Tips Lari bagi Pemula yang Ingin Kuat Maraton Tanpa Beban

Husna Rahmayunita

Selasa, 30 Juni 2026 | 13:16 WIB
Tips Lari bagi Pemula yang Ingin Kuat Maraton Tanpa Beban
Ilustrasi lari sambil jalan cepat atau Run & Walk. [Freepik.com/jcomp]
baca 10 detik
  • Metode kombinasi lari dan jalan cepat  (run and walk) dapat meningkatkan performa pelari pemula saat lomba.
  • Metode ini efektif membangun kapasitas jantung serta kekuatan otot secara bertahap tanpa memicu stres fisik yang berlebihan.
  • Pelari dapat menggunakan formula kombinasi durasi lari dan jalan cepat secara konsisten untuk membangun daya tahan tubuh optimal.

Suara.com - Bagi pemula, pencapaian jarak jauh dan kecepatan tinggi pelari pro sering kali memicu rasa minder. Ada beban mental yang seolah mewajibkan untuk terus berlari tanpa henti sejak garis start hingga finis.

Padahal, ada trik yang jarang dibahas yakni dengan Run and Walk, yang mengombinasikan lari dengan berjalan kaki cepat saat loma.

Strategi sah yang bahkan sering digunakan oleh para pelari di ajang maraton internasional. Hal itu diungkapkan oleh figur publik sekaligus pegiat lari ternama, Melanie Putria.

Melalui kanal YouTube Fit with Mel, Puteri Indonesia 2002 ini menegaskan bahwa dalam sebuah perlombaan 5K, 10K, hingga maraton, berjalan kaki sama sekali bukan sebuah dosa.

"Bukan berarti dalam lomba lari harus lari terus sepanjang jalan. Boleh jalan, tidak apa-apa. Tapi habis jalan untuk istirahat sejenak, terus lanjut lari lagi. Jangan jalan terus atau malah berhenti," ungkap Melanie.

Bagi pemula atau yang ingin menggeluti lari, simak efektivitas metode Run and Walk untuk mendongkrak performa fisik.

Mengapa Metode Run and Walk Justru Menyelamatkan Pemula?

Ilustrasi Lari - Sepatu Lari Lokal untuk Half Marathon (Unsplash)
Ilustras jalan cepat saat lomba lari maraton (Unsplash)

Menurut Melanie, metode ini bukan sekadar trik saat kelelahan, melainkan sebuah jembatan untuk membangun kecintaan dan rasa nyaman terhadap olahraga lari.

Secara fisiologis, metode ini efektif meningkatkan kapasitas kardiovaskular (jantung dan paru-paru) serta kekuatan otot (muscular) secara bertahap tanpa memicu stres berlebih pada tubuh.

"Tidak semua orang suka olahraga lari, dan tidak semua orang kuat terus-menerus lari. Jadi, metode run & walk ini bisa jadi penyelamat kamu yang baru mulai mencintai lari," imbuhnya.

baca juga

Panduan Praktis Run and Walk ala Melanie Putria

Untuk mendapatkan hasil optimal dan mencegah cedera, mengombinasikan lari dan jalan tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Melanie Putria membagikan formula bertahap yang bisa praktikkan:

Tahap 1: Metode "1 Menit Lari, 2 Menit Jalan Cepat" (Fase Adaptasi)

Sebagai langkah awal, posisikan durasi berjalan lebih lama daripada berlari. Jadi 1 menit berlari, dan dua menit jalan cepat.

Durasi jalan selama 2 menit berfungsi untuk rest (istirahat), reset (mengembalikan ritme jantung), dan fokus kembali.

"Ingat, itu jalan cepat. Intensitasnya tidak boleh terlalu jomplang dengan saat lari," papar Melanie.

Lakukan kombinasi ini selama 15 menit per sesi, dengan konsistensi 3 kali seminggu. Memasuki minggu kedua, naikkan durasinya menjadi 20 menit per sesi.

Tahap 2: Metode "2 Menit Lari, 1 Menit Jalan Cepat" (Fase Membangun Endurance)

Jika tubuh sudah mulai terbiasa dan napas terasa lebih stabil, saatnya membalik formula dengan 2 menit lari dan 1 menit jalan cepat.

Cara ini dapat memperpanjang durasi lari dan memangkas waktu istirahat, sehingga badan mulai terbiasa dengan ritme lari yang diinginak.

"Ini dilakukan untuk membangun best endurance (daya tahan terbaik)," jelasnya.

Seiring berjalannya waktu, Anda akan sampai di titik di mana tubuh sudah nyaman untuk berlari terus-menerus tanpa perlu jeda berjalan kaki.

Olahraga Bukan Ajang Gaya-gayaan

Esensi utama dari olahraga adalah kesehatan dan konsistensi jangka panjang, bukan sekadar adu kecepatan atau gengsi di media sosial. Jadi, singkirkan rasa gengsi jik harus menurunkan tempo menjadi jalan cepat di tengah lintasan.

"Jangan malu run and walk. Pelari elite atau atlet ternama sekalipun pasti pernah mengalami fase memulai olahraga lari dengan jalan cepat, jogging ringan, baru bisa stabil lari," pungkas Melanie Putria.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berapa Harga Sepatu Lari Diadora Ori? Ini 3 Rekomendasi Termurah untuk Daily Run

Berapa Harga Sepatu Lari Diadora Ori? Ini 3 Rekomendasi Termurah untuk Daily Run

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:08 WIB

7 Sepatu Lari HOKA yang Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Lebih Terjangkau

7 Sepatu Lari HOKA yang Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Lebih Terjangkau

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:15 WIB

4 Sunscreen Berlabel Water Resistant, Anti-Luntur saat Olahraga Outdoor!

4 Sunscreen Berlabel Water Resistant, Anti-Luntur saat Olahraga Outdoor!

Your Say | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:55 WIB

Apakah Sepatu Lari Bisa Dipakai untuk Naik Gunung? Begini Kondisi yang Aman

Apakah Sepatu Lari Bisa Dipakai untuk Naik Gunung? Begini Kondisi yang Aman

Lifestyle | Senin, 29 Juni 2026 | 11:17 WIB

4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan

4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan

Lifestyle | Senin, 29 Juni 2026 | 10:20 WIB

Terkini

7 Sifat Orang yang Lahir di Bulan Juli, Penuh Empati dan Mudah Disukai

7 Sifat Orang yang Lahir di Bulan Juli, Penuh Empati dan Mudah Disukai

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:59 WIB

Review 3 AC Portable 1/2 PK Terbaik untuk Kosan, Hemat Listrik Dinginnya Nampol

Review 3 AC Portable 1/2 PK Terbaik untuk Kosan, Hemat Listrik Dinginnya Nampol

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:59 WIB

Hyaluronic Acid vs Ceramide: Mana yang Paling Ampuh Atasi Kulit Kering?

Hyaluronic Acid vs Ceramide: Mana yang Paling Ampuh Atasi Kulit Kering?

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:31 WIB

Latsarmil itu Apa? Diubah Jadi Latihan Bela Negara dan Manajerial

Latsarmil itu Apa? Diubah Jadi Latihan Bela Negara dan Manajerial

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:13 WIB

Berapa Harga Sepatu Lari Diadora Ori? Ini 3 Rekomendasi Termurah untuk Daily Run

Berapa Harga Sepatu Lari Diadora Ori? Ini 3 Rekomendasi Termurah untuk Daily Run

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:08 WIB

Sunscreen Bebas Alkohol Apa Saja? Ini 5 Pilihan Mulai Rp30 Ribuan dan Sudah BPOM

Sunscreen Bebas Alkohol Apa Saja? Ini 5 Pilihan Mulai Rp30 Ribuan dan Sudah BPOM

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:57 WIB

Libur Sekolah sampai Kapan? Intip Jadwal Masuk untuk Tahun Ajaran Baru 2026/2027

Libur Sekolah sampai Kapan? Intip Jadwal Masuk untuk Tahun Ajaran Baru 2026/2027

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:40 WIB

Bingung Pilih AC Low Watt atau Inverter? Ini Perbedaannya, Jangan Salah Beli

Bingung Pilih AC Low Watt atau Inverter? Ini Perbedaannya, Jangan Salah Beli

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:26 WIB

Kenapa Tawas Bisa Menghilangkan Bau Ketiak? Begini Cara Kerjanya

Kenapa Tawas Bisa Menghilangkan Bau Ketiak? Begini Cara Kerjanya

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:08 WIB

5 Rekomendasi Serum Somethinc Sesuai Masalah Kulit, Lengkap dengan Harga dan Review Pembeli

5 Rekomendasi Serum Somethinc Sesuai Masalah Kulit, Lengkap dengan Harga dan Review Pembeli

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:53 WIB

×