- Namun kandungan bahan kimia sintetis seperti phthalates berisiko mengganggu keseimbangan hormon.
- Ibu hamil disarankan membatasi penggunaan wewangian.
- Hal itu guna menghindari gejala mual, pusing, dan sakit kepala akibat aroma menyengat.
Suara.com - Masa kehamilan membawa banyak perubahan pada tubuh wanita, termasuk sensitivitas terhadap aroma seperti penggunaan parfum.
Untuk ibu hamil sendiri, apakah aman memakai parfum demi menunjang penampilan sehari-hari?
Secara umum, penggunaan wewangian selama masa mengandung tergolong aman jika diaplikasikan dalam batas wajar.
Hingga saat ini belum ada bukti medis yang menunjukkan bahwa wewangian memicu cacat lahir.
Pernyataan tersebut didukung oleh dr. Sahar Wertheimer, seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi di HRC Fertility Beverly Hills.
Ia memaparkan bahwa tidak ada bukti konklusif yang mengaitkan wewangian dengan dampak buruk pada kehamilan.
"Tidak ada bukti konklusif yang menghubungkan wewangian dengan cacat lahir yang terdeteksi atau dampak buruk pada kehamilan," ujarnya, dikutip dari laman The Bump.
Bahan Parfum yang Dikhawatirkan untuk Ibu Hamil
Kendati demikian, para wanita disarankan untuk tetap bijak dan memperhatikan kandungan produk yang mereka gunakan.
Kekhawatiran utama muncul dari kandungan bahan kimia sintetis yang sering ditemukan di dalam botol wewangian.
Beberapa produk mengandung senyawa phthalates yang berfungsi untuk membuat aroma wewangian bertahan lebih lama pada kulit.
Senyawa phthalates diklasifikasikan sebagai bahan kimia pengganggu endokrin yang dapat meniru hormon alami di dalam tubuh.
Paparan zat berbahaya tersebut secara berlebihan dikhawatirkan dapat memicu gangguan keseimbangan hormonal jangka panjang.
Selain risiko hormonal, wewangian dengan aroma menyengat juga sering kali memicu respons fisik yang kurang nyaman.
Ibu hamil yang sedang mengalami morning sickness cenderung lebih sensitif terhadap wewangian yang tajam.
Aroma yang terlalu kuat dapat memperburuk gejala mual, memicu sakit kepala, hingga menyebabkan pusing.
Oleh karena itu, pengurangan intensitas penggunaan wewangian menjadi langkah preventif yang sangat dianjurkan.
Dokter spesialis kandungan lain, dr. Sara Twogood dari Los Angeles, memberikan alternatif solusi bagi para wanita yang khawatir.
"Jika seorang wanita khawatir, saya menyarankan untuk membatasi jumlah produk beraroma yang digunakannya setiap hari," jelas dr. Sara Twogood.
Jika tetap ingin memakai wewangian favorit, sebaiknya kurangi penggunaan produk beraroma lain seperti losion.
Di sisi lain, mengutamakan produk dengan label bebas bahan kimia berbahaya dapat menjaga kesehatan janin secara optimal.
Cara Memilih Parfum yang Aman untuk Ibu Hamil
Bagi wanita hamil yang ingin tetap tampil percaya diri dengan aroma segar, pemilihan parfum harus dilakukan secara selektif.
Berikut adalah beberapa panduan penting dalam memilih parfum untuk ibu hamil yang aman.
- Pilih produk wewangian yang terbuat dari minyak esensial alami daripada bahan kimia sintetis.
- Periksa label kemasan dan pastikan produk tersebut bebas dari kandungan phthalates serta paraben.
- Cari produk dengan klaim fragrance-free atau hypoallergenic pada produk perawatan tubuh pendukung sehari-hari.
- Semprotkan wewangian dalam jumlah minimal atau cukup aplikasikan sedikit pada pakaian, bukan langsung ke kulit.
- Hindari wewangian dengan aroma yang terlalu pekat untuk mencegah timbulnya rasa mual dan sakit kepala.