- Produk makeup bisa mengalami kedaluwarsa.
- Indikator makeup tidak layak pakai meliputi perubahan aroma hingga warna.
- Penggunaan makeup melewati batas kedaluwarsa berisiko memicu masalah kulit.
Suara.com - Memeriksa tanggal kedaluwarsa pada produk makeup sering kali terabaikan. Padahal, produk makeup memiliki masa simpan yang terbatas.
Padahal, menggunakan produk kosmetik yang telah melewati masa simpan optimal dapat memicu berbagai masalah kulit yang merugikan kesehatan wajah.
Lantas, bagaimana cara mengetahui apakah koleksi makeup Anda masih layak pakai atau harus segera dibuang? Berikut adalah panduan lengkapnya.
1. Perhatikan Simbol PAO (Period After Opening)
Langkah pertama yang paling akurat adalah memeriksa simbol PAO pada kemasan. Simbol ini berbentuk gambar tutup botol terbuka dengan angka dan huruf "M" (misalnya: 6M, 12M, atau 24M).
6M berarti produk hanya baik digunakan selama 6 bulan setelah kemasan pertama kali dibuka.
Penting untuk diingat bahwa tanggal kedaluwarsa berbeda dengan PAO. Jika segel belum dibuka, produk mungkin tahan hingga 2-3 tahun, namun setelah terpapar udara, masa berlakunya akan mengikuti instruksi PAO.

2. Perubahan Aroma (Bau)
Salah satu indikator paling jelas bahwa makeup sudah tidak layak pakai adalah perubahan aroma. Produk kosmetik biasanya mengandung pengawet untuk mencegah pertumbuhan bakteri.
Saat pengawet tersebut mulai rusak, bakteri akan berkembang biak dan menghasilkan bau yang tidak sedap.
- Lipstik: Akan tercium bau tengik seperti lilin tua atau minyak goreng yang sudah lama.
- Maskara & Eyeliner: Biasanya akan mengeluarkan bau asam yang tajam.
3. Perubahan Tekstur
Tekstur adalah kunci kualitas produk. Menurut para ahli dermatologi, perubahan tekstur menandakan formula kimia di dalamnya sudah tidak stabil.
- Produk Cair (Foundation/Concealer): Jika tekstur menjadi lebih kental, bergumpal, atau justru menjadi sangat cair secara tidak wajar, itu tanda produk sudah rusak.
- Produk Bubuk (Bedak/Eyeshadow): Jika permukaannya menjadi keras atau berkerak (sering disebut hard pan), ini disebabkan oleh penumpukan minyak dari wajah yang menempel pada kuas dan masuk ke produk, memicu pertumbuhan jamur.
- Maskara: Jika teksturnya sudah sangat kering dan menggumpal, segera buang. Jangan pernah mencampurkan air atau minyak untuk mencairkannya kembali, karena ini akan memasukkan bakteri langsung ke area mata.
4. Pemisahan Kandungan (Separasi)
Untuk produk berbasis cair atau krim seperti foundation, perhatikan apakah ada pemisahan antara pigmen warna dan minyak/air.
Pemisahan yang sangat kontras dan tidak bisa menyatu kembali setelah dikocok adalah tanda kuat bahwa bahan pengawetnya sudah tidak berfungsi.
5. Perubahan Warna (Oksidasi)
Pernahkah Anda merasa foundation Anda berubah menjadi lebih gelap atau kekuningan setelah beberapa lama disimpan? Ini adalah tanda oksidasi. Paparan udara dan cahaya dapat mengubah pigmen warna produk.
Jika warna produk sudah tidak sama lagi dengan saat pertama kali Anda membelinya, sebaiknya segera hentikan pemakaian.
Estimasi Masa Simpan Produk Makeup (Panduan Umum)
Menurut WebMD dan Healthline, berikut adalah rata-rata masa pakai makeup setelah dibuka:
- Maskara & Eyeliner Cair: 3 bulan (paling rentan bakteri karena area mata yang lembap).
- Foundation & Concealer Cair: 6 bulan - 1 tahun.
- Produk Bubuk (Bedak, Blush, Eyeshadow): 1 - 2 tahun.
- Lipstik & Lip Gloss: 1 tahun.
- Eyeliner Pensil: 2 tahun (lebih awet karena rutin diraut, yang berarti membuang lapisan bakteri lama).
Itulah ulasan mengenai ciri-ciri makeup kedaluwarsa yang perlu diketahui. Sebaiknya selalu catat kapan Anda membuka produk baru untuk memudahkan pelacakan masa pakai
Jika Anda ragu, cara terbaik adalah dengan membuangnya. Kesehatan kulit Anda jauh lebih berharga daripada sisa produk di dalam kemasan.