Tak Sekadar Daur Ulang: Get Plastic Sulap Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar dan Listrik Konser

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:13 WIB
Tak Sekadar Daur Ulang: Get Plastic Sulap Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar dan Listrik Konser
Mesin pirolisis Get Plastic (Dok. Pribadi/Get Plastic)

Suara.com - Mengubah limbah plastik domestik menjadi komoditas energi alternatif bukan lagi sebatas wacana teoritis. Melalui riset intensif, Yayasan Get Plastic berhasil membuktikan bahwa karakteristik material plastik yang memiliki basis unsur minyak bumi dapat dikembalikan ke wujud aslinya melalui rekayasa termal kedap oksigen. Get Plastic melakukan inovasi teknologi pirolisis yang tidak hanya menjadi solusi alternatif penguraian plastik, melainkan juga sebagai instrumen penyedia energi terbarukan yang kini telah direplikasi secara masif di berbagai wilayah Indonesia.

“Semua jenis plastik itu ada yang 90 persen, ada yang 30 persen, ada yang 60 persen itu beda-beda ya, itu bahan baku utamanya adalah minyak bumi. Jadi, pada prinsipnya semua jenis plastik bisa diolah menjadi bahan bakar minyak,” jelas founder sekaligus ketua yayasan Get Plastic, Dimas Bagus Wijanarko.

Tipe Plastik yang Bisa Diolah dan Rasionya

Sampah plastik yang dipilah untuk nantinya diproses menjadi BBM menggunakan mesin pirolisis (Dok. Pribadi/Get Plastic)
Sampah plastik yang dipilah untuk nantinya diproses menjadi BBM menggunakan mesin pirolisis (Dok. Pribadi/Get Plastic)

Secara teknis, efisiensi konversi energi yang dihasilkan oleh mesin pirolisis Get Plastic sangat bergantung pada jenis polimer yang diolah. Namun, berdasarkan struktur kimianya, Get Plastic merekomendarikan lima tipe utama: High-Density Polyethylene (HDPE) seperti botol sampo, Low-Density Polyethylene (LDPE) sejenis kantong kresek, Polypropylene (PP), dan Polystyrene (PS). Polimer jenis PP, seperti gelas mineral dan botol infus, diidentifikasi memiliki kualitas terbaik dengan rasio hasil tertinggi. Sebaliknya, polimer jenis PET dan PVC sangat tidak direkomendasikan karena kandungan klorat yang tinggi berpotensi merusak kestabilan proses.

Dimas memaparkan kalkulasi matematis terkait rasio konversi massa plastik mentah hingga menjadi pecahan bahan bakar siap pakai.

"Untuk rasionya, 1 kilogram sampah plastik itu kalau diubah menjadi bahan bakar minyak bisa menjadi 1 liter kurang lebih, tergantung jenis plastiknya. Kalau jenis plastik PP, rata-rata 1 kilogram kita bisa menghasilkan 1,1 liter. Nah, itu belum dipecah. Kalau dipecah lagi dari 1 liter itu kurang lebih 800 mililiter sejenis solar atau heavy oil, sedangkan bensin atau light oil itu sekitar 100 mililiter," papar Dimas.

Replikasi Teknologi dan Dampaknya

Konser Get the Fest (Dok. Pribadi/Get Plastic)
Konser Get the Fest (Dok. Pribadi/Get Plastic)

Hingga saat ini, Get Plastic mencatat sebaran teknologi ini telah menjangkau 42 titik di seluruh wilayah Indonesia. Skala replikasi yang masif ini tentu membawa konsekuensi pada bervariasinya tingkat keaktifan mesin, mengingat kapasitas sumber daya manusia di setiap wilayah pengelolaan memiliki tingkat kedisiplinan yang berbeda. Dimas secara realistis mengakui bahwa mempertahankan konsistensi performa mesin di puluhan wilayah merupakan tantangan tersendiri. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa transparansi data lapangan jauh lebih penting daripada sekadar klaim keberhasilan yang semu.

"Saya belum update lagi angka pastinya, kurang lebih ada 42 titik di seluruh Indonesia yang menggunakan teknologi kami. Saya rasa tidak 100 persen semuanya jalan karena saya tidak bisa mengklaim program ini sempurna. Tapi dari data yang kami terima lewat laporan rutin grup mitra, itu cukup besar persentasenya, sekitar 80 persen program ini berhasil untuk mengurangi permasalahan sampah di daerah masing-masing," urai Dimas.

Selain berfokus pada replikasi teknologi di tingkat domestik, Yayasan Get Plastic juga mengintervensi industri hiburan melalui pembuktian konversi energi berskala besar. Melalui festival musik mandiri bertajuk Get the Fest, komunitas ini menjadi pelopor penyelenggaraan acara musik dengan pasokan daya listrik bersumber dari 100 persen hasil olahan sampah plastik. Tidak hanya pada acara internal, keandalan energi alternatif ini juga telah diterapkan untuk menyuplai kebutuhan daya pada konser musisi nasional berskala besar, seperti Rossa dan Hindia.

"Kalau dibilang perkiraan dari selama ini, sebenarnya kami sudah mengolah lebih dari puluhan ton, mungkin bisa sampai ratusan ton sampah plastik dari beberapa event yang kami lakukan. Untuk satu event Get the Fest saja, kita sudah mengolah kurang lebih dua sampai tiga ton per sekali proses pertunjukan musik. Beberapa event-event lainnya, seperti konsernya Rossa dan konsernya Hindia kemarin, juga menggunakan sumber daya dari sampah plastik kami meskipun formulasinya belum berjalan 100 persen penuh," kata Dimas.

baca juga

Melalui integrasi riset dan jaringan kemitraan yang kuat, Get Plastic membuktikan bahwa inovasi teknologi pirolisis ini mampu menjadi solusi hilirisasi sampah yang konkret. Keberhasilan mereduksi puluhan ton residu domestik di berbagai titik serta dalam event musik ini sekaligus menegaskan bahwa kedaulatan pengelolaan limbah secara mandiri dapat dicapai melalui standardisasi teknologi lokal yang adaptif.

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:51 WIB

Mengapa Kampanye Pilah Sampah Sering Gagal? Pelajaran dari Model Tiga Pilar Get Plastic

Mengapa Kampanye Pilah Sampah Sering Gagal? Pelajaran dari Model Tiga Pilar Get Plastic

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:55 WIB

Dari Plastik jadi Energi: Bagaimana Get Plastic Dorong Perubahan Cara Pandang tentang Sampah?

Dari Plastik jadi Energi: Bagaimana Get Plastic Dorong Perubahan Cara Pandang tentang Sampah?

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:16 WIB

Terkini

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:21 WIB

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:26 WIB

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:00 WIB

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Sport | Rabu, 23 September 2026 | 21:59 WIB

×