- Pemilihan pompa air harus disesuaikan dengan kedalaman permukaan air agar efisiensi penggunaan daya listrik tetap terjaga optimal.
- Gunakan pompa celup untuk sumur dalam dan manfaatkan toren air guna mengurangi frekuensi starter pompa yang boros listrik.
- Pastikan instalasi pipa tidak bocor serta gunakan komponen pendukung tepat untuk mencegah pompa menyala dan mati terus-menerus.
Suara.com - Pompa air adalah salah satu perangkat elektronik di rumah yang paling sering menyala, bahkan bisa beroperasi berkali-kali dalam sehari.
Tanpa disadari, pemilihan pompa air yang tidak tepat dapat menjadi penyebab utama membengkaknya tagihan listrik bulanan.
Memilih pompa air hemat listrik bukan berarti hanya mencari Watt yang kecil, melainkan mencari efisiensi antara daya yang dikeluarkan dengan volume air yang dihasilkan.
Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk memilih pompa air yang hemat listrik untuk kebutuhan rumah tangga.
1. Kenali Kedalaman Permukaan Air
Langkah pertama dan paling krusial adalah mengetahui kedalaman permukaan air sumur Anda (bukan kedalaman total sumur).
- Sumur Dangkal (<9 meter): Gunakan pompa sumur dangkal. Memaksakan pompa jet pump besar untuk sumur dangkal hanya akan membuang-buang listrik.
- Sumur Sedang (9–15 meter): Gunakan pompa semi-jet pump.
- Sumur Dalam (>15 meter): Gunakan jet pump atau pompa celup (submersible).
2. Pertimbangkan Pompa Celup (Submersible) untuk Sumur Dalam
Jika Anda memiliki sumur dalam, sangat disarankan menggunakan pompa Submersible. Mengapa?
- Efisiensi Tinggi: Pompa ini berada di dalam air dan bekerja dengan cara mendorong air ke atas, yang secara mekanis jauh lebih ringan daripada pompa di permukaan yang harus menghisap air.
- Hemat Listrik: Karena kerjanya lebih ringan, energi listrik yang dibutuhkan untuk menaikkan volume air yang sama biasanya lebih kecil dibandingkan jet pump konvensional.
- Tanpa Suara: Karena berada di dalam sumur, suara bising pompa tidak akan terdengar.
3. Perhatikan "Total Head" dan Debit Air
Jangan hanya melihat Watt, perhatikan juga spesifikasi Total Head (ketinggian total) dan Debit Air.
Pastikan daya pancar pompa sanggup menjangkau ketinggian bak penampungan (toren).
Pilihlah pompa yang memiliki debit air besar dengan daya (Watt) yang rasional. Semakin cepat toren penuh, semakin cepat pompa mati, dan semakin banyak listrik yang dihemat.
4. Gunakan Toren Air (Tangki Penampung)
Menyalakan pompa air setiap kali Anda membuka keran (sistem otomatis langsung) adalah musuh utama penghematan listrik.
Pompa air membutuhkan daya "start" yang sangat besar (bisa 2-3 kali lipat dari daya normal) saat pertama kali dinyalakan.