- Polri mengerahkan 300 personel Brimob asal Kalimantan Timur dan Bali ke Kalimantan Barat untuk menangani karhutla.
- Pengerahan ratusan personel bertujuan mempercepat pemadaman serta mencegah perluasan titik api di lahan gambut.
- Meski titik panas di Kalimantan Barat menurun menjadi 28 titik, pemerintah tetap waspada terhadap potensi ancaman asap dari lahan gambut.
Suara.com - Polri mengerahkan 300 personel Brimob untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.
Pasukan tambahan itu diterjunkan untuk membantu mempercepat pemadaman titik api, termasuk di kawasan lahan gambut yang masih menyimpan ancaman asap dan potensi api kembali muncul.
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan ratusan personel tersebut didatangkan dari dua wilayah. Sebanyak 190 personel Pasukan Brimob II Korbrimob Polri dikerahkan dari Kalimantan Timur, sementara 110 personel lainnya berasal dari Satbrimob Polda Bali.
Pengerahan kekuatan tambahan ini menjadi bagian dari strategi Polri merespons eskalasi karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki potensi titik api dan kawasan gambut.
Isir mengatakan para personel Brimob tidak hanya akan membantu proses pemadaman. Mereka juga diperkuat untuk mendukung langkah pencegahan, respons cepat, hingga perlindungan terhadap masyarakat dan lingkungan.
"Tujuannya adalah mencegah kebakaran sebelum meluas sekaligus mengurangi dampak terhadap masyarakat," kata Isir kepada wartawan, Selasa (25/8/2026).
Menurut Isir, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan upaya pemadaman saat api telah berkobar.
Strategi penanganan juga mencakup pencegahan, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran, hingga pemulihan pascabencana.
Mobilisasi 300 personel Brimob itu diharapkan memperkuat Polda Kalbar bersama TNI, pemerintah daerah dan instansi terkait dalam mengendalikan titik api serta meminimalkan dampak karhutla bagi masyarakat dan lingkungan.
![Presiden Prabowo Subianto mengunjungi salah satu lokasi terdampak kebakaran di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). [ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/22/38093-prabowo-di-karhutla-kalbar.jpg)
Hotspot Menurun, Ancaman Asap Belum Hilang
Pengerahan ratusan personel Brimob dilakukan di tengah tren penurunan jumlah titik panas atau hotspot di Kalimantan Barat.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) pada Minggu (23/8/2026) pukul 23.59 WIB, jumlah hotspot di Kalbar tersisa 28 titik.
Sebarannya meliputi 16 titik di Ketapang, 11 titik di Melawi, dan satu titik di Kubu Raya.
Perkembangan tersebut disampaikan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni usai meninjau penanganan karhutla di Rasau Jaya Satu, Kabupaten Kubu Raya, Senin (24/8/2026).
Peninjauan dilakukan bersama Gubernur Kalbar Ria Norsan, jajaran TNI dan Polri, BMKG, BNPB, Manggala Agni, hingga Masyarakat Peduli Api.