Kerusakan Habitat Ancam Jahe Endemik Pulau Jawa, Bagaimana Penelitian DNA Bantu Menyelamatkannya?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 15 Juli 2026 | 14:55 WIB
Kerusakan Habitat Ancam Jahe Endemik Pulau Jawa, Bagaimana Penelitian DNA Bantu Menyelamatkannya?
Peneliti BRIN bersama Universitas Negeri Malang Menemukan DNA Kloroplas pada Jahe Endemik Pulau Jawa. Unsplash/ fr0ggy5

Suara.com - Jahe endemik Pulau Jawa tengah menghadapi krisis populasi. Keberadaan tanaman tersebut menurun drastis akibat kerusakan habitat, deforestrasi, hingga pengalihan fungsi lahan hutan menjadi area pemukiman.

Namun, di tengah ancaman kepunahan, tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Universitas Negeri Malang melakukan penelitian mengenai struktur DNA kloroplas pada tanaman ini. DNA kloroplas berfungsi sebagai kunci utama karena menjadi penggerak seluruh komponen dalam proses fotosintesis tersebut.

Hasil penelitian dengan judul First Chloroplast Genome of the Critically Endangered Java Ginger Zingiber odoriferum Blume: Genomic Insight for Conservation, Evolution, and Biodiversity Monitoring, mampu mengantarkan para peneliti meraih juara 1 Lomba Poster Ilmiah. Di samping itu pula, terbukanya peluang baru bagi konservasi tumbuhan langka Indonesia berbasis data genetik.

Penelitian yang dipimpin oleh Peneliti Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Irfan Martiansyah bersama timnya memfokuskan pada penyusunan genom kloroplas lengkap Zingiber odoriferum untuk mendukung konservasi, kajian evolusi, dan pemantauan keanekaragaman hayati.

Fakta bahwa jahe endemik Pulau Jawa ini sedang berstatus kritis, mendorong para peneliti untuk menggali lebih dalam untuk mencegah kepunahan spesies ini. Padahal, tumbuhan endemik ini diketahui memiliki segudang manfaat untuk kesehatan. Kandungan senyawa bioaktif jahe endemik Pulau Jawa bisa berfungsi sebagai antimikroba, antiinflamasi, dan antioksidan.

Sayangnya, keterbatasan pengetahuan mengenai spesies ini menjadi tantangan dalam upaya konservasi tersebut. Langkah penting untuk mengatasi kendala itu, perlunya penyediaan data genom untuk memperkuat pelestarian spesies yang saat ini sangat terancam punah.

Irfan bersama tim memaparkan bahwa penyusunan genom kloroplas ini dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi; pengambilan sampel daun, ekstraksi DNA, sekuensing menggunakan platform Illumina NextSeq 500, perakitan genom, anotasi, analisis komparatif, hingga analisis filogenetik. Dari rangkaian tersebut akan diperoleh informasi genetik yang belum tersedia sebelumnya.

“Selama ini informasi genetik Zingiber odoriferum masih sangat terbatas. Dengan tersedianya genom kloroplas lengkap, kami berharap data ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung identifikasi spesies, pemantauan populasi, hingga penyusunan strategi konservasi yang lebih efektif,” terangnya.

Berdasarkan analisis filogenetik, tim peneliti mendapatkan fakta baru mengenai hubungan kekerabatan Zingiber odoriferum dengan spesies lain dalam genus Zingiber. Hubungan kekerabatan yang paling dekat dengan spesies ini adalah kelompok Cryptanthium terhadap Zingiber teres dan Zingiber smilesianum. Dari temuan ini berhasil memperkaya informasi mengenai sejarah spesies ini sekaligus memberikan landasan ilmiah yang lebih kokoh untuk menyusun strategi konservasi tumbuhan endemik Indonesia.

baca juga

Selain itu, hasil penelitian ini menemukan bahwa genom kloroplas Zingiber odoriferum punya struktur yang relatif stabil. Namun, genom kloroplas ini dijumpai menyimpan sejumlah wilayah genom dengan tingkat variasi tinggi. Peneliti menyakini bahwa wilayah-wilayah tersebut berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai penanda molekuler untuk menjadi pembeda spesies, mendukung pengembangan DNA barcoding, hingga memperkuat pemantauan keanekaragaman hayati.

Temuan lainnya adalah tim peneliti berhasil mengklasifikasikan 238 penanda genetik berupa Simple Sequence Repeats (SSR) yang punya potensi untuk penelitian keragaman genetik ataupun studi populasi. Ditemukan pula  gen ycf1, clpP1, dan ndhA sebagai penanda DNA untuk mendukung pengidentifikasian spesies secara lebih konkret.

Lebih detail, Irfan menjelaskan bahwa data genom kloroplas lengkap Zingiber odoriferum yang tersedia ini menjadi pilar penting dalam mendukung konservasi berbasis bukti (evidence-based conservation). Peneliti akan mengambil langkah lebih lanjut untuk mengembangkan penelitian ini melalui intergrasi genom inti (nuclear genome) dengan pendekatan multi-omik untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai keragaman genetik tumbuhan Indonesia.

“Harapannya, data genom tidak hanya menjadi arsip ilmiah, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam upaya pelestarian spesies yang terancam punah,” ungkapnya dilansir dari BRIN pada Rabu (15/7).

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanaman Malapari Berpotensi Jadi Komoditas Bioenergi, Bagaimana BRIN Dorong Pengembangannya?

Tanaman Malapari Berpotensi Jadi Komoditas Bioenergi, Bagaimana BRIN Dorong Pengembangannya?

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:08 WIB

Jangan Asal Posting: Mengapa Twibbon MPLS Bisa Jadi Ancaman Privasi bagi Si Kecil

Jangan Asal Posting: Mengapa Twibbon MPLS Bisa Jadi Ancaman Privasi bagi Si Kecil

Your Say | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:34 WIB

Keberlanjutan Tak Lagi Sekadar Tren, Begini Cara Industri Mulai Mengubah Cara Bertumbuh

Keberlanjutan Tak Lagi Sekadar Tren, Begini Cara Industri Mulai Mengubah Cara Bertumbuh

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 22:02 WIB

Terkini

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Surakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:27 WIB

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

×