Tak Banyak yang Tahu, Pilihan Menu di Hotel Ternyata Bisa Berdampak pada Kelestarian Laut

Dinda Rachmawati

Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:02 WIB
Tak Banyak yang Tahu, Pilihan Menu di Hotel Ternyata Bisa Berdampak pada Kelestarian Laut
Tak Banyak yang Tahu, Pilihan Menu di Hotel Ternyata Bisa Berdampak pada Kelestarian Laut (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Novotel bekerja sama dengan WWF Prancis sejak 2024 untuk menerapkan praktik operasional berkelanjutan di lebih dari 600 jaringan hotel global.
  • Manajemen hotel menghapus ratusan spesies laut rentan dari menu serta meningkatkan transparansi rantai pasok tuna dan udang secara bertanggung jawab.
  • Inisiatif ini mencakup edukasi bagi karyawan dan tamu, serta dukungan terhadap berbagai proyek konservasi ekosistem laut di seluruh dunia.

Suara.com - Ketika berbicara tentang penyelamatan laut, yang terbayang biasanya adalah aksi membersihkan pantai, penanaman mangrove, atau penelitian ilmiah di tengah samudra. Padahal, salah satu perubahan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari justru bisa dimulai dari meja makan sebuah hotel.

Pilihan ikan yang disajikan saat sarapan, penggunaan sedotan plastik, hingga asal-usul udang yang dihidangkan ternyata memiliki kaitan dengan kesehatan ekosistem laut. Semakin banyak pelaku industri pariwisata yang menyadari bahwa keputusan operasional mereka dapat memberi dampak nyata terhadap lingkungan.

Kesadaran inilah yang mendorong Novotel bekerja sama dengan WWF Prancis sejak 2024 untuk mengubah berbagai praktik di lebih dari 600 hotel yang tersebar di berbagai negara. Bukan sekadar mengurangi jejak lingkungan, tetapi juga mengajak tamu memahami bahwa setiap pilihan konsumsi memiliki konsekuensi bagi laut.

"Di Novotel, kami percaya bahwa industri perhotelan harus memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan dan masa hidup manusia dan planet ini," ujar Global Brand President Novotel, Jean-Yves Minet.

Salah satu langkah yang cukup menarik adalah perubahan pada menu makanan. Alih-alih hanya menambah pilihan sehat, hotel mulai mengurangi penggunaan spesies hidangan laut yang masuk kategori rentan. Hingga kini, lebih dari 350 spesies telah dihapus dari menu di 41 persen jaringan Novotel sesuai Prinsip Hidangan Laut Berkelanjutan WWF.

Di saat yang sama, pilihan menu berbasis nabati juga semakin diperbanyak. Setengah dari hotel Novotel kini telah menyediakan menu dengan komposisi minimal 25 persen hidangan vegetarian atau plant-based. 

Langkah tersebut bukan semata mengikuti tren, melainkan sebagai upaya mengurangi tekanan terhadap sumber daya laut sekaligus menekan jejak karbon dari industri pangan.

Perubahan juga terjadi di balik layar. Novotel menjadi merek perhotelan pertama yang bergabung dengan Seafood Task Force untuk meningkatkan transparansi rantai pasok hidangan laut. 

Program ini mulai diterapkan di sejumlah negara Asia, termasuk Indonesia, dengan fokus pada ketertelusuran tuna dan udang budidaya sehingga asal-usul produk dapat dipastikan berasal dari praktik yang lebih bertanggung jawab.

baca juga

Komitmen terhadap laut juga diwujudkan melalui edukasi. Ribuan karyawan hotel telah mengikuti pelatihan mengenai kesehatan laut, sementara tamu diajak mengenal ekosistem bawah laut melalui pengalaman realitas virtual yang menampilkan karya fotografer satwa liar sekaligus ahli biologi konservasi, Kaushik Subramaniam.

"Meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian laut merupakan bagian penting dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Hotel memiliki kemampuan untuk menjangkau jutaan tamu dan keluarga setiap tahunnya, sehingga menciptakan peluang yang berarti untuk menjadikan konservasi laut lebih mudah dipahami, lebih mudah diakses, dan lebih menarik bagi masyarakat," kata Jean-Yves Minet.

Di luar operasional hotel, kemitraan tersebut juga mendukung berbagai proyek konservasi, mulai dari perlindungan padang lamun di Mediterania, pengangkatan jaring hantu yang membahayakan satwa laut, hingga penelitian paus dan perlindungan penyu.

Menurut Manajer Program Kelautan WWF Prancis, Ludovic Frère Escoffier, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci menjaga kesehatan laut dalam jangka panjang.

"Melindungi lautan memerlukan kolaborasi jangka panjang dan aksi bersama. Melalui kemitraannya dengan WWF Prancis, Novotel terus menunjukkan bagaimana merek perhotelan global dapat berkontribusi pada konservasi laut, tidak hanya melalui peningkatan operasional, tetapi juga dengan mendukung penelitian, edukasi, dan inisiatif pelibatan masyarakat yang membantu memperkuat ketahanan laut dalam jangka panjang," ujarnya.

Pada akhirnya, menyelamatkan laut tidak selalu dimulai dari kapal penelitian atau ekspedisi besar. Terkadang, perubahan itu berawal dari keputusan sederhana tentang apa yang disajikan di atas piring, bagaimana sebuah hotel mengelola limbahnya, dan bagaimana setiap tamu diajak memahami bahwa pilihan kecil hari ini dapat menentukan kondisi lautan untuk generasi mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Staycation Rasa Liburan di Tengah Jakarta, Menemukan Oase Hijau Bernama Park 5 Simatupang

Staycation Rasa Liburan di Tengah Jakarta, Menemukan Oase Hijau Bernama Park 5 Simatupang

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:06 WIB

Mengapa Banjir Pesisir kini Semakin Sering Terjadi? Penelitian Ungkap Imbas Krisis Iklim

Mengapa Banjir Pesisir kini Semakin Sering Terjadi? Penelitian Ungkap Imbas Krisis Iklim

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 13:09 WIB

Ramai Hotel, Lalu Apa Hubungannya dengan Nasib 280 Juta Penduduk?

Ramai Hotel, Lalu Apa Hubungannya dengan Nasib 280 Juta Penduduk?

Your Say | Selasa, 07 Juli 2026 | 07:50 WIB

Terkini

Pakar IPB Ungkap Kunci Damai Blok Tanamalia, Dialog Terbuka dan Kepastian Hukum

Pakar IPB Ungkap Kunci Damai Blok Tanamalia, Dialog Terbuka dan Kepastian Hukum

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:24 WIB

Jateng Uji Model Baru Pengentasan Kemiskinan, Pemuda Jadi Ujung Tombak

Jateng Uji Model Baru Pengentasan Kemiskinan, Pemuda Jadi Ujung Tombak

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:24 WIB

Bye Kusam! 4 Brightening Pad Solusi Buat Wajah Cerah dan Lembap Seketika

Bye Kusam! 4 Brightening Pad Solusi Buat Wajah Cerah dan Lembap Seketika

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:20 WIB

Adu Nasib Anak Pelatih Timnas Indonesia: Putra Kluivert Paling Sukses, STY dan Herdman Beda Jalan

Adu Nasib Anak Pelatih Timnas Indonesia: Putra Kluivert Paling Sukses, STY dan Herdman Beda Jalan

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:19 WIB

Lulus S2 di Semarang, WN Afghanistan Malah Dideportasi Gara-Gara Bikin Restoran

Lulus S2 di Semarang, WN Afghanistan Malah Dideportasi Gara-Gara Bikin Restoran

Jawa Tengah | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:17 WIB

Tolic Wanti-wanti Rival: Ketika Semua Menyatu, Persib Bakal Jadi Tim Luar Biasa

Tolic Wanti-wanti Rival: Ketika Semua Menyatu, Persib Bakal Jadi Tim Luar Biasa

Jabar | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:17 WIB

Cari Bibit Unggul, Ratu Tisha Puji Festival Sepak Bola Rakyat di 5 Kota

Cari Bibit Unggul, Ratu Tisha Puji Festival Sepak Bola Rakyat di 5 Kota

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:16 WIB

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp488,49 Miliar, ISAT dan ANTM Banyak Dijual

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp488,49 Miliar, ISAT dan ANTM Banyak Dijual

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:14 WIB

Masa TNI Disuruh Masak?: Gatot Nurmantyo Kritik Masifnya Militer di Program MBG dan Kopdes

Masa TNI Disuruh Masak?: Gatot Nurmantyo Kritik Masifnya Militer di Program MBG dan Kopdes

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:12 WIB

Lahir di Tengah Cuaca Panas Ekstrem, Bayi Gajah Sumatera di Padang Sugihan Dapat Perawatan

Lahir di Tengah Cuaca Panas Ekstrem, Bayi Gajah Sumatera di Padang Sugihan Dapat Perawatan

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:12 WIB

×