Dunia Kerja Berubah karena AI, Bagaimana Orang Tua Bisa Menyiapkan Anak Sejak Sekarang?

Dinda Rachmawati

Jum'at, 10 Juli 2026 | 14:50 WIB
Dunia Kerja Berubah karena AI, Bagaimana Orang Tua Bisa Menyiapkan Anak Sejak Sekarang?
Ilustrasi Anak Sekolah (Freepik)
baca 10 detik
  • Laporan World Economic Forum 2025 memprediksi AI akan menciptakan 170 juta pekerjaan baru namun menggantikan 92 juta pekerjaan lama.
  • Siswa Indonesia perlu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif karena hasil tes PISA 2022 menunjukkan capaian yang masih di bawah rata-rata.
  • Alta Global School menyiapkan siswa menghadapi masa depan melalui pengembangan keterampilan kritis serta pendidikan berstandar internasional untuk studi lanjut.

Suara.com - Kemunculan kecerdasan buatan generatif (Generative Artificial Intelligence/GenAI) telah mengubah cara berbagai industri bekerja. Teknologi yang semakin canggih bukan hanya menghadirkan efisiensi, tetapi juga menciptakan jenis pekerjaan baru sekaligus menggeser sejumlah profesi yang selama ini dianggap mapan. 

Perubahan tersebut membuat banyak orang tua mulai bertanya, keterampilan seperti apa yang perlu dimiliki anak agar tetap relevan di masa depan? Laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum (WEF) memberikan gambaran yang cukup jelas. 

Sebanyak 86 persen bisnis diperkirakan akan mengalami transformasi akibat perkembangan AI dan teknologi. Dampaknya, sekitar 170 juta pekerjaan baru akan tercipta, sementara 92 juta pekerjaan diprediksi tergantikan. 

Di tengah perubahan tersebut, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, ketangguhan, dan kemampuan beradaptasi menjadi kompetensi yang paling dibutuhkan. Tantangannya, kemampuan tersebut masih menjadi pekerjaan rumah bagi dunia pendidikan di Indonesia. 

Berdasarkan hasil tes Creative Thinking PISA 2022, hanya sekitar 5 persen siswa Indonesia yang mencapai level 5 atau 6 dalam kemampuan berpikir kreatif. Angka tersebut masih jauh di bawah rata-rata negara OECD yang mencapai 27 persen. 

Penilaian ini mengukur kemampuan siswa dalam menghasilkan, mengevaluasi, dan menyempurnakan ide untuk memecahkan berbagai persoalan.

Dunia Kerja Berubah karena AI, Bagaimana Orang Tua Bisa Menyiapkan Anak Sejak Sekarang?
Dunia Kerja Berubah karena AI, Bagaimana Orang Tua Bisa Menyiapkan Anak Sejak Sekarang?

Kondisi itu menunjukkan bahwa kesiapan menghadapi masa depan tidak cukup hanya mengandalkan nilai akademik. Anak juga perlu dibekali dengan kemampuan memecahkan masalah, berkomunikasi, bekerja sama, hingga memiliki wawasan global sejak usia dini.

Pandangan tersebut juga menjadi dasar pendekatan yang diterapkan Alta Global School (AGS), sekolah internasional di bawah Schoters yang menyediakan jalur pendidikan dari tingkat SD hingga SMA. 

Selain mempersiapkan siswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri, sekolah ini menekankan pengembangan future skills yang dibutuhkan di era digital.

baca juga

Founder AGS sekaligus CEO Schoters, Radyum Ikono, mengatakan bahwa alasan orang tua memilih pendidikan berstandar internasional tidak hanya berkaitan dengan kualitas akademik.

"Motivasi utama orang tua yang ingin anaknya kuliah ke luar negeri adalah kualitas dan reputasi pendidikannya. Begitu juga dengan peluang karier global yang lebih besar, baik di perusahaan kelas dunia atau membangun startup mereka sendiri. Namun, yang tidak kalah penting adalah global exposure serta pengalaman yang membentuk kemandirian, kecakapan beradaptasi, dan cara berpikir yang luas agar menjadi global citizen yang kompetitif," ujar Radyum.

Melalui sistem pembelajaran bertahap, siswa tidak hanya memperkuat fondasi akademik, tetapi juga didorong untuk berpikir kritis, fokus mencari solusi, serta berani mengeksplorasi minat dan bakat melalui proyek, kompetisi, hingga pengalaman belajar berstandar internasional. 

Memasuki jenjang yang lebih tinggi, siswa juga memperoleh persiapan sertifikasi internasional dan pendampingan dalam merancang studi lanjut sesuai cita-cita mereka.

Menurut Radyum, prestasi menjadi salah satu indikator penting karena menunjukkan bahwa siswa mampu menerapkan pengetahuan menjadi solusi nyata.

"Kurikulum yang kami terapkan mendorong siswa untuk mengembangkan prestasi sesuai potensinya, dengan mengikuti lomba yang sesuai dengan talenta serta interest. Karena, prestasi adalah salah satu indikator bahwa siswa mampu menerapkan pengetahuan mereka menjadi solusi nyata, melalui inisiatif dan kemampuan memecahkan masalah," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Spill Rahasia Konten Estetik Tanpa Ribet, Cukup Pakai OPPO Reno16 Series

Spill Rahasia Konten Estetik Tanpa Ribet, Cukup Pakai OPPO Reno16 Series

Tekno | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:51 WIB

AI Makin Canggih, Apakah Kreativitas Manusia Masih Punya Nilai Jual?

AI Makin Canggih, Apakah Kreativitas Manusia Masih Punya Nilai Jual?

Your Say | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:20 WIB

Percepatan Program Sekolah Rakyat, Wamensos: Tahapan Tetap Sesuai Aturan

Percepatan Program Sekolah Rakyat, Wamensos: Tahapan Tetap Sesuai Aturan

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:18 WIB

Terkini

Kecelakaan Maut di Bekasi: Rem Blong, Truk Molen Hantam Halte dan Tewaskan 6 Orang

Kecelakaan Maut di Bekasi: Rem Blong, Truk Molen Hantam Halte dan Tewaskan 6 Orang

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 19:57 WIB

Jalan Trase Batutulis Bogor Kini Beroperasi Penuh 24 Jam

Jalan Trase Batutulis Bogor Kini Beroperasi Penuh 24 Jam

Bogor | Minggu, 01 November 2026 | 19:52 WIB

Sinopsis Wild and Radiant, Dracin Romantis Fan Shi Ran dan Qin Xiao Xuan

Sinopsis Wild and Radiant, Dracin Romantis Fan Shi Ran dan Qin Xiao Xuan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 19:45 WIB

Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Optimalkan Aset Hulu Migas di Algeria

Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Optimalkan Aset Hulu Migas di Algeria

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 19:44 WIB

Buku Badai dalam Tungku, Abadikan Perjuangan Menjaga Seni dan Budaya Nusantara

Buku Badai dalam Tungku, Abadikan Perjuangan Menjaga Seni dan Budaya Nusantara

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 19:36 WIB

Dewa United Bidik Hattrick Juara EPC 2026, Waspadai CLS Knights dan MVP

Dewa United Bidik Hattrick Juara EPC 2026, Waspadai CLS Knights dan MVP

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 19:30 WIB

Riset Global Ungkap 73 Persen Warga Indonesia Pangkas Pengeluaran demi Biaya Rumah

Riset Global Ungkap 73 Persen Warga Indonesia Pangkas Pengeluaran demi Biaya Rumah

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 19:28 WIB

Banjir Aceh Selatan Rendam Dua Desa, 674 Warga Terdampak dan Ratusan Mengungsi

Banjir Aceh Selatan Rendam Dua Desa, 674 Warga Terdampak dan Ratusan Mengungsi

News | Minggu, 01 November 2026 | 19:19 WIB

Tantangan Finansial Gen Z: Gaji Buat Hidup, Tagihan, Healing, dan Tabungan

Tantangan Finansial Gen Z: Gaji Buat Hidup, Tagihan, Healing, dan Tabungan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 19:10 WIB

Dark Abis! XLOV Unjuk Transformasi Terliar dalam Diri di Lagu Terbaru, Hush

Dark Abis! XLOV Unjuk Transformasi Terliar dalam Diri di Lagu Terbaru, Hush

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 19:05 WIB

×