Mengapa Banjir Pesisir kini Semakin Sering Terjadi? Penelitian Ungkap Imbas Krisis Iklim

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 07 Juli 2026 | 13:09 WIB
Mengapa Banjir Pesisir kini Semakin Sering Terjadi? Penelitian Ungkap Imbas Krisis Iklim
Sejumlah petugas PPSU berjaga saat banjir rob di Jalan Pluit Karang Ayu Barat, Pluit, Jakarta, Selasa (17/12/2024). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa/am.

Suara.com - Banjir pesisir yang dahulu tergolong sebagai peristiwa langka kini semakin sering terjadi di berbagai belahan dunia.

Kenaikan frekuensi banjir ini tidak hanya meningkatkan risiko kerusakan infrastruktur dan kerugian ekonomi, tetapi juga mengancam kehidupan jutaan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.

Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa perubahan iklim akibat aktivitas manusia menjadi penyebab utama meningkatnya kejadian banjir pesisir.

Pemanasan global menyebabkan permukaan laut terus naik, sementara cuaca ekstrem seperti siklon tropis memperparah dampak banjir ketika terjadi pasang laut.

Ilustrasi Banjir Rob yang Terjadi di Kawasan Pesisir Surabaya Jawa Timur. [Dok. BeritaJatim]
Ilustrasi Banjir Rob yang Terjadi di Kawasan Pesisir Surabaya Jawa Timur. [Dok. BeritaJatim]

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Climate Change menemukan bahwa peluang banjir pesisir ekstrem kini meningkat hingga 12 kali lipat dibandingkan kondisi alami.

Jika sebelumnya peluang banjir besar hanya sekitar 1 persen dalam satu tahun, perubahan iklim yang dipicu aktivitas manusia telah meningkatkan risiko tersebut secara signifikan.

Kenaikan muka laut tidak lagi didominasi faktor alam

Temuan tersebut diperoleh melalui analisis data jangka panjang dari lebih dari 100 alat pengukur pasang surut di berbagai wilayah dunia. Peneliti menelusuri perubahan muka laut sepanjang periode 1900–2005 untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi peningkatan banjir pesisir.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada awal abad ke-20, kenaikan permukaan laut masih banyak dipengaruhi oleh variasi iklim alami dan perubahan kondisi geologi, seperti penurunan atau kenaikan permukaan tanah.

baca juga

Namun sejak sekitar tahun 1960-an, kontribusi aktivitas manusia menjadi semakin dominan. Emisi gas rumah kaca dari pembakaran batu bara, minyak bumi, dan gas alam memicu pemanasan global yang mempercepat pencairan lapisan es serta pemuaian air laut, sehingga permukaan laut terus meningkat.

Lebih dari separuh banjir pesisir berkaitan dengan perubahan iklim

Kesimpulan serupa juga ditemukan dalam penelitian lain yang diterbitkan di jurnal Science Advances. Studi tersebut memperkirakan sekitar 58% hari dengan kejadian banjir pesisir besar selama periode 2000–2018 berkaitan dengan kenaikan muka laut akibat perubahan iklim.

Ben Strauss, ilmuwan dari Climate Central, menyatakan bahwa hampir setiap kejadian banjir pesisir saat ini telah dipengaruhi oleh perubahan iklim.

Artinya, meskipun badai atau pasang laut merupakan fenomena alam, perubahan iklim telah meningkatkan tinggi muka laut sehingga banjir menjadi lebih mudah terjadi dan dampaknya semakin besar.

Adaptasi dan pengurangan emisi perlu berjalan bersamaan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Riset: Hutan Mungkin Tak Lagi Menyerap Karbon Sebanyak yang Kita Perkirakan, Mengapa?

Riset: Hutan Mungkin Tak Lagi Menyerap Karbon Sebanyak yang Kita Perkirakan, Mengapa?

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:06 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Hutan Tropis Dianggap Penyerap Karbon Utama, Tapi Penelitian Baru Tunjukkan Hal Berbeda

Hutan Tropis Dianggap Penyerap Karbon Utama, Tapi Penelitian Baru Tunjukkan Hal Berbeda

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:30 WIB

Terkini

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:19 WIB

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:00 WIB

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:46 WIB

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:38 WIB

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:14 WIB

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:55 WIB

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Banten | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:50 WIB

Disebut Medali 'Cokelat', Konate: Prancis Serius Bidik Tempat Ketiga di Piala Dunia 2026

Disebut Medali 'Cokelat', Konate: Prancis Serius Bidik Tempat Ketiga di Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:50 WIB

Jaga Marwah Kota Santri, DPRD Cianjur Desak Aturan Tegas Sanksi ASN Terafiliasi LGBT

Jaga Marwah Kota Santri, DPRD Cianjur Desak Aturan Tegas Sanksi ASN Terafiliasi LGBT

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:45 WIB

×