan Ledaka Alga Berbahaya: Bagaimana Polusi Plastik Ganggu Keseimbangan Ekosistem

Mikroplastik dan Ledaka Alga Berbahaya: Bagaimana Polusi Plastik Ganggu Keseimbangan Ekosistem

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:58 WIB

Tak Sekadar Daur Ulang: Get Plastic Sulap Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar dan Listrik Konser

Tak Sekadar Daur Ulang: Get Plastic Sulap Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar dan Listrik Konser

Lifestyle | Selasa, 23 Juni 2026 | 11:13 WIB

Terkini

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan

Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:52 WIB

×